Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 424 - Membuat Taruhan I


__ADS_3

Berhenti beberapa meter dari Fu Jiang, Zhang En melirik Fu Jiang dengan tatapan angkuh, senyum ejekan yang samar terlihat di wajahnya dan berkata, "Memiliki Dual teknik kultivasi Buddha dan Hantu? Bukankah aku sudah bilang sebelumnya, di mataku, kau bahkan bukan tupai yang bisa melompat kemana-mana....”


Suara dingin Zhang En bergema di seliruh puncak arena, setiap kalimatnya terdengar keras dan didengar jelas oleh orang banyak.


Di bawah panggung, Yuan Feng dan sekelompok murid dalam yang mengikuti di belakang Fu Jiang sebelumnya merasakan hawa dingin menutupi hati mereka dan wajah mereka pucat pasi.


"A-aku, aku salah, tolong, maafkan aku." Suara lemah Fu Jiang terdengar, nyaris seperti bisikan.


Di tempat kursi penonton diluar arena, ekspresi para ahli Klan Fu terlihat sangat jelek.


Wajah Zhang En terlihat dingin lalu dia mengangkat satu kakinya dan menginjak dengan keras kebawah.


"AAAARRRGGGGGHHHHH......!"


Jeritan dan darah mengental dari tubuh Fu Jiang dan mengguncang panggung arena, kedua kakinya telah patah di bawah kaki Zhang En.


"Aku sudah mengatakan hal ini sebelumnya, aku akan mematahkan kedua kakimu lalu melemparmu dari atas arena pertempuran ini.” Zhang En mencibir, melemparkan tubuh Fu Jiang dari panggung dengan gerakan santai.


Bukkk..!


Bunyi keras teredam terdengar di bawah panggung. Sosok Fu Jiang yang sudah tidak sadarkan diri tergeletak di bawah panggung seperti anjing mati.


“Bagus, ini benar-benar muridku yang sangat kuat dan mendominasi! Ha ha ha haa....” 


Sementara semua orang sedang tercengang, suara dan tawa gembira tiba-tiba terdengar dari kursi utama. Lin Ming lalh melompat berdiri dari kursinya, memutar kepalanya ke belakang sambil tertawa.


Para Tetua Agung dan semua Tetua tingkat tinggi Sekte Roh Api yang selalu mendukung Lin Ming selama ini, tersenyum setelah pulih dari kebingungan mereka.


Duduk di kursi tempat yang sama, ekspresi Wang Nio bertambah buruk dan menutup mulutnya, seperti telah menelan seekor lalat ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Pada saat ini, Lin Ming berkata pada Wang Nio, "Wanita Tua, bagaimana? Muridku jauh lebih kuat daripada murid-murid kesemek lembutmu, kan? ”


Otot-otot di wajah Wang Nio berkedut, memaksakan senyum di wajahnya yang dingin sebagai balasan, “Lin Ming, jangan terlalu cepat merasa senang. Dalam beberapa saat lagi, akhir Fu Jiang juga akan menjadi akhir Zhang En...! Jika kau ingin merayakan kegembiraan, tunggu sampai muridmu menang melawan Ming Zhi...!"


Lin Ming hanya mendengus sebagai balasan, mengembalikan perhatiannya kembali ke atas arena. Jauh di lubuk hatinya, Zhang En yang mampu mengalahkan Fu Jiang telah melebihi harapan kebanyakan orang, tapi sekarang, dia bertanya pada diri sendiri, bagaimana Zhang En akan melawan Ming Zhi setelah ini.


Setelah berurusan dengan Fu Jiang, Zhang En berbalik untuk menghadapi delapan murid yang tersisa. Secara refleks, mereka semua mundur selangkah.


"Sekarang tinggal kalian berdelapan, bagaimana langkah selanjutnya?Kalian bisa maju melawanku sekarang." Zhang En berkata dengan tenang.


Sebaliknya, kedelapan orang itu mundur selangkah lagi, bersikeras untuk tidak menjadi orang pertama yang melakukan pertempuran melawan Zhang En.


Melihat situasi ini, siluet Zhang En tiba-tiba menghilang dalam sekejap dari tempatnya, memilih untuk bertindak sendiri. 


Selanjutnya, kedelapan orang itu dilempar keluar dari panggung arena oleh Zhang En dengan hanya menggunakan satu serangan beruntun..


Semua mata langsung tertuju pada Ming Zhi, membuat niat membunuh muncul dihatinya. Ming Zhi lalu melompat ke udara dan mendarat diatas Arena pertempuran, tatapan dinginnya memelototi Zhang En, “Zhang En, menurutmu mengalahkan sampah seperti Fu Jiang dalam satu gerakan sudah membuatmu memenuhi syarat untuk bertarung denganku? Di mataku, kau sama saja dengan Fu Jiang, sama-sama sampah! Semua murid dalam Sekte Roh Api kalian semuanya adalah sampah yang tidak berguna dimataku...!”


Mendengar hal ini, murid Sekte Roh Api diluar arena dan sebagiannya lagi berada di bawah panggung arena sangat marah.


Niat membunuh juga terlihat bersinar di mata Lin Ming mendengar perkataan penginaan Ming Zhi.


Zhang En hanya tersemyum datar saat dia menjawab, “Sebentar lagi, aku akan mematahkan kedua kakimu dan kemudian melemparkanmu dari atas arena ini, sehingga semua orang bisa tau siapa sampah sebenarnya dan juga semua orang bisa tahu kalau murid-murid dalam Sekte Naga Langit semuanya adalah sampah yang sebenarnya.....!”


Semua murid-murid Sekte Naga Langit melotot dan berteriak dengan marah saat mendengar kata-kata balasan dari Zhang En.


Sedangkan Espresi Lin Ming berubah menjadi lebih baik, dia tertawa terbahak-bahak sambil berteriak.


"Ha ha ha haa... Perkataan yang sangat bagus bocah...!"

__ADS_1


Saat Zhang En tidak ingin banyak bicara dan langsung menyerang, tiba-tiba dia dihentikan oleh Ming Zhi..


"Tunggu....! Kau tidak usah terburu-buru..."


Ini membuat Zhang En berhenti sejenak dan ingin mengetahui apa yang hendak dikatakan Ming Zhi ini padanya.


Niat membunuh Ming Zhi berubah lebih tajam, mengungkapkan senyum sinis, "Zhang En, mari kita masing-masing mengambil sesuatu sebagai taruhan. Kalau kita hanya bertarung begitu saja, tidak akan ada manfaat bagi pemenang.."


“Apa yang ingin kau pertaruhkan?” Zhang En bertanya dengan nada dingin.


"Harta karun Dunia Es seharusnya ada di tanganmu, kan?" Ucap Ming Zhi sambil tertawa, "Aku ingin Harta Dunia Es milikmu!"


"Apa.... Harta Dunia Es!"


Wajah-wajah tercengang bisa dilihat di antara kerumunan, semuanya menoleh kearah Zhang En dengan tatapan tak percaya. Bahkan Lin Ming, Wang Nio dan semua tetua Sekte Roh Apu hampir tidak bisa menahan diri untuk melompat berdiri karena terkejut.


Mata Zhang En menyipit, tetapi dia tidak menyangkal, sebaliknya, dia membalas dengan nada mengejek, “Lalu apa yang kau gunakan untuk taruhan kita? Apakah mempertaruhkan gudang harta Sekte Naga Langit kalian...? Atau jangan bilang kau ingin menggunakan sepotong batu roh kelas suci untuk bertaruh...?”


"Kurang ajar! Benar-benar berani menginginkan gudang harta Sekte Naga Langit kami...!”


“Kakak Ming Zhi, lebih baik bunuh dia sekarang...!”


Mendengar bahwa Zhang En ingin Ming Zhi mempertaruhkan Harta Sekte Naga Langit mereka sebagai taruhan, orang-orang dari Sekte Naga Langit menjadi marah.


Mata Ming Zhi juga menunjukkan ketidaksenangan, mengejek saat dia berkata, “Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa kau memiliki Harta Dunia Es ada bersamamu?! Selain itu, apakah kau benar-benar berpikir aku akan kalah darimu ...?”


Zhang En tertawa keras, memberi Ming Zhi ekspresi seolah-olah dia sedang melihat orang bodoh, “Ha ha ha.., sepertinya kau memang bodoh, sama seperti dua pria tua yang menemanimu saat pelelangan berakhir yang ingin membeli murah inti binatang milikku. Apa yang kau katakan sekarang ini hanya karena kau merasa tidak akan kalah dariku, itu berarti kau tidak perlu mengambil apa pun sebagai taruhan pertarungan kita, sedangkan aku perlu mengeluarkan Harta Dunia Ea sebagai taruhan... ?!”


Nada penuh ejekan Zhang En dan tatapan mengejek itu menyebabkan wajah Ming Zhi menjadi merah padam.

__ADS_1


__ADS_2