Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 297. Sampah!


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu dalam perjalanan ke sini, Zhu Yu sedang memikirkan bagaimana menunjukkan kinerja yang baik di depan Patriark dan Tuan Muda Dong Qian ketika dia berencana menangkap pelaku.


Tetapi saat dia melihat sosok Zhang En berdiri dari kejauhan, dia merasa bahwa daerah itu adalah ladang ranjau, kakinya berat seolah-olah kakinya berbalik untuk memimpinnya pergi dari situ. Tidak peduli bagaimana dia mencoba, kakinya menolak untuk bergerak maju satu inci pun.


"Zhu Yu, kau baik-baik saja?" 


Saudara sepupunya di sampingnya, Zhu Liang, bertanya dengan bingung memperhatikan sikap aneh Zhu Yu.


"Aku, aku, baik-baik saja."


Jawab Zhu Yu berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan wajah yang tenang. 


Meskipun dia tidak tahu apa identitas pemuda yang ada di depan matanya sampai saat ini, dalam perjalanan yang dia lakukan saat di Hutan Peri beberapa waktu yang lalu, adegan di mana Tetua Agung Peri secara pribadi keluar untuk menyambut pemuda ini diputar ulang dalam pikiran Zhu Yu.


Pada hari itu, setelah pemuda ini dikawal ke tanah suci para Peri, Zhu Yu melihat Shen Long dari Kuil Sembilan Naga pergi dalam keadaan acak-acakan, alasannya tidak diketahui.


Meskipun alasannya tidak diketahui kepergian mendadak Master Aula Keenam Kuil Sembilan Naga, Zhu Yu memiliki perasaan bahwa itu terkait dengan pemuda ini.


Zhu Liang mengamati sepupunya sebentar, meskipun dia merasa ada yang aneh dengan Zhu Yu, dia tidak memikirkannya.


Saat ini, Dong Qian berhasil menyelamatkan Feng Yu dari tumpukan puing. 


Merasakan masih ada nafas Feng Yu, Dong Qian merasa seperti beban berat terangkat dari dadanya. 


'Syukurlah, dia masih hidup!' 


Jika Feng Yu meninggal, bahkan jika dia memiliki seratus kepala untuk di penggal, dia tidak akan bisa menenangkan kemarahan Master Kuil Dewa Kera.


Di bawah upaya penyelamatan panik Dong Qian dan Zhu Can, Feng Yu akhirnya sadar kembali. 


Saat membuka matanya, dia melihat sekelilingnya dan mencoba berdiri. Akhirnya, tatapan tajam Feng Yu jatuh pada Dong Qian.


Tidak ada kata-kata yang terucap, Feng Yu mengangkat kakinya dan mengirim tendangan tanpa ampun ke arah Dong Qian. Tanpa persiapan, Dong Qian terjungkal dan berguling sepuluh meter, berteriak.


Para ahli Keluarga Zhu menyaksikan adegan ini dengan mata terperangah. Dong Qian adalah Putra Raja Manusia Petir, pemimpin ras mereka di wilayah dan benua Mata Angin ini.


Feng Yu bergerak belasan meter dan berdiri di depan Dong Qian dengan mata merah. Kakinya kembali menghantam Dong Qian dengan menendangnya berkali kali dan memukul, sementara teriakan Dong Qian bergema di jalan yang ada di tengah kota itu.


Tak satu pun dari ahli Keluarga Zhu di sekitarnya yang berani membujuk Tuan Muda Feng Yu untuk berhenti.

__ADS_1


“Sialan, tahukah kau lenganku ini telah lumpuh, inti binatangku juga hancur! Ini karena kau, ini semua salahmu, brengsek!" 


Teriakan amarah Feng Yu bergemuruh di udara, melampiaskan semua frustrasi dan amarah yang dia miliki terhadap Zhang En dengan memukul Dong Qian.


Jika bukan karena Dong Qian mengundangnya untuk melihat-lihat di wilayah manusia, lengan dan inti binatang buasnya tidak akan berada dalam situasi ini sekarang.


Dong Qian menahan serangan Feng Yu dan mencoba yang terbaik untuk melindungi kepala dan wajahnya, tetapi tidak pernah sekalipun dia mencoba untuk melawan atau menghindar.


Zhang En menyaksikan semuanya dengan ekspresi tenang.


Beberapa saat kemudian, Feng Yu merasa lelah dan akhirnya berhenti. 


“Bangunlah!” Sebagai dorongan terakhir, Feng Yu mengirimkan tendangan tepat ke ************ Dong Qian


Tendangan terakhir ini tidak terduga, tangan Dong Qian mencengkeram selangkangannya yang kesakitan, mulutnya ternganga tanpa suara. 


Orang bisa melihat wajahnya berubah sedikit ungu karena rasa sakit, namun, dia mengertakkan gigi dan perlahan bangkit berdiri.


"Lihat bajingan itu!" Feng Yu menunjuk ke arah Zhang En, berteriak kepada Dong Qian, "Kau tahu apa yang harus dilakukan, ingat, aku ingin dia hidup."


Memaksakan senyum jelek di wajahnya, Dong Qian mengangguk dengan hormat, “Yakinlah, Tuan Muda Deng, aku sudah memerintahkan orang untuk menyelidiki latar belakang bajingan ini, selama dia adalah salah satu murid keluarga Kota Vermillion, aku akan memastikan bahwa malam ini semua wanita di keluarganya dikirim untuk menghibur Tuan Muda!"


Saat mendengar itulah Feng Yu baru terlihat sedikit lebih baik.


Kekejaman yang dalam berkilat di matanya, menatap Zhang En. Jika bukan karena bajingan sialan ini, hari ini dia tidak akan di permalukan oleh Feng Yu di depan umum. 


Tendangan terakhir dari Feng Yu mengandung kekuatan yang luar biasa, bisa dibayangkan betapa beratnya tendangan itu.


Bahkan sekarang, sisi paha atasnya berkedut kesakitan.


Dong Qian perlahan berjalan ke Zhang En, niat membunuh yang kuat menggerakkan angin kencang, pasir dan debu beterbangan di udara.


“Apakah kau tahu siapa aku?” Dong Qian dengan dingin memelototi Zhang En.


Suara tenang Zhang En terdengar, menjawab, "Aku tahu."


Dong Qian tercengang tetapi dengan cepat pulih dari keterkejutannya. Dia adalah putra Raja Manusia Petir. Sebagai anggota Ras Manusia, sudah pasti pihak lain mengetahui siapa identitasnya.


"Kau adalah seekor anjing." Zhang En menambahkan kalimatnya.

__ADS_1


Niat membunuh yang mengerikan meledak di hati Dong Qian, telapak tangannya mengenai dada Zhang En.


"Mati, mati, mati!" 


Sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya mengiringi serangan telapak tangannya, berubah menjadi ular petir.


Tinju Kilat Petir!


Tinju Kilat Petir adalah keterampilan pamungkas ayahnya. Di antara begitu banyak saudaranya, Raja Manusia Petir hanya mengajarkan keterampilan pertempuran ini kepada Dong Qian.


Gerakan ular petir mengunci Zhang En, membawa serta kekuatan pemusnah petir.


Momentum itu membuat takut para ahli Keluarga Zhu di sekitarnya, masing-masing dari mereka mundur dengan tergesa-gesa. 


Mereka tidak pernah membayangkan bahwa Dong Qian akan melawan pemuda itu dengan kekiatan penuh, jelas dia sangat marah.


Dalam sekejap, sosok Zhang En tenggelam dalam lilitan ular petir, yang seperti akan mengebor ke dalam tubuhnya.


“Jangan membunuhnya!” Feng Yu memperingatkan, dia merasa cemas Dong Qian akan berlebihan, membunuh berandal itu dengan tidak sengaja.


DUAAARRRR!


Ledakan menggelegar terdengar saat telapak tangan Dong Qian kembali menghantam dada Zhang En. Ular petir mengebor lebih brutal dinpermukaan tubuh Zhang En.


"Hebat, Tuan Muda Dong Qian sangat hebat!” 


Zhu Can adalah orang pertama yang berteriak.


Ahli Keluarga Zhu lainnya juga mulai menawarkan pujian mereka, seolah mencoba saling mengalahkan.


“Ranah Pertapa Suci Puncak? Tinju Kilat Petir? Putra Raja Manusia Petir ternyata sampah?!" 


Zhang En masih berdiri di tempatnya, tubuhnya tak tergoyahkan seperti Gunung. Dia menyeringai dengan jijik.


Dong Qian membelalak kaget menatap Zhang En.


Sebelum Dong Qian bisa bereaksi, fluktuasi kekuatan yang luar biasa membanjiri Zhang En seperti gelombang pasang tsunami. 


Dong Qian merasa seolah-olah gunung yang besar menghantamnya, tubuhnya terbang seperti daun layu, mendarat dengan keras seperti anjing mati di jalan.

__ADS_1


DEGGG!


Keheningan yang mematikan menyelimuti sekitarnya.


__ADS_2