
Di dunia luar.
Sementara semua orang di Kota Ashura berbicara tentang pemuda bernama Zhang En yang saat ini menduduki peringkat pertama, jauh melintasi ratusan dunia yang tidak diketahui jumlahnya, kembali ke Dunia Roh Api, Tetua Wang Nio bersandar dengan santai di kursinya di dalam Aula mewah di dalam Sekte Roh Api, menikmati teh hangat berkualitas tinggi.
Belakangan ini, Tetua Wang dalam suasana hati yang sangat baik.
Saat kepergian Lin Ming meninggalkan Sekte untuk menemani Zhang En dalam kompetisi, semakin banyak Tetua yang menyatakan kesetiaan padanya.
"Tidak akan lama lagi, kompetisi di Dunia Dewa akan berakhir, kan?" Tetua Wang dengan malas melirik orang yang berdiri lebih rendah dari kursinya, bernama Le Wu.
“Benar Ketua Sekte Wang.” Le Wu mengambil langkah kecil ke depan, dengan hormat menjawab Tetua Wang.
Saat ini, ternyata Tetua Wang Nio telah mengambil alih Sekte Roh Api setelah kepergian Lin Ming dan upacara pelantikan masih belum berlangsung, Tetua Le Wu dan yang lainnya sudah menyapa Wang Na sebagai Ketua Sekte mereka.
Menurut pendapat mereka, Tetua Wang yang menggantikan posisi Lin Ming adalah keputusan tepat.
Tetua Wang bertanya dengan suara keras, "Aku ingin tahu seperti apa hasil dari kompetisi itu belakangan ini. Hmmm!!."
Karena jarak antar dunia yang sangat jauh, berita tentang perubahan terbaru pada daftar peringkat tidak dapat di kirim kepada mereka dalam waktu singkat, oleh karena itu, Tetua Wang dan yang lainnya masih tidak mengetahui peringkat saat ini.
Ada kebencian di mata Tetua Wang saat menjawab, "Sayang sekali aku tidak bisa membunuh Zhang En itu dengan tanganku sendiri!"
Le Wu tertawa, membalas dengan antusias “Meskipun Zhang En saat ini mungkin sudah mati ditangan Tuan Misterius, masih ada Klan Zhang di dunia bawah. Ketika saatnya tiba, aku akan menangkap dan membawa mereka semua hidup-hidup di depan Ketua Sekte Wang, sehingga dapat melampiaskannya kepada Klan Zhang.
__ADS_1
Mendengar ini, Tetua Wang mengangguk puas.
"Ketua Sekte Wang, sebenarnya, kita tidak perlu menunggu kembalinya Lin Ming itu melanjutkan acara pelantikanmu." Salah satu Tetua tiba-tiba berkata.
Tetua Wang membalas, "Maksudmu?"
"Menurut aturan yang ditetapkan, waktu untuk acara pelantikan bisa dibuat kapanpun, oleh karena itu, sehingga Lin Ming tidak memiliki alasan yang sah untuk menghukummu ketika dia kembali. Sebaliknya, Ketua Wang bisa menghukum Lin Ming saat dia kembali dengan dalih meninggalkan sekte sesuka hati."
Mata Tetua Wang berbinar, hampir bertepuk tangan, berteriak, “Luar biasa! Segera berikan perintahku, undang semua pemimpin Klan serta Sekte dari seluruh Dunia Roh Api untuk menghadiri acara pelantikanku satu bulan kemudian, semua Leluhur mereka juga harus diundang!"
"Baik, Ketua Sekte Wang!"
Semua Tetua di tempat itu saat ini dengan hormat menjawab dan pergi menjalankan perintah.
....
Chu Bai, Xian Wu, Wei Song dan Shi Qi tersadar kembali. Mereka berempat melihat sekeliling aula yang luas itu telah hancur lebur, tetapi mereka tidak melihat tanda-tanda keberdaan Xu Lang.
“Zhang, eh, Kakak Zhang En, di mana Xu Lang? Apakah dia…?” Shi Qi mau tidak mau bertanya, sedikit ragu.
Zhang En hampir tertawa mendengar Shi Qi memanggilnya 'Kakak Zhang En.' Lalu menjawab pertanyaan Shi Qi, "Ya, Xu Lang itu telah aku kirim ke neraka."
Mendapatkan jawaban Zhang En bahwa memang telah membunuh Xu Lang, mereka berempat merasakan tubuh mereka bergidik, mata mereka sebesar kepalan menatap Zhang En.
__ADS_1
Mereka sebelumnya mengingat jelas kekuatan Xu Lang yang sebenarnya adalah kultivator Dewa Emas Bintang 5, namun masih terbunuh oleh Zhang En.
Mereka bertanya dibenak masing-masing, 'Apa sebenarnya tingkat kekuatan Zhang En! '
Memikirkan ini, mereka berempat merasa sesak napas. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk melihat perubahan pada daftar peringkat.
Memang benar Nama Xu Lang telah menghilang, dan Nama Zhang En telah berada di peringkat 1.
Mengabaikan keempatnya, Zhang En mengalihkan perhatiannya ke arah mayat raksasa di hadapannya.
Meskipun pertempurannya melawan Xu Lang menghancurkan segalanya sebelumnya, mayat Dewa Iblis ini tidak mengalami kerusakan sedikit pun terkena dampak pertempuran.
Dengan melambaikan tangannya, mayat Dewa Iblis raksasa itu dan tombak petir raksasa di sampingnya terbang ke dalam cincin spasial Zhang En.
Chu Bai dan tiga lainnya hanya bisa menyaksikan Zhang En mengambil mayat Dewa Iblis dan tombaknya, tidak satu pun dari mereka berani berbicara sepatah kata pun.
Bukan hanya itu, tungku misterius berkaki lima di tengah aula luas itu juga memasuki cincin spasial Zhang En. Namun, Zhang En hanya mengambil sedikit dari pil langka yang diletakkan di laci setiap sudut aula, meninggalkan sisanya untuk dibagi rata di antara Chu Bai dan tiga lainnya.
Sebaliknya, mereka berempat tidak memiliki keluhan, dan bahkan berterima kasih kepada Zhang En, karena setiap pil itu sangat berharga dan langka.
Setelah mengumpulkan berbagai pil dan harta lainnya yang ada di aula itu, mereka lalu mengaktifkan kembali kunci formasi, meninggalkan tempat itu dan kembali di aula tempat dimana mereka berada sebelumnya.
Setelah itu, Chu Bai, Shi Qi, dan Wei Song mengucapkan selamat tinggal kepada Zhang En dan pergi, meninggalkan setiap kunci formasi milik mereka untuk Zhang En.
__ADS_1
Mereka bertiga lalu meninggalkan istana dan Zhang En berbalik dan memerintahkan Xian Wu untuk berjaga-jaga. Xian Wu mengakui dengan hormat, sementara Zhang En sendiri memasuki ruang bawah tanah istana terdalam milik Dewa Iblis.
Di bagian bawah tanah terdalam dari istana itu, terdapat vena spiritual yang sangat panjang menyerupai urat di tubuh manusia dalam bentuk raksasa.