
"B4ngsat!" Feng Gong menatap tajam ke arah Zhang En, pada saat ini, dia sangat terkejut.
Sebelum Feng Gong bisa mengucapkan sepatah kata pun, semburan cahaya terang lain melintas di telapak tangan Zhang En, ketika cahaya terang itu memudar, ditelapak tangannya ada sebagian kecul batang Pohon api.
“Batang Pohon api Illahi!” Baik Feng Gong dan Dai Li berseru serempak. Mata Feng Gong bersinar dengan keserakahan. Batang Pohon api sebenarnya adalah obat mujarab kelas atas untuk orang yang mengolah Qi pertempuran berbagai elemen, batang pohon api yang berusia lebih dari seribu tahun sudah langka, di atas sepuluh ribu tahun dianggap sebagai harta karun. Dengan penglihatannya yang tajam, hanya satu tatapan yang diperlukan Feng Gong untuk memperkirakan usia batang pohon api ditangan Zhang En sekitar tiga puluh hingga empat puluh ribu tahun.
Namun, Zhang En sepertinya hanya sedang ingin mempermainkan Feng Gong, dengan cepat, Zhang En kembali mengeluarkan Buah api.
“Buah api!”
Feng Gong begitu bersemangat hingga dia mulai menjerit seperti orang yang kehilangan aka sehat, tubuhnya gemetar seolah-olah dia menderita penyakit kejang-kejang. Muridnya bahkan lebih memalukan lagi, Dai Li sampai membasahi sebagian jubahnya terkena air liur dari mulutnya karena terlalu bersemangat.
Menatap buah api yang legendaris, perhatian Feng Gong teralihkan, melupakan soal Harta Karun Surgawi.
Zhang En secara acak kembali mengeluarkan lebih selusin jenis ramuan dari beberapa ratus buah yang dia miliki. Ketika Zhang En merasa itu cukup merangsang penglihatan kedua orang itu, dia akhirnya terkekeh pelan saat dia melihat ekspresi Feng Gong dan Dai Li, dia berkata, "Di dasar Lembah Harimau, tidak hanya aku menemukan ramuan ini, aku juga menemukan ratusan buah api."
"R-ratusan!!!"
Feng Gong dan Dai Li terlihat semakun gemetar… Kaki mereka menjadi lemah di bagian lutut.
"Tapi aku sudah memakannya beberapa dan menyerap semuanya." Zhang En melanjutkan ucapannya.
"Apa?!" Kedua Guru dan murid itu semakin bergetar karena kegembiraan, badan mereka menegang seolah-olah mereka disambar petir dan hampir tersandung jatuh ke tanah.
“Kau, kau, kau memakan beberapa buah dan menyerapnya?!” Kemerahan di mata Feng Gong semakin dalam saat dia menatap Zhang En seolah dia tidak sabar untuk menelan pemuda itu hidup-hidup ke dalam perutnya. Hatinya berdarah memikirkan buah api yang di makan oleh Zhang En.
Dia telah terjebak di puncak Ranah Pendekar Dewa Bintang Lima selama lebih dari dua ratus tahun, dan masih belum menerobos, jika dia memiliki buah api, kemungkinan dia menerobos ke ranah Pertapa Dewa dengan mudah.
"Kau! Bagaimana kau bisa memakannya begitu saja!!” Feng Gong memelototi Zhang En dengan amarah dan kebencian, berteriak kepada Zhang En yang telah didorong oleh emosinya, seolah-olah beberapa buah api bermutu tinggi itu miliknya.
__ADS_1
Zhang En menahan senyumnya yang mekar, “Mengapa aku tidak bisa memakannya? aku yang menemukan buah api ini."
Feng Gong tersentak kembali setengah sadar memang, buah itu memang ditemukan oleh Zhang En.
"Nak, lebih baik kau serahkan Harta Karun Surgawi, Batang Pohon Api beserta Buah Api itu!" Setelah mendapatkan kembali ketenangannya, Feng Gong berhenti gemetar, dan memerintahkan Zhang En, "Demi semua.Harta Karun yang ada padamu, aku akan mengizinkanmu pergi setelah kau menyerahkannya!"
Meskipun Feng Gong merasa aneh dengan perilaku Zhang En yang begitu mudahnya mengungkapkan Harta Karun Surgawi dan ratusan buah api yang tak ternilai harganya itu, dia tetap tidak terlalu memperdulikan hal itu. Hanya karena dia melihat Zhang En adalah Pendekar Dewa Bintang empat, dia merasa pemuda berambut hitam ini tidak akan bisa memahan lebih dari seratus gerakan darinya jika mereka bertarung.
Pada saat itu juga, Dai Li mendekati Feng Gong dari belakang, menggosok tangannya dengan gembira dan seringai puas, "Guru, Pohon Api itu, bisakah aku ...?"
Feng Gong memandang muridnya sendiri dan mengangguk, “Jangan khawatir, kau akan mendapat bagian. Setelah aku mendapatkannya, aku bisa memberikan sebagian kepadamu."
Dai Li bergidik kegirangan, berulang kali berterima kasih kepada Feng Gong: "Terima kasih Guru, terima kasih Guru!"
Feng Gong melambaikan tangannya dengan acuh tak acuh dan Dai Li dengan hormat mundur ke samping. Feng Gong mengalihkan perhatiannya kembali kepada Zhang En, dengan nada yang tidak tergesa-gesa dia bertanya, “Nak, sudahkah kau memikirkannya? Maukah kau memilih untuk menyerahkan Harta Karun Surgawi dan buah itu kepadaku dan meninggalkannya dalam keadaan utuh atau kau akan dikuburkan di dasar lembah ini? Aku menyarankan agar kau tidak menyimpan sebuab pikiran untuk melarikan diri, Aku telah mencapai puncak Pendekar Dewa Bintang lima akhir lebih dari dua ratus tahun yang lalu, dan sekarang aku sudah setengah langkah naik ke tingkat Pertapa Dewa. Sebelum kau menyerahkan itu semua, tidak mungkin kau bisa melarikan diri dariku."
Feng.Gong bingung dengan kata-kata Zhang En, lalu seringai muncul di wajahnya, "Nak, karena kau menginginkan kematian, maka jangan salahkan aku." Saat suaranya terdengar, tinju Feng Gong meninju Zhang En.
“Biarkan aku membuka matamu dan menunjukkan kekuatanku!”
Jejak tinju raksasa menembus udara sambil memancarkan api ungu, sehingga meningkatkan angin yang bergejolak di uadara. Sebelum jejak tinju mendekati Zhang En, batu besar di tanah sudah hancur karena tekena lesatan kekuatan tinju penghancur Feng Gong.
Pada saat ini, Zhang En mengangkat tangannya, melayangkan pukulan langsung menabrak tinju Feng Gong.
Feng Gong mengejek sambil melihat aksi Zhang En "Keceronohan yang naif!" Seorang pendekar yang satu timgkat dibawahnya ngin memblokir serangannya dalam tabrakan frontal. Dia sudah bisa melihat adegan di mana Zhang En diledakkan menjadi daging cincang jika terkena pukulannya.
BOOOMMMM!
Pada saat itu, tinju Zhang En dan Feng Gong akhirnya bertabrakan, menghasilkan ledakan dahsyat. Debu dan pasir beterbangan ke udara saat gelombang kejut yang mengerikan melonjak sebagian besar ke arah Feng Gong.
__ADS_1
Wajah Feng Gong menegang, tangannya dengan cepat menghantam gelombang kejut yang melonjak ke arahnya dan berhasil memencarkan energi mengerikan yang bergulir ke arahnya. Meski begitu, dia terpaksa mundur beberapa meter ke samping untuk mengambil jarak yang cukup jauh.
Angin menderu dengan kencang…
Beberapa saat kemudian, Feng Gong tersentak, menatap Zhang En.
"Mustahil!" Bagaimana mungkin seorang Pendekar Dewa Bintang empat dapat memblokir kekuatan tinjunya yang berada di Puncak tahap Pendekar Bintang Lima dan membuatnya terdorong.
Tiba-tiba, Feng Gong berteriak saat aliran energi hitam keunguan melonjak keluar dari tubuhnya saat spirit Kalajengking Iblis Bertanduk Enam muncul di belakangnya dan melalukan transformasi jiwa dengan spirit roh beladiri miliknya.
Coretan berwarna hitam dan ungu menutupi wajah Feng Gong, membuatnya terlihat garang dan menakutkan, Spirit 'Kalajengking Iblis di Langit.'
☆☆☆☆☆
Gambar dibawah adalah iIlustrasi Zhang En :
Dan gambar dibawah juga illustrasi saat dia bertransformasi Jiwa Naga :
-
-
-
Jangan lupa Like & Vote! Dengan begitu, author akan selalu berusaha Crazy Up sebisa kemampuan Author. Terimakasih!
__ADS_1