
Setelah itu, Lin Ming mengirim pesan jarak jauh kepada Zhang En agar datang ke kediamannya agar tidak menarik perhatian semua orang.
"Hue'er, mari kita pergi ke kediaman guru." Zhang En berkata kepada Lie Hue, tidak lagi meemperhatikan ketiga orang itu.
Mereka berdua lalu menuju tempat gerbang teleportasi untuk dikirim ke dunia Harimau Suci dan tiba di kediaman Lin Ming dan bertemu dengan Wanita Iblis.
Wanita Iblis adalah sebenarnya seorang wanita ramping, menyerupai wanita yang terlihat masih sangat menarik dan telihat berusia empat puluhan. Hanya saja dia terlihat menyendiri dan dingin. Nama wanita iblis ini adalah Yi Yang.
Setelah mengetahui niat Zhang En, Wanita Iblis Yi Yang tidak setuju untuk memberi Lie Hue teknik rahasianya pada awalnya, tetapi ketika Zhang En mengeluarkan batu roh tingkat suci, dia mengalah dengan suatu syarat agar Lie Hue menjadi muridnya.
“Menjadi murid?” Zhang En melihat ke arah Lie Hue, ingin tau bagaimana pendapatnya.
"Aku setuju." Lie Hue mengangguk setuju.
Setelah itu, didepan Lin Ming dan Zhang En, Lie Hue dengan hormat berlutut ketanah dan melakukan 3 kowtow sebagai ritual.
Tapi, apa yang kemudian membuat Zhang En bingung adalah Senior Iblis Yi Yang mengatakan bahwa untuk mengolah Teknik rahasianya, tiga tahap pertama harus dikultivasikan disatu planet atau dunia yang banyak paparan cahaya bulan dan suhu disana sangat dingin dan ekstrim yang cocok untuk pelatihan Lie Hue. Karena itu, dia harus membawa Lie Hue untuk berkultivasi di dunia itu.
Di seluruh pusat galaksi bintang, hanya satu tempat yang memiliki daratan seperti itu, dan itu adalah salah satu permukaan dunia yang lebih dingin di bagian barat yang terpencil yang disebut Dunia Musim Dingin.
Kerutan kecil muncul di alis Zhang En. Jika ini masalahnya, maka sampai Lie Hue menguasai tiga tahap pertama dari Sajak Pemanggil Bulan, dia hanya bisa tetap berada di Dunia Musim Dingin.
"Kakak Zhang, jangan khawatir, aku akan berkultivasi dengan keras." Melihat wajah keengganan Zhang En, Lie Hue herusaha menghiburnya.
Wanita Iblis Yi menambahkan, "Dengan bakat Lie Hue, dia bisa berkultivasinsampai ke tahap ketiga dalam waktu tiga puluh tahun, apalagi, kau selalu bisa datang menemuinya di Dunia Musim Dingin."
__ADS_1
Zhang En hanya mengangguk.
Wanita Iblis menambahkan, "Dengan aku ada di dekatnya, yakinlah, tidak akan terjadi apa-apa padanya." Sebenarnya, selama beberapa ratus tahun terakhir, Wanita Iblis telah mencari peneruanya tetapi belum menemukan kandidat yang cocok selama ini.
Meskipun alasan utama dia menerima Lie Hue adalah karena batu roh kelas suci, bakat Lie Hue juga memang luar biasa. Lie Hue adalah penerus yang paling pas untuk melanjutkan jubahnya , apalagi, temperamen murid ini sesuai dengan keinginannya. Secara keseluruhan, dia sangat menyukai Lie Hue.
Keesokan paginya, Lie Hue mengikuti Wanita Iblis Yi meninggalkan Kota Roh, berangkat menuju Dunia Musim Dingin untuk memulai latihannya.
Setelah pelelangan, Zhang En kembali ke puncak gunung berkabut dan langung memasuki pengasingan kuktivasi tertutup. Kali ini, dia bertekad untuk menerobos ke ranah Dewa Sejati.
Satu bulan, dua bulan, tiga bulan dengan cepat berlalu, dan kekuatan Zhang En terus meningkat setiap hari. Pada akhir bulan keempat, ia telah maju ke puncak Kaisar Dewa bintang tiga tahap awal, hanya setengah langkah lagi untuk maju ke keranah Kaisar Dewa Bintang Tiga tahap menengah.
Zhang En saat ini sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi di dunia luar.. Waktu terus mengalir, dan dalam sekejap mata, satu tahun telah berlalu.
Tiba-tiba, Zhang En merasakan tubuhnya gemetar dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cahaya menyilaukan menutupinya sepenuhnya saat raunagan naga datang dari dalam tubuhnya. Setelah itu, auranya meledak dan terus naik.
Swosshh...!
Tekanan mengerikan menyebar seperti badai, menyebabkan retakan di ruang sekitarnya. Membuka matanya, jelas bahwa Zhang En sedang dalam suasana hati yang baik karena dia akhirnya menerobos ke ranah Dewa Sejati.
Setelah setahun lebih berada dalam pengasingan, dia akhirnya menjadi ahli Dewa Sejati Bintang satu.
Zhang En lalu berdiri, segera menyebabkan ruang bergetar karena tekanan dari auranya. Merasakan energi yang kuat di dalam tubuhnya, Zhang En merasa bahwa dia mampu menghancurkan dunia dengan satu pukulan.
'Aku ingin tahu bagaimana kabar ibu, Ayah, Xiao Hue, Xiao Tian, dan anggota klan Zhang lainnya baik-baik saja.' Gumam Zhang En.
__ADS_1
Dia keluar dari tempat tinggalnya dan langsung pergi ke Kota Roh Api melewati gerbang teleportasi.
Tidak butuh banyak waktu bagi Zhang En untuk mencapai Kediaman Klan Zhang di kota Wudang.
Tetapi, apa yang membingungkan Zhang En setibanya di Kediaman Surgawi milik Klan Zhang nya yang telah dia perbesar sebelumnya adalah penjaga yang ditempatkan di pintu masuk utama bukanlah salah satu bawahan yang dia bawa dari Dunia bawah.
'Apakah ini penjaga Kediaman Surgawi yang baru direkrut?" Zhang En merenung sejenak.
“Hei..!! Berhenti disana, untuk apa kau datang kesini? Katakan tujuanmu datang ke Kediaman Surgawi !” Tepat ketika Zhang En hendak melangkah ke kediaman Klan Zhangnya, para penjaga yang ditempatkan di pintu masuk utama menghalangi jalannya, sementara salah satu dari mereka berteriak padanya.
"Aku Zhang En." Jawab Zhang En, tetapi ada kerutan kecil di antara alisnya.
"Zhang En?" Penjaga yang sama kembali membentak, "Tidak peduli siapa namamu, hari ini Penegak kami Yuewu tidak menerima tamu." Penjaga itu berkata kasar dan sangat sombong.
Sesuatu melintas di benak Zhang En. Dia ingat bahwa di antara sepuluh ahli yang dia sewa dari Paviliun Naga pada saat dia memperbesar area wilayah kediaman klannya dengan membeli properti di sekitarnya, untuk menjaga klannya, ada satu orang bernama Yuewu. Tapi sejak kapan Yuewu ini menjadi Penegak Hukum klannya? Apa lagi, sejak kapan Kediaman Surgawi milik Klan Zhang nya memiliki seseorang Penegak Hukum, mengapa dia tidak mengetahui hal ini.
Selain itu, dari cara para penjaga ini berbicara kepadanya, sepertinya Penegak Yuewu ini adalah pemilik sebenarnya dari Kediaman Surgawi miliknya.
Saat ini, Zhang En tidak mengenakan jubah murid dalam Sekte Roh Api, sehingga keempat penjaga itu secara alami menganggap Zhang En kultivator biasa yang datang untuk mencari posisi penjaga disana.
Zhang En menatap dingin ke empat penjaga itu sebelum membuka Mata Naga Dewa di dahinya. Dalam sekejap, semua yang terjadi di dalam Kediaman miliknya memasuki ruang lingkup penglihatannya..
Di dalam aula utama Kediaman, di antara sepuluh ahli Dewa Surgawi yang disewa Zhang En sebelumnya untuk berjaga-jaga menjaga keamanan anggotanklannya, dua dari mereka duduk di tempat duduk besar paling atas sebagai pemilik rumah sebagai kepala keluarga, salah satunya adalah Yuewu.
Yang paling membuat Zhang En marah adalah tubuh bwahan kepercayaannya Tetua Shu dan Tetua Fu dipenuhi dengan goresan cambuk saat mereka berlutut di lantai di aula utama didalam.
__ADS_1