Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 253. Paviliun Bunga Anggrek (4)


__ADS_3

Sementara Zhang En mengamati kedua pria paruh baya itu, hal yang sama berlaku sebaliknya, kedua pria itu juga mengamati Zhang En.


Seseorang yang mampu dengan mudah mengeluarkan sepuluh pil roh kelas tinggi membangkitkan rasa ingin tahu Ketua Assosiasi Paviliun Bunga Anggrek, Tang Li.


Namun, mata kedua pria paruh ini berbinar cerah ketika tatapan mereka tertuju kepada Putri Hong Xiao, terutama pria paruh baya yang berpakaian biru. Matanya yang terlihat nakal tidak pernah lepas memandangi tubuh Hong Xiao.


Mendeteksi reaksi pria di sampingnya, Tang Li menggelengkan kepalanya dengan jejak ketidakberdayaan, dia tahu bahwa pria berjubah biru disampingnya tertarik dengan wanita yang bersama Zhang En.


“Ketua, Tuan Muda inilah yang ingin bertemu denganmu.” Wei Jing berkata kepada Tang Li dengan hormat.


“Bagaimana aku harus menyapa adik kecil ini?” Tang Li angkat bicara kepada Zhang En, "Dan ada urusan apa yang kau miliki sehingga kau ingin bertemu denganku?" Meskipun nadanya tampak ramah, Tang Li maupun pria berjubah biru yang sedang duduk di depan Zhang En tidak berdiri untuk menyambutnya, mereka juga tidak mengundang kelompok Zhang En untuk duduk.


Zhang En tidak menjawab pertanyaan Tang Li dan mengajukan pertanyaan sebagai gantinya, "Aku mendengar dari Patriark Keluarga Ling yang ada di Kota Treasure bahwa Ketua Tang telah membeli empat batang Rumput Dewa Naga darinya."


Tang Li melirik sekilas ke arah pria berjubah biru yang duduk disamping sebelum berkata kepada Zhang En, "Benar, aku memang telah membeli empat batang Rumput Dewa Naga dari Patriark Keluarga Ling. Tapi, beberapa saat yang lalu, ramuan itu telah dibeli oleh Tetua Agung She dengan menukarkan seratus keping pil roh kelas tinggi."


Zhang En melirik pria berjubah biru itu, kerutan kecil terbentuk di dahinya. Dia tidak berharap empat batang Rumput Dewa Naga jatuh ke tangan pria berjubah biru hanya selangkah di depannya.


"Izinkan aku untuk memperkenalkan diri temanku ini, dia adalah Wakil Penguasa Sekte Pintu Misterius, Tetua Agung She Dong." Tang Li tersenyum lebar sambil menunjuk pria berjubah biru di sebelahnya.


Mendengar Ketua Tang Li memperkenalkannya seperti itu, She Dong merasa bangga dan berpuas diri, dan itu terlihat di wajahnya.


“Kau menginginkan Rumput Dewa Naga? maka kita perlu melakukan negosiasi." She Dong berbicara dengan wajah tersenyum, "Selama kau bisa mengeluarkan dua puluh pil roh kelas tinggi, aku dengan enggan memberi ramuan itu kepadamu."


Zhang En mencibir dalam hatinya mendengar perkataan She Dong.

__ADS_1


Tang Li juga tidak bisa berkata-kata, tapi dia tidak mengeluarkan suara.


Melihat Zhang En hanya menatapnya dengan ekspresi diam, kejengkelan muncul di dalam She Dong. Dia mencibir dengan berkata “Ada apa? apa kau tidak mampu? Begini saja, dengan dua puluh pil roh kelas atas, itu bisa ditukar dengan hanya satu tangkai Rumput Dewa Naga, jika kau menginginkan keempatnya, kau harus mengeluarkan delapan puluh butir pil roh kelas atas!"


"Benarkah ?" Zhang En masih tetap tenang.


She Dong mencibir dengan Zhang En, “Tentu saja, jika kau tidak mampu, ada metode lain untuk bisa bertransaksi. Berikan kepadaku wanita itu sebagainpelayanku, selama dia bisa melayaniku dengan baik dan aku merasa terpuaskan, aku bahkan mungkin mempertimbangkan untuk memberimu empat batang Rumput Dewa Naga secara gratis!"


Hong Xiao dan kedua pelayannya langsung marah dengan perkataan She Dong dan bersiap untuk menyerang saat itu juga.


Zhang En lalu mengangkat tangan, menghentikan mereka. Lalu dia menoleh melihat She Dong, tatapan mata Zhang En yang tajam sangat dingin, "Aku harap saat kita bertemu lagi, kau masih bisa mengucapkan perkataanmu barusan." 


Zhang En melihat ke arah Tang Li, "Ketua Tang, terima kasih banyak atas keramahan dan sambutannya untuk hari ini!"


"Mari kita pergi dari sini." Zhang En berbalik dan pergi dengan ketiga wanita itu mengikutinya di belakang.


"Berhenti di sana!" She Dong hendak berdiri karena merasa marah, dia merasa Zhang En ini hanyalah seorang pemula yang masih muda tetapi demgan berani mengancamnya.


Tang Li lalu melambaikan tangan kepada She Dong, menghalanginya: "Tunggu!"


She Dong menatap Tang Li dengan ekspresi bingung.


Tang Li lalu menjelaskan, "Saudara She, tidak perlu terburu-buru untuk memberi pelajaran pada si kecil ini. Tempat Ini adalah Pusat Paviliun Bunga Anggrek, jika pertarungan terjadi di sini, itu akan merusak reputasi Paviliun kami ...!"


Baru kemudian She Dong mearas tenang, mengangguk setuju, “Baiklah, mari kita tunggu sampai mereka keluar kota. Aku akan membunuh bocah itu..!"

__ADS_1


"Saudara She, tampaknya latar belakang pemuda itu tidak sesederhana yang aku pikirkan." Kata Tang Li dengan sungguh-sungguh.


Mampu mengeluarkan sepuluh butir roh kelas atas, identitas orang seperti itu tidak pernah sederhana. Selain itu, bahkan setelah mengetahui identitas dirinya dan She Dong, bahkan dia masih berani mengucapkan ancaman yang halus membuatnya merenungkan tentang hal itu.


Namun, Se Dongmalah tertawa, “Saudara Tang, sejak kapan keberanianmu menjadi seorang penakut? Apakah menurutmu Sekte kami akan takut terhadap seseorang pemuda yang tanpa memiliki latar belakang?”


Tiba-tiba, wajah suram hilang dari wajah Tang Li, "Saudara She, sepuluh pil roh kelas atas pada anak itu, dapatkah kau menjualnya ke Paviliun Bunga Anggrek kami setelah kau mengambilnya dari anak itu setelah ini?"


Menurut Tang Li, dengan kemarahan She Dong, Zhang En tidak akan bisa melarikan diri.


She Dong tertawa terbahak-bahak, "Kalah soal itu, tidak akan menjadi masalah."


•••


“Kakak Zhang, soal Shao Dong itu, bagaimana kita…?” Setelah keluar dari Paviliun Bunga Anggrek, Putri Hong Xiao tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata apa-apa.


“Jangan khawatir!” Zhang En sudah tahu apa yang ingin dikatakan Putri Hong Xiao, dan meyakinkannya. “Lebih baik kita tinggalkan Kota Moli untuk saat ini.”


Putri Hong Xiao mengangguk setuju dengan saran Zhang En, dia mengerti alasan mengapa Zhang En ingin meninggalkan Kota Moli, hal itu adalah untuk membuat pihak She Dong mengejar mereka.


Oleh karena itu, mereka berempat tidak ingin berlama-lama didalam kota


Ketika She Dong menerima pesan bahwa kelompok Zhang En telah meninggalkan kota, senyum kegembiraan terlihat di wajahnya, "Aku tidak menyangka bocah kecil itu akan mati secepat ini." Dia mengira Zhang En mungkin tinggal di dalam Kota Moli selama beberapa hari. Tetapi dia tidak menyangka bahwa kelompok pemuda itu akan langsung meninggalkan kota setelah keluar dari Paviliun Bunga Anggrek.


Tang Li tertawa bahagia saat dia berkata, "Aku berharap Saudara She mendapatkan rejeki ganda setelah ini, mendapatkan seorang wanita cantik dan juga pil roh!"

__ADS_1


__ADS_2