Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 280. Perkumpulan Seluruh Ras Beastmen (2)


__ADS_3

"Aku juga setuju dengan Patriak Lion Zi sebagai calon Raja Dewa Binatang baru dari suku beastmen kita!" Patriak Suku Ular She Nee berbicara, "Hanya orang kuat seperti Lion Zi yang mampu memimpin ras kita sebagai Dewa Binatang yang baru!"


“Aku juga mencalonkan Patriak Lion Zi!” Patriak Suku Serigala, Lang Hay, juga berbicara.


Selanjutnya, Patriak Suku Rubah, Li Wen , menggemakan nada yang sama.


Lion Zi kemudian berdiri, menyapa She Nee, Lang Hay, dan Li Wen dengan memberi hormat lalu berbalik menghadap semua kerumunan. 


“Jika ada di antara kalian yang berpikir kekuatannya lebih kuat dariku, aku dengan senang hati menerima tantangannya, jika aku kalah, aku akan menyerahkan posisi Raja Dewa Binatang kepada pemenang!"


“Menyerahkan posisi Raja Dewa Binatang?” Patriak Suku Harimau Hu Fan berdiri dari kursi, senyum mengejek tergantung di bibirnya, “Lelucon yang sangat luar binasa! Siapakah dirimu dengan berani mengatakan menyerahkan posisi Raja Dewa Binatang? Lion Zi, apakah kau menyiratkan bahwa kau sudah menjadi Raja Dewa Binatang yang baru sekarang?”


Lion Zi mengabaikan semua perkataan Hu Fan, berkata, "Hu Fan, apakah kau ingin bertarung denganku ..?"


Hu Fan menatap kerumunan saat dia berkata, "Aku tidak keberatan ikut memilih calon Dewa Binatang yang baru, namun, itu harus mematuhi aturan lama ras kita, siapa pun yang memiliki Tongkat Dewa Binatang, dia akan menjadi Dewa Binatang yang baru dari suku beastmen kita..!"


"Benar, semua sesuai dengan aturan leluhur kita, siapa pun yang memiliki Tongkat Dewa Binatang, orang itu akan menjadi Dewa Binatang kita!" Patriak Suku Ayam Huo Ay setuju dengan perkataan Hu Fan.


"Benar sekali! Lion Zi, jika kau dapat mengambil Tongkat Dewa Binatang, kami tidak keberatan kau mengambil alih posisi Dewa Binatang, jika tidak, jangan menyuarakan suara kentut di sekitar kami!” Sambung Patriak Suku Belut Man Yu.


Dengan adanya seseorang yang mempelopori tindakan keberatan tersebut, Patriak dari suku kecil dari Seluruh Ras Beastmen menggemakan dukungan mereka.


Tatapan mata serta wajah Lion Zi meenjadi gelap menatap Patriak Suku Ayam Huo Ay, dan Patriark Suku Belut Man Yu. 


Menekan niat membunuh yang meningkat di dalam hatinya, suara suram Lion Zi terdengar di alun-alun, "Aku sangat sadar bahwa menurut aturan Ras Beastmen kita, hanya orang yang memiliki Tongkat Dewa Binatang yang akan diakui sebagai Dewa Binatang sejati, namun, Tongkat Dewa Binatang telah hilang selama ribuan tahun. Haruskah kita terus berselisih saat kita terus menunggu Raja Dewa Binatang tanpa harapan sampai Tongkat Dewa Binatang muncul kembali?! ”

__ADS_1


Mereka semua yang mendengar peryataan Lion Zi langsung diam.


Lion Zi mendorong lebih keras suaranya, “Kami menggunakan cara ini untuk memilih Dewa Binatang yang baru, karena ini adalah metode paling adil dalam pemilihan yang kami rencanakan! Tentu saja, siapa pun yang memegang Tongkat Dewa Binatang di masa depan, aku akan menyerahkan posisi Dewa Binatang kepadanya sesuai dengan aturan kita!"


Patriak Suku Ayam Huo Ay tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan perkataan menghina, "Kata-kata yang sangat indah, jika Tongkat Dewa Binatang tidak pernah muncul, apakah itu berarti bahwa kau akan menduduki posisi Dewa Binatang selamanya? Kau pasti butuh waktu untuk merencanakan skema rencana yang luar biasa ini!”


"Benar, Tongkat Dewa Binatang telah hilang begitu lama, siapa yang tahu kapan dan di mana tongkat itu akan muncul!" Patriak Suku Belut Man Yu menambahkan, "Apakah kau berencana untuk menduduki posisi Dewa Binatang selamanya?"


Sebuah cahaya berkedip di mata Lion Zi menjawab, "Patriak Huo Ay dan Patriak Man Yu, apakah kalian berdua memiliki metode yang lebih baik?"


Tidak ada di antara mereka berdua yang berbicara kali ini untuk menjawab pertanyaan Lion Zi.


Patriark Suku Harimau Hu Fan memandang Zhang En dari sudut matanya, Zhang En hanya menggelengkan kepalanya, menunjukkan bahwa tidak perlu terburu-buru.


Kerumunan Ras Beastmen di bawah merasakan tubuh mereka tegang dalam sekejap, menatap kelompok penyusup yang baru datangnkurang lebih berjumlah enam puluh orang yang mempunyai tingkat kekuatan ahli Pertapa Dewa dan Alam Dewa Surgawi.


Selain itu, mayoritas dari mereka adalah ahli Alam Dewa Surgawi tingkat menengah dan tinggi.


"Mereka adalah orang-orang dari Sekte Gagak Hitam..!" Ucap salah satu dari beastmen yang ada di bawah.


Keterkejutan menyapu kerumunan seluruh Ras Beastmen.


Zhang En mencibir dalam hati, dia tidak berharap Sekte Gagak Hitam akan mengirim lebih dari enam puluh ahli Sekte mereka ke sini, terlebih lagi, kebanyakan dari mereka adalah ahli alam Prtapa Dewa tingkat tinggi.


Dan yang memimpin kelompok ini adalah seorang Tetua Sekte Gagak Hitam, Gě Gě.

__ADS_1


Sudah tiga tahun sejak pertempuran mereka di Kota Xinyu, dan dari segi penampilan, Gě Gě sepertinya tidak berubah sama sekali dibandingkan tiga tahun lalu.


Di samping Gě Gě ada Jiang Shi.


Melihat Gě Gě dan rombongan Tetua Sekte Gagak Hitam tiba, Patriak Suku Singa Lion Zi dan para Tetua Suku Singa melangkah maju untuk memberi salam dengan tangan menangkup diiringi senyum cerah, "Tetua Gě!"


Patriak Suku Ular She Nee dan yang lainnya yang sudah beraliansi dengan cepat mengikuti di belakang dengan sikap yang hormat.


Gě Gě mengangguk sedikit. Kelompok besar itu mengikuti Gě Gě ke tengah alun-alun dan duduk dengan sikap sombong yang terlihat sangat jelas.


“Awalnya, Sekte kami tidak berencana untuk ikut campur dalam urusan Ras Beastmen, tapi kami tidak tega melihat kalian terus bertengkar dan hancur dari dalam, serta berkelahi satu sama lain.” Gě Gě berkata, "Kami percaya bahwa Patriak Lion Zi, setelah terpilih sebagai Dewa Binatang yang baru, mampu memimpin seluruh Ras Beastmen sampai ke puncak, menaklukkan Benua Mata Angin ini sekali lagi!"


Kata-kata Gě Gě sangat jelas dan langsung menyatakan dukungan untuk Lion Zi sebagai Dewa Binatang yang baru.


Tentu saja, kata-katanya juga mengandung ancaman saat dia berkata, "Siapapun yang keberatan, secara tidak langsung berarti melawan Sekte Gagak Hitam, mereka akan menjadi musuh Sekte kami."


Keheningan yang berat memenuhi alun-alun itu, tidak ada yang berani mengeluarkan suara.


Pateiak Suku Ayam dan Suku Belut yang protes keras sebelumnya berubah menjadi bisu. Lagipula, tidak semua orang mau menyinggung kekuatan salah satu Sekte raksasa golongan Hitam seperti Sekte Gagak Hitam.


Lion Zi tersenyum kepada Gě Gě, “Terima kasih banyak kepada Tetua Gě Gě dan banyak terima kasih juga kepada Tetua Jiang Shi. Tetua Gě Gě, setelah aku terpilih sebagai Dewa Binatang dari Ras Beastmen, aku tidak akan mengecewakan Sekte Gagak Hitam di masa depan..!"


Kalimat ini menunjukkan kesetiaannya secara langsung kepada Sekte Gagak Hitam.


Makna yang mendasarinya terdengar keras dan jelas bagi semua beastemen yang hadir di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2