Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 25. Turnament Kekaisaran V


__ADS_3

"Ketua Xin, apa yang sedang kamu pikirkan? Sepertinya ada hal menarik yang Ketua sembunyikan!" tanya Tetua agung sambil melirik Ketua Xin yang tidak terlihat seperti biasanya.


"Tetua agung, apakah tetua melihat pemuda yang mengalahkan murid dari Sekte Awan Biru?" Tanya ketua Xin malah membuat Tetua agung sekte nya itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena masih belum mendapat jawaban dari pertanyaan yang dia tanyakan.


"Aku melihatnya. Hanya saja, apa hal yang sampai membuat Ketua Xin terlihat sangat senang? Pemuda itu sepertinya tidak berasal dari salah satu sekte yang ada di Kekaisaran kita karena aku juga tidak melihat dia tidak memakai jubah yang menunjukkan dia berasal dari salah satu Sekte yang ada dikekaisaran kita saat ini?"


"Hahaha...Dia pemuda yang sudah aku ceritakan dan aku pilih sebelumnya untuk menjadi penerusku" Balas Ketua Xin terkekeh sambil tertawa lebar.


Mendengar perkataan dari Ketua Xin Long, Pria paruh baya itu terkejut karena tidak menyangka pemuda yang sudah dipilih Ketua Sekte adalah salah satu peserta yang sangat mendominasi semenjak dari babak penyisihan awal.


Memang, Zhang En sudah menarik perhatian dari semua penonton yang sudah menyaksikan setiap pertarungan yang ditampilkan oleh Zhang En. Bahkan Kaisar Zhu sendiri sedikit tertarik dengan Zhang En dan menganggap Zhan En sebagai salah satu peserta yang memiliki bakat serta potensi yang sangat luar biasa pada turmanent kali ini.


Bukan hanya Kaisar Zhu, beberapa Ketua Sekte dari lainnya juga sudah mulai merasa tertarik dengan Zhang En dan akan merekrutnya karena Pemuda itu saat ini sudah menjadi daftar peserta yang sangat diperhitungkan dan dianggap berbakat.


"Ketua Xin Long, Aku lihat pemuda itu memiliki potensi yang sangat luar biasa. Aku melihat pemuda itu tingkat kultivasinya berada pada pendekar Tingkat Langit awal dan bisa mengalahkan murid dari sekte awan biru yang tingkat kultivasinya sudah berada pada tahap langit akhir. Hanya saja, Aku masih belum yakin dia akan masuk 5 besar karena lawan-lawan yang akan dia hadapi pada pertandingan selanjutnya adalah murid-murid berbakat dari sekte besar" jawab Tetua agung sambil memberi pendapat.


"Bukan nya Ketua sendiri mengatakan bahwa Tingkat kultivasinya berada para ranah pendekar tahap langit akhir?"


Mendengar perkataan dan penjelasan dari Tetua agung, Ketua Xin tidak menunjukan kekhawatiran diwajahnya.


"Ternyata, Calon penerusku sangat pintar menyembunyikan sesuatu" ucap Ketua Xin Long santai.


"Maksud Ketua Xin?" tanya Tetua agung semakin bingung mendengar kata-kata Ketua sekte yang membuatnya semakin sulit mengerti.


"Tetua agung, kamu pasti terkejut jika mengetahui yang sebenarnya. Anak itu sebenarnya sudah menekan tingkat kultivasinya dengan sebuah teknik khusus miliknya, Hanya saja, mata orang tua ini masih bisa melihat tingkatannya walau dia sudah menggunakan teknik khusus miliknya"


"Maksud Ketua?"


"Pemuda itu sebenarnya bukan berada pada tingkat Langit. Saat ini dirinya sudah berada pada tahap suci awal"

__ADS_1


"Apa? Tingkat suci awal" ucap Tetua agung terkejut dan hampir berteriak.


"Sungguh pemuda yang sangat berbakat" sambung Tetua agung senang.


"Aku ingin Tetua agung mengawasi pemuda itu sampai pertandingan selesai berakhir"


"Baik Ketua" jawab pria paruh baya itu sambil pergi meninggalkan kursi utama.


••••


Setelah meninggalkan arena, Dua orang wanita sedang mengikuti Zhang En yang sedang menuju ke ruangan ganti yang telah di sediakan. Pada saat hendak masuk ruangan, seorang wanita muda menghentikannya.


"Tunggu!" kata wanita itu kepadanya.


Zhang En langsung menolehkan kepalanya melihat asal suara itu dan melihat seseorang wanita yang sedang terlihat menuju ke arahnya bersama seorang wanita cantik ada di sampingnya.


Zhang En segera memutar badannya yang tubuhnya masih kelihatan akibat pertarungan tadi. Ke dua wanita itu langsung menghampiri Zhang En yang berdiri didepan pintu ruangan menunggu mereka.


"Tidak apa-apa.. ada apa nona memanggilku?" jawab Zhang En datar.


"Mmm. Tuan, Nona mudaku ingin menemui tuan dan ingin berbicara sebentar kepada tuan" jawab wanita itu yang agak sedikit gugup dan menunduk ke bawah karena melihat pria itu tidak memakai baju ditubuh bagian atasnya dan menampakkan otot-otot kekar.


"Nona mudamu?"sambil melirik wanita di sebelahnya.


Ternyata nona muda yang dimaksud oleh wanita itu adalah wanita yang pernah bertemu dengan Zhang En dirumah makan keluarga Xuan.


"Tuan Zhang.. Kita kembali bertemu lagi" ucap wanita itu menampilkan sikap anggun dan tersenyum ke arah Zhang En


"Oh.. Nona Yhu Zhu Xuan, ada apa nona menemuiku?" balas Zhang En tanpa ekspresi sambil melihat wajah wanita cantik itu.

__ADS_1


Melihat tatapan dari Zhang En, Yhu Zhu Xuan merasakan hatinya berdetak kencang melihat tatapan mata pria tampan itu, apa lagi saat ini dirinya dengan pria itu sedang saling berhadapan dan membuatnya sedikit gugup.


"Mmm... Tuan Zhang, ini adalah pelayan saya" sambil mengalihkan matanya kearah wanita yang ada di sebelah nya.


"Tuan Zhang, perkenalkan aku Hao Yie pelayan nona Yhu" ucap Hao Yie.


Setelah memperkenalkan dirinya, Hao Yie langsung menjauh dari tempat itu dan meninggalkan mereka berdua untuk berbicara.


Yhu Zhu Xian sedikit protes dan memanggil wanita itu saat meninggalkan mereka berdua disana,


"Hao Yie.. Kau ke-.."


"Nona Yhu, apa yang ingin nona bicarakan?perkataan Yhu Zhu Xuan langsung dipotong oleh Zhang En. Yhu Zhu Xuan hanya pasrah ditinggalkan oleh Hao Yie.


"Mmm. A-aku hanya ingin melihat dan menanyakan keadaanmu saja" jawab Yhu Zhi Xuan sambil malu-malu dan memutar-mutar rambut panjangnya.


"Eh, Aku baik-baik saja nona Yhu" jawab Zhang En agak sedikit terkejut dengan perkataan wanita itu.


"Baguslah. Aku hanya sedikit khawatir denganmu" balas Yhu Zhu Xuan dengan bibir bergetar.


"Itu..Mmm... N-nonna Yhu, jangan khawatir, Aku tidak mendapatkan luka apapun dan aku baik-baik saja seperti yang nona Yhu lihat" jawab Zhang En kebingungan. Dia tidak menyangka wanita itu mengkhawatirkan dirinya padahal dia merasa tidak ada hubungan apa-apa antara dirinya dengan wanita itu.


Yhu Zhu hanya menunduk malu dan sedikit kesal karena Zhang En tidak menunjukkan sedikitpun ketertarikan dengan nya. Wanita itu pun langsng pergi dengan mata berkaca-kaca meninggalkan Zhang En dan mendekati Hao Yie dan pergi tanpa mengatakan apa-apa.


Zhang En tidak perduli dengan hal itu dan langsung masuk kedalam, setelah membersihkan badannya, Zhang En langsung membuka cincin penyimpanan miliknya dan mengeluarkan satu pasang baju untuk dipakai.


Setelah itu, Zhang En langsung pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju kursi peserta turnament untuk mengikuti babak selanjutnya.


Babak penyisihan hari kedua ini menyisakan 20 orang peserta yang akan segara bertandingan untuk masuk dapat masuk ke babak 10 besar.

__ADS_1


Pada pertandingan dibabak ini, Zhang En tidak menemukan lawan yang sulit, Zhang En kembali memenangkan pertandingan dengan mudah dan masuk 10 besar.


Akhirnya, pertandingan memperebutkan posisi 10 besar berakhir. Peserta yang Masuk 10 besar kali ini didominasi oleh para murid berbakat dari setiap 7 sekte besar yang ada dikekaisaran.


__ADS_2