Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 201. Meninggalkan Kerajaan Bintang Selatan


__ADS_3

Dia terus mengamati dan berlatih sebentar, lalu duduk bermeditasi, menelan pil Naga Langit.


Ketika Zhang En telah sepenuhnya menyerap Pil Naga Langit, dia keluar dari Kuil Gunung Dewa Emas. Di luar sudah cerah, dan bangunan istana memantulkan cahaya matahari pagi yang menyilaukan, bersinar seperti kubah emas.


Pada saat ini, salah satu pelayan istana menemui Zhang En untuk memberi tahu bahwa Putri Hong Xiaofei ada di sini untuk berkunjung.


"Biarkan dia masuk." ucap Zhang En, tetapi dia bingung, mengapa Hong Xiaofei ini datang menemuinya.


Tidak butuh waktu lama bagi boneka raksasa yang selalu mengawal Zhang En di pintu kediamannya datang bersama dengan Hong Xiaofei di belakangnya.


Hari ini, Hong Xiaofei mengenakan gaun panjang berwarna hijau, bibir ceri kecilnya tampak lembab dan lembut. Dia memiliki ciri-ciri wajah yang sangat indah, kecantikannya alami bahkan tanpa riasan apapun. Matanya yang riang mengisyaratkan bahwa di seorang pemalu, orang tidak bisa untuk tidak tersentuh saat melihatnya.


Zhang En tertegun sejenak pada penampilan Hong Xiaofei. Ketika Hong Xiaofei berdiri di depannya, aroma parfum yang menggoda indra Zhang En dan membuatnya sedikit terpana.


Zhang En menertawakan dirinya sendiri, sepertinya temperamennya tidak cukup kuat untuk menahan seedikit godaan.


"Apa ada masalah sampai-sampai Putri harus menemui aku?" Zhang En berinisiatif untuk bertanya.


Hong Xiaofei memandang Zhang En, sudut bibirnya sedikit terangkat, "Apakah itu berarti aku tidak dapat mencarimu jika tidak ada masalah?"


Zhang En tersedak sedikit, menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Itu tidak benar."


“Kenapa kau tidak panggil saja aku Xiaofei?” Honh Xiaofei sedikit ragu-ragu sebelum berbicara.


"Xiaofei? Baiklah." Zhang En mengangguk, dia adalah Junior Raja Hong Bei, tidak ada salahnya menyebut Hong Xiaofei dengan nama aslinya.


Mata Hong Xiaofei berbinar melihat persetujuan Zhang En, "Kakak En, apakah kau akan pergi ke Benua Awan Bintang?"


"Kakak En?" Zhang En diam sejenak, tapi dia masih mengangguk, "Iya, kami ini aku akan ke sana untuk sesuatu hal."


"Bisakah kau membawaku?" Tanya Hong Xiaofei.


“Membawa kau bersamaku?” Zhang En terkejut.


“Sampai sekarang, aku belum pernah keluar dari Kerajaan Bintang Selatan, aku juga ingin pergi ke Benua Awan Bintang untuk melihat-lihat.”


Zhang En tidak setuju, "Tidak." 


Perjalanan yang dia lakukan ke Benua Awan Bintang penuh dengan bahaya, jika sesuatu yang tidak terduga terjadi pada Hong Xiaofei, bagaimana dia harus bertanggung jawab kepada Kakak Seniornya Raja Hong Bei.


“Kau takut aku akan menjadi beban?” Hong Xiaofei membujuk, "Aku sudah menjadi ahli Pertapa Dewa, aku bisa melindungi diriku sendiri."

__ADS_1


Zhang En bersikukuh untuk tidak membawanya, "Jangan membicarakan masalah ini lagi."


Wajah Hong Xiaofei cemberut, terlihat sangat muram dan sulit untuk ditolak, tetapi meskipun begitu, Zhang En tidak mengubah keputusannya. Menyaksikan ekspresi marah Hong Xiaofei, Zhang En tertawa di dalam hatinya memikirkan Fang Yao. Jika orang itu tahu bahwa dia baru saja menolak Hong Xiaofei untuk ikut bersamanya, tidak diketahui berapa lama orang itu akan menangis darah dan memukul dadanya.


•••


Waktu mengalir seperti air dan Zhang En telah tinggal di Istana Kerajaan Bintang selatan selama tiga hari.


Pada siang hari, Zhang En bertukar petunjuk kultivasi dengan Raja Hong Bei, sementara pada malam hari, dia terus mengamati dan memurnikan dua belas naga dewa primordial di dalam Kuil Gunung Dewa dan berlatih Dua Belas Bentuk Dewa Naga. Pada akhirnya sesi latihannya, dia akan menelan Pil Naga Langit, Pil Esensi Naga Api dan Air, Pil Buddha Naga, dan pil kelas tinggi lainnya saat bermeditasi.


Saat itu ketika Zhang En berada di reruntuhan Klan Naga Kuno, di Istana Naga dia menemukan lebih dari sepuluh botol Pil Naga Ilahi, setiap botol berisi dua belas pil. 


Kekuatan Zhang En tumbuh setiap hari, dan dia terus menyerap esensi naga sejati yang dipancarkan oleh Mutiara Naga di dahinya.


Setiap kali Zhang En berlatih, simbol kecil di dahinya akan berkilau dengan lingkaran cahaya yang semakin jelas.


Tiga hari berlalu.


Di luar pintu Istana Bintang Selatan, Hong Bei, Permaisuri Lin Mengle, Hong Xiaofei, dan sekelompok pangeran dan cucu kerajaan berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zhang En, Zhao Shu, dan Zhang Fu.


Sebwlumnya, Zhang En telah memindahkan semua isi Cincin spasial miliknya pertama ke dalam Cincin Penguasa Gerbang naga, cincin ini adalah Cincin Naga dan Zhang En mengeluarkan botol giok dari Cincin itu , memberikannya kepada Hong Bei, “Kakak Senior, selama beberapa hari ini tinggal di istana Kakak, Adik junior ini tidak memiliki apa-apa untuk diberikan sebagai imbalan, iniada sepuluh Pil Naga Jade Emas, ambillah.”


Hong Bei menggelengkan kepalanya setelah pulih dari keterkejutannya, "Tidak, ini terlalu berharga, aku tidak bisa menerimanya!"


Pil Naga Jade Emas ini adalah pil kelas ilahi yang sangat langka, masing-masing dari pil itu adalah harta yang tak ternilai harganya.


Zhang En membujuknya, "Aku menemukan pil ini di reruntuhan Klan Naga Kuno, aku masih memiliki banyak pil lainnya, ambillah."


Pikiran Raja Hong Bei menjadi kosong sesaat, lalu dia mengalah, "Baiklah, Kakak Senior akan dengan penuh terimakasih akan menerimanya." Mengambil botol itu, dia dengan hati-hati menyimpannya.


Mata Zhang En tertuju pada Hong Xiaofei. Setelah berpikir singkat, dia mengeluarkan dua benda seperti krisral ​​merah seukuran kepalan tangan di depan semua orang, memberikannya kepada Hong Xiaofei.


Hong Bei mengira itu hanya beberapa kristal berwarna merah biasa, tetapi setelah melihat lebih dekat lagi, matanya melebar sebelum dia bisa menahan diri, "Kristal Darah Naga ?!"


Perkataan Raja Hong Bei yang tiba-tiba ini mengatakan bahwa dua batu itu adalah 'Kristal Darah Naga' mengejutkan Permaisuri Lin Mengle dan Hong Xiaofei.


Zhang En mengangguk, "Ya, itu adalah Kristal Darah Naga." 


Di reruntuhan Klan Naga Kuno, Zhang En menjarah hampir seribu keping Kristal Darah Naga ukuran besar dan kecil.


Beberapa saat kemudian, Hong Xiaofei memegang Kristal Darah Naga yang diberikan Zhang En di tangannya. Melihat Zhang En dia berkata, "Terima kasih, Kakak En."

__ADS_1


Tatapan mata Permaisuri Lin Mengle benar-benar membuat Zhang En merasa tidak nyaman. Pada akhirnya, Zhang En juga memberikan dua buah Kristal Darah Naga kepada Permaisuri Lin Mengle, sehingga membuatnya sangat bahagia hingga dia tersenyum lebar tanpa henti.


"Adik Junior, semua ini terlalu berlebihan." Sebagai Raja Agung Kerajaan Bintang Selatan, Hong Bei memiliki banyak harta, namun menerima begitu banyak barang berharga dari Zhang En sekaligus, Pil Jade Emas dan Kristal Darah Naga membuatnya merasa sedikit malu.


Zhang En tersenyum kecil, "Seratus kendi Anggur Bintang yang kau berikan padaku sama berharganya dengan Pil itu."


Zhang En tertawa kecil mendengar jawaban Zhang En, “Kalau begitu, saat kau kesini lagi, aku akan memberimu seratus kendi. Pada saat itu, kita bersaudara akan minum sepuasnya!”


Zhang En menjawab, "Setuju!" Dia menangkupkan tangannya pada Zhang En lalu berbalik dan pergi dengan Zhao Shu, Zhang Fu, dan dua boneka raksasa yang mengikuti di belakang, dengan sangat cepat menghilang dari pandangan mereka.


Raja Hong Bei menarik kembali pandangannya dan berbalik. Melihat putrinya masih melihat ke arah Zhang En yang sudah pergi, dia lalu menggoda putrinya itu, "Orang itu sudah pergi, apakah kau masih ingin tetap berdiri dan melihat arah dia menghilang?"


Homh Xiaofei menyadari kesalahannya, dan melihat sorot mata ayahnya, pipi kecilnya memerah, "Siapa bilang aku melihat?" Dia melarikan diri ke dalam istana setelah melemparkan kalimat itu.


Hong Bei dan Lin Mengle berbagi tawa karena telah berhasil memggoda putri mereka.


Dua hari kemudian, kelompok Zhang En melintasi perbatasan keluar dari wilayah Kerajaan Bintang Selatan, mencapai daerah pegunungan yang berbatu.


Zhao Shu berbicara, "Penguasa Muda, tidak jauh dari sini adalah Hutan Binatang Iblis dan Ngarai Laut Mati, haruskah kita menyeberangi Hutan Binatang Iblis untuk mencapai Benua Awan bintang atau melewati Ngarai Laut Mati?"


Mirip dengan Hutan Asal, Hutan Binatang Iblis adalah hutan zaman kuno, dan titik antara Benua Awan Bintang dan Benua Salju Angin adalah Ngarai Laut Mati.


Zhang En memiliki dua rute untuk dipilih, apakah bepergian melalui Hutan Binatang Iblis atau Ngarai Laut Mati, untuk mencapai Benua Awan Bintang.


"Kita melalui Hutan Binatang Iblis saja." Zhang En memutuskan.


Binatang iblis tingkat tinggi berkeliaran di Hutan Binatang Iblis, sedangkan selain makhluk laut yang ada di Ngarai Laut Mati, ada juga celah ruang di Ngarai Laut Mati.


Celah ruang ini di sebut celah ruang angkasa. Jika mereka ceroboh dan tersedot ke dalam celah ruang Ngarai Laut Mati, siapa yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum mereka bisa keluar dari dalam ruang itu, dan hanya membuang-buang waktu.


itu adalah salah satu alasan utama Zhang En memilih untuk melewati Hutan Binatang Iblis.


Dengan demikian, kelompok Zhang En terbang ke arah Hutan Binatang Iblis.


-


-


-


Jangan lupa Like & Vote!

__ADS_1


__ADS_2