
Murid Gerbang Naga yang babak belur itu bernama, Deng Cong, dia sedang memelototi sekelompok murid Kultus Dewa Bintang dengan kebencian membara di matanya, berkata, "Bunuh aku jika kau punya nyali, kau ingin aku menjilat kaki kalian sampai bersih, Phuihhhh !” Ludah bercampur darah berceceran dan mengenai beberapa murid Sekte Dewa Bintang.
Murid Sekte Dewa Bintang bernama Liu Guowei lalu berdiri dengan marah, dia berkata, “Kau benar-benar berpikir bahwa aku tidak berani mengambil nyawamu ?! Biar kuberitahu, bahkan jika aku membunuhmu di sini, Pemimpin Domain Kota Nagamu bahkan tidak akan punya nyali untuk kentut di depan kami! ” Tangan Liu Guowei bergerak, siap untuk membunuh murid Gerbang Naga bernama Deng Cong dengan serangan mematikan.
Tapi tindakan Liu Guowei dihentikan oleh murid kultus Dewa Bintang lainnya, “Kita terlalu berbelas kasihan dengan langsubg membunuhnya, bukankah dia bermimpi untuk menjadi seorang pahlawan, dengan berani menyelamatkan seorang gadis cantik yang dalam kesusahan! Kita harus menghancurkan 'burung' di antara kedua kakinya, sehingga dia tidak akan pernah bisa menyentuh seorang wanita seumur hidupnya, lalu hancurkan juga Dantian miliknya, bukankah itu lebih baik ?! Dengan begitu dia merasakan kematian kapan saja, tapi dia tidak akan bisa mati semudah yang dia bayangkan! "
"Itu benar! Selain itu, mari kita buat Yang Le'er ini telanjang di depannya, biarkan dia melihat bagaimana kita memeras payud4raa besar milik wanita ini! " Murid lainnya juga berteriak ketika dia menunjuk ke arah gadis berpakaian hijau yang berdiri di samping mereka.
Saran ini menimbulkan tawa heboh dari teman mereka yang lain.
Gadis itu memiliki ciri-ciri kulit yang sangat halus, dianugerahi sepasang mata sipit yang terlihat genit yang terlihat lembab dan jernih dan sangat-sangattt sangat menawan. Terutama kedua gunung kembar di dadanya, besar, berisi dan padat. Pemandangan ini adalah sesuatu yang gagal disembunyikan oleh lapisan pakaian tubuh Gadis itu.
Gadis ini adalah putri pemilik Restoran Raja Tongkat, Yang Le'er.
Air mata seperti kristal menggantung di tepi mata Yang Le'er, wajahnya terlihat sangat menggemaskan bahkan saat dia menggerutu dengan amarah, "Apakah Kalian berani!"
Liu Guowei berteriak jahat, "Apakah kami berani atau tidak, biarkan kami menunjukkannya kepadamu dengan tindakan kami!" Dia mengulurkan tangannya ke arah Yang Le'er saat dia mengucapkan kata-kata itu, dengan kasar menariknya, sementara tangannya yang lain ingin merobek pakaian gadis itu di tempat.
Tidak ada satu orang pun dari kerumunan yang melangkah untuk menghentikan tindakan murid-murid Sekte Dewa Bintang ini. Mereka malah melebarkan mata cerah bersinar agar tidak melewatkan apa pun, menunggu tindakan Liu Guowei.
Namun, tiba-tiba Liu Guowei merasakan sakit yang menusuk di tangannya. Saat kepalanya menoleh untuk melihat, seorang pemuda berambut hitam sudah berdiri di belakangnya tanpa dia sadari. Pada saat ini, tangan pemuda itu sudah mencengkram kedua tangannya dengan erat.
"Apa yang kau lakukan!" Liu Guowei ketakutan dan marah, berteriak keras.
Zhang En mendengus dengan dingin, dengan sedikit memutar tangannya, dia melemparkan orang itu ke udara sambil menyalurkan sejumlah kecil Qinya dan suara patah tulang terdengar setelah itu.
__ADS_1
Jeritan kesedihan Lui Guowei terdengar saat seluruh tubuhnya terlempar mengenai meja dan kursi yang hancur saat dia jatuh ke lantai.
"Tanganku!" Liu Guowei berteriak.
Kerumunan dengan cepat melihat ke arahnya, memperhatikan bahwa kedua tangannya benar-benar patah saat tangannya tergantung lemas di sampingnya, tangannya tidak dapat dia angkat lagi.
Murid Sekte Dewa Bintang lainnya tercengang, tetapi dengan cepat tersadar dari keterkejutan mereka.
"Hehe, datang seorang lagi orang yang sok jadi pahlawan!" Murid Sekte Dewa Bintang, Hu Guang, menatap dingin ke arah Zhang En disertai dengan tawa sinis, "Berandal kecil, apakah kau tahu konsekuensi dari melukai salah satu murid Kultus Dewa Bintang ?!"
Zhang En mengangkat bahu seperti tidak peduli, "Oh, aku ingin tahu apa konsekuensinya."
Suara Hu Guang menjadi sedingin es, "Kau akan mengalami seratus kali lebih buruk dari dia!" Sebuah jari menunjuk Deng Cong, "Selain itu, tidak ada yang bisa menyelamatkanmu setelah ini!"
Di antara enam murid Sekte Dewa Bintang, Liu Guowei adalah yang terlemah, hanya di ranah Pendekar Suci akhir, sedangkan Hu Guang adalah ranah Pendekar Dewa menengah, oleh karena itu, dia menganggap kekuatan Zhang En tidak lebih dari setitik debu kecil di matanya.
Deng Cong berhasil bangkit dan berdiri, kemulian berbicara kepada Zhang En, "Saudara, cepat lari, larilah sejauh yang kau bisa."
"Lari?" Dengusan menghina Hu Guang terdengar, "Hari ini, tidak ada yang bisa melarikan diri diantar kalian berdua!" Lima murid Sekte Dewa Bintang segera menyebar, mengelilingi Zhang En dan Deng Cong di tengah.
Hu Guang melangkah dengan percaya diri ke arah Zhang En. Jari-jarinya menekuk menjadi cakar dan menerjang langsung ke tubuh Zhang En.
“Cakar Racun Beracun!”
Daging di tangannya menyusut, mengering dalam sekejap mata. Mereka tampak seperti tulang putih yang dicakar dari kuburan, mengeluarkan bau seperti mayat busuk. Orang bisa melihat sekilas bahwa ini adalah teknik racun yang sangat ganas.
__ADS_1
Melihat serangan Hu Guang, Zhang En hanya mengangkat tangannya dan menunjuk ke arahnya.
Sikap Zhang En memicu percikan di hati Hu Guang. "bajingan ini mencari kematiannya sendiri!" Ucapnya dalam hati.
Menurutnya, dia teah mengembangkan jurus Cakar Raxuntingkat tinggi ini dengan menyerap aura kematian yang sudah terakumulasi dan berubah menjadi racun mayat yang kuat. Bahkan seorang Kultivator ranah pendekar Dewa menengah akan menghadapi kematian jika mereka terkorosi oleh racun ini, tetapi tubuh mereka membusuk dulu baru mati.
Tapi, pada saat berikutnya, wajahnya menegang, kekuatan luar biasa yang membuat jiwanya bergetar membasuhnya dari serangan jari Zhang En, menghancurkan aura kematian Cakar beracun miliknya, menembus langsung ke telapak tangannya.
Rasa sakit yang tak terlukiskan membuat Hu Guang menjerit serak di tenggorokannya. Tubuhnya terhuyung-huyung ke belakang dengan lemah, tetapi matanya yang ketakutan tidak pernah meninggalkan wajah Zhang En saat hawa energi dingin yang dapat membekukan menyerang setiap bagian tubuhnya.
Hu Guang melihat telapak tangannya dan melihat ke dua lubang berdarah bersarang dibagian depan telapaknya, yang dilapisi kabut hitam aneh menari-nari di sekeliling lukanya. Seseorang bahkan bisa mendengar teriakan yang menyayat hati saat kabut hitam itu berkelok-kelok di permukaan kulitnya.
Segala sesuatu yang sedang terjadi didepan mata mereka memasuki mata empat murid Kultus Dewa Bintang lainnya. Mereka masing-masing mulaj tampak tidak begitu sombong dengan wajah yang sedikit pucat, karena kekuatan Hu Guang adalah yang terkuat di antara mereka.
“Kau, kau siapa ?!” Hu Guang menuntut dengan marah menatap Zhang En, sambil menjalankan qi pertempurannya, mencoba mengeluarkan Qi berhawa dingin dari dalam tubuhnya. Tetapi dia memperhatikan bahwa hawa dingin didalam tubuhnya menjadi semakin menusuk jauh kedalam tulangnya.
Zhang En berjalan mendekati Hu Guang, menyebabkan Hu Guang bergerak mundur dengan perasaan bingung.
"Serang dan bunuh dia!"
Mendengar perintah Hu Guang, empat murid lainnya menyerang Zhang En sekaligus.
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa Like & Vote!