
Seorang pasukan dari Klan Mo juga tiba-tiba berlari. Mereka semua merasa bingung, sampai salah satu prajurit sudah berada di depan Mo Chan.
Nada suaranya penuh hormat tetapi tersa tegang, "Melapor kepada tetua, sisi barat Kota Kekaisaran sedang diserang oleh musuh!"
Beberapa prajurit yang berdiri di belakang Mo Chan saling bertukar pandang.
Kerutan samar muncul di antara alis Mo Chang dan dia bertanya, "Berapa banyak musuh yang menyerang?"
“Sekitar dua puluh orang.” Prajurit itu dengan jujur melaporkan.
"Benarkah?" Mo Chan merasa terkejut sejenak.
“Tetua, mereka kemungkinan besar adalah Klan kecil dunia ini yang mencoba memberontak. Semut-semut ini tampak telah lelah hidup, beberapa dari kita akan pergi dan menangani mereka, tidak perlu untuk Tetua turun tangan dengan keributan yang tidak penting ini. ” Salah satu prajurit berkata dan mencoba untuk mendapatkan beberapa prestasi di hadapan Mo Chan.
Memikirkan hal ini, Mo Chan mengangguk, “Bagus sekali, beberapa dari kalian pergi dan menangani mereka, tapi jangan bunuh mereka dulu. Tangkap saja mereka! Kemudian, aku ingin mengeksekusi mereka tepat di depan Zhu Shan dan para budak lainnya, biarkan mereka menyadari apa akhir yang didapat oleh mereka yang berani memberontak! Biarkan mereka tahu bahwa, di mata kita, mereka hanyalah semut!”
"Baik tetua! Yakinlah tetua, kami pasti akan menangkap mereka hidup-hidup!"
Beberapa diantara prajurit itu Ying dengan sungguh-sungguh memjawab.
Mo Chan mengangguk puas, melambaikan tangannya, "Baik, kalian boleh pergi."
Para pasukan itu mengangguk dan memberi hormat sebelum berbalik ke gerbang kota bagian barat kelaisaran, terbang dengan kecepatan tinggi.
...
Di udara, jauh di atas gerbang barat Kota Kekaisaran Ming, semua kelompok Zhang En merasa marah melihat situasi di dalam kota. Terutama Fang Yao, niat membunuhnya hampir membekukan udara di sekitarnya.
Di dalam Kota Kekaisaran, banyak murid dan tetua Klan Fang mereka yang dulunya memilih untuk tinggal mengenakan pakaian tahanan, tangan dan kaki mereka diikat dengan belenggu berat saat mereka membawa bijih besi yang besar, dipaksa melakukan kerja paksa seperti budak.
Pakaian mereka juga ternoda oleh belas darah kering dan segar, bukti bahwa mereka sering dicambuk dan disiksa
__ADS_1
Ledakan keras sebelumnya datang dari serangan Fang Yao dan menghancurkan salah satu tungku raksasa menjadi berkeping-keping dengan satu pukulan karena marah!
Pada saat ini, pasukan Klan Mo yang baru saja tiba mengepung kelompok Zhang En.
“Bajingan, dari keluarga budak mana kalian berasal? Kalian memiliki keberanian menyerang area penting Kota Kekasiaran!” Salah satu pasukan itu berteriak saat dia memelototi kelompok Zhang En, “Menyerah sekarang dengan patuh, dan kami…-!”
Sebelum prajurit itu bisa menyelesaikan kalimatnya, energi tajam telah menembus di antara alisnya dalam sekejap. Tindakan prajurit itu membeku seketika, dan pada detik berikutnya, tubuhnya jatuh dari atas tembok kota, menabrak tanah dengan bunyi gedebuk.
Semua pasukan Klan Mo di sekitar tercengang. Satu-satunya rekan mereka yang terbunuh barusan adalah kapten mereka, seorang ahli ranah Alam Surgawi tahap menengah. Tetapi terbunuh dalam satu serangan.
Tatapan ketakutan mereka jatuh pada Fang Yao.
"I-Itu adalah Zhang En!" Sebuah suara tiba-tiba terdengar dari bawah. Seorang tetua dengan pakaian tahanan berseru dengan suara melengking, kegembiraan gila menyebar di wajahnya, “Dia telah kembali untuk menyelamatkan kita! ”
Teriakan melengking tetua itu langsung menggeman karena semua murid dan Tetua klan disekitarnya akhirnya mengenali Zhang En.
Mereka semua disiksa, menjalani hari-hari mereka lebih buruk daripada anjing-anjing liar dan akhirnya memiliki secercah harapan di mata mereka, kegembiraan menyebar di wajah mereka. Beberapa bahkan berlutut ke arah Zhang En dengan air mata mengalir di wajah mereka.
Selama puluhan tahun, jika bukan karena berpegang pada satu harapan bahwa Zhang En akan muncul kembali, perjuangan mereka untuk bertahan akan runtuh, menyerah untuk hidup mereka dan ingin mati.
Ketika pasukan klan Mo mendengar bahwa musuh adalah orang yang ingin ditangkap oleh Klan Mo mereka, Zhang En, mereka semua terkejut.
“Zhang En?!” Bahkan orang yang tadinya meminta untuk berurusan dengan kelompok Zhang En merasa terkejut.
Menatap kelompok Zhang En dari jauh, mereka terhenti terbang di atas tembok kota.
"Kau cepat pergi dan katakan pada Tetua Mo Chan, Zhang En telah muncul!" Salah satu prajurit memerintahkan rekannya di samping.
"Baik..!"
Tetapi, saat prajurit itu hendak berbalik untuk memberi tahu Mo Chan, dia tiba-tiba menyadari bahwa seluruh tubuhnya terpaku di udara, tidak dapat bergerak satu inci pun!
__ADS_1
Delapan prajurit lainnya juga berada dalam situasi yang sama.
WUSHHH!!!
Zhang En mengulurkan telapak tangannya, dan dengan sedikit kekuatan tarikan, mereka semua dibawa ke depannya sebelum jatuh dengan keras ke tanah. Mereka semua terlihat sangat menyedihkan.
Semua orang yang telah menaruh harapan terakhir mereka pada Zhang En bersorak gembira menyaksikannya dengan mudah menangkap pasukan itu dengan mudah.
Pasukan Klan Mo yang baru jatuh dengan menyedihkan ke tanah sangat marah mendengar sorakan dan tawa yang datang dari tahanan yang telah menjadi budak mereka.
Salah satu dari mereka berdiri, menunjuk ke arah tahanan yang sedang bersorak dan berteriak, “Sialan kalian semua, kalian hanya budak dan semut belaka! Kalian semua pantas mati, bunuh mereka semua!”
DUARRRR!!!
Tapi, tepat ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya, dia kembali dibanting ke tanah oleh telapak tangan Zhang En, dan tubuhnya berubah menjadi pasta daging tak berbentuk.
Wajah Zhang En menjadi lebih dingin saat menatap kelompok yang tersisa.
Kelompok pasuukan kecil yang tersisa yang akan menyerang langsung berhenti ketika mereka melihat pasta daging yang rata menempel di tanah beberapa inci dari tempat mereka, tubuh mereka menegang, mereka terlalu takut untuk bergerak, tidak ada diantara mereka yang berani bergerak setelah melihat kematian rekan mereka yang menjadi kabut darah hanya dengan satu serangan telapak tangan dari Zhang En.
Salah satu dari pasukan itu segera pulih dari keterkejutannya dan mengarahkan jarinya ke arah Zhang En, “Zhang En, apakah kau tahu konsekuensi dari tindakanmu barusan?! Kau hanya akan membuat mereka menderita lebih buruk sebelum mati! Aku akan memberi tahumu, kali ini Klan Mo kami mengirim hampir dua puluh tetua klan kami ke sini, kau tidak akan dapat melarikan diri!”
“Jika kau ingin hidup, ikuti kami dengan patuh untuk menemui Tetua kami Mo Chan, serahkan hidupmu pada Klan Mo kami.!”
Mendengar omong kosong yang keluar dari mulut prajurit ini, kelompok yang berdiri di belakang Zhang En, termasuk Lie Hue tidak bisa menahan tawa. Yang paling keras dari semuanya adalah dua pemuda yang telah dewasa, Xiao Hue dan sosok sikecil yang bersama dengan Zhang En dulu, Xiao Tian.
"Saudara Hue, orang ini ingin kakak Zhang kita menyerahkan diri. Hahahahaaa!!!" Ucap Xiao Tian.
"Sudah jelek, wajah bertompel ingin kakak Zhang En kita menyerah. Sungguh idiot!"
Zhang En hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua pemuda yang dulunya bocah masih bercanda di saat seperti ini.
__ADS_1