
Sebuah serangan dan ledakan terdengar, memaksa Gě Gě beserta enam puluh ahli Sekte Gagak Hitam kembali ke tempat mereka semula.
"Adik, apa maksudnya ini ?!"
Wajah Gě Gě berubah menjadi marah, matanya menatap tajam ke arah Zhang En. Sampai saat ini, dia masih belum menyadari bahwa dia sedang berhadapan demgan seorang kenalan lama, Zhang En.
Senyum yang terlihat samar melintas di wajah Zhang En menjawab, “Tidak maksud apa-apa; hari ini, aku menjadi Dewa Binatang, sebentar lagi kami perlu melakukan Ritual Pengorbanan Dewa Binatang, oleh karena itu, aku membutuhkan beberapa persembahan korban. Aku ingin menggunakan kepala kalian semua sebagai persembahan pertama untukku!"
“Bagaimana menurut kalian? Apakah lebih baik jika kita menggunakan kepala mereka sebagai persembahan..?!” Ucap Zhang En sambil melihat kerumunan para ahli Ras Beastmen.
"Sangat Baik dan bagus! Yang Mulia memang bijaksana!"
Mendengar perkataan Zhang En, semua ahli beastmen itu merasakan darah mereka mendidih karena kegembiraan, meneriakkan persetujuan mereka, suara mereka menggelegar di seluruh tempat itu.
Naluri hewan mereka bersinar dari mata mereka. Sejujurnya, mayoritas Ras Beastmen merasa terganggu dam tidak menyukai orang-orang dari Sekte Gagak Hitam ini sejak mereka muncul.
Persembahan yang di katakan oleh Zhang En langsung merangsang keganasan yang tertanam jauh di dalam garis keturunan mereka.
Hanya dengan memikirkan menggunakan lebih dari enam puluh ahli Sekte Gagak Hitam sebagai persembahan korban kepada Dewa Binatang mereka yang baru, membuat hati mereka berdebar kencang!
Menurut mereka, Hanya Dewa Binatang sekaliber ini yang memenuhi syarat untuk menjadi Dewa beastmen mereka.
Gě Gě, Jiang Shi, dan semua Tetua Sekte Gagak Hitam mulai pucat pasi dan merinding ketika melihat barisan ribuan ahli beastmen yang mengepung mereka dari segala arah.
Gě Gě berusaha menenangkan dirinya. Matanya menyala seperti api saat memelototi Zhang En, "Aku benar-benar mengagumi keberanianmu, tetapi apakah kau benar-benar berpikir kau dapat menahan kami semua di sini?"
Meskipun ada ribuan ahli beastmen yang mengelilinginya, Gě Gě yakin akan kekuatannya. Jika dia ingin melarikan diri, dia memiliki peluang besar untuk berhasil keluar dari sana.
Sejak Ketua Sekte mereka mendapat sesuatu keberuntungan di sesuatu tempat, Ketua Sekte mereka telah menerobos dengan cepat sama halnya seperti Zhang En yang memiliki berbagai keberuntungan.
Tidak hanya itu saja, beberapa tahun terakhir, kultivasi para Tetua dan anggota Sekte Gagak Hitam semua meningkat drastis dan menjadi raksasa Sekte aliran hitam yang paling di takuti.
Kekuatan mereka semua meningkat pesat karena menggunakan teknik kultivasi iblis dalam pelatihan mereka. Tidak mengherankan lagi jika Sekte Gagak Hitam saat ini menjadi salah satu Sekte aliran hitam yang sangat kejam dan menginvasi berbagai wilayah dan kelompok tertentu memaksa agar tunduk di bawah naungan sekte mereka.
“Meskipun kau mungkin Dewa Binatang yang baru, jangan berasumsi bahwa setelah menyatukan seluruh beastmen, kau dapat melakukan sesuka hatimu. Jika kau berani membunuh bahkan salah satu dari kami hari ini…!” Gě Gě membiarkan ancamannya menggantung sejenak dan melanjutkan, "Pada saat itu, Sekte Gagak Hitam kami akan kesini dengan kekuatan penuh untuk memusnahkan setiap suku beastman!"
Nada ancaman Gě Gě semakin kuat pada akhir kalimatnya. Saat ini, dia ingin pergi dari sini dan melapor secepatnya kepada Ketua Sekte Gagak Hitam.
__ADS_1
Zhang En menggelengkan kepalanya, "Tetua Gě Gě, kau melarikan diri beberapa kali sebelumnya, apakah kau benar-benar berpikir kau bisa melarikan diri kali ini..?"
'Beberapa kali sebelumnya?'
Gě Gě mengerutkan kening mendengar perkataan Zhang En, dia kebingungan zaat dia menatap tajam ke arah Zhang En.
"Pada hari ini, aku tidak hanya akan menggunakan kepalamu sebagai persembahan untuk Ritual Pengorbanan Dewa Binatang, aku juga akan menggunakan kepalamu untuk persembahan kepada saudaraku, Yan Xun!"
Suara dingin Zhang En bergema di seluruh alun-alun saat dia mengatakan itu...
'Yan Xun?'
Sebuah ingatan melintas di benak Gě Gě, Tuan Muda Yan Xun yang ada di Kota Xinyun yang pernah dia siksa bersama dengan Tetua Sekte Gagal Hitam beberapa tahun yang lalu.
“Kau, kau adalah Zhang En!”
Gě Gě mengucapkan nama itu tanpa berpikir sebelum dia bisa menahan diri.
“Zhang En!”
Baik itu Tetua dari Sekte Gagak Hitam dan perhatian para ahli Tetua Ras Beastmen terfokus pada Zhang En saat itu juga.
“Benar, ini aku!”
Ekspresi wajah Zhang En terlihat gelap dan dingin menatap Gě Gě.
Melihat Zhang En kembali ke wajah aslinya, Semu Tetua Sekte Gagak Hitam tanpa sadar bergeser ke belakang ketakutan, sedangkan semua Ras Beastmen menjadi seperti orang fanatik menyembah dan hormat melihat Zhang En.
Jadi Dewa Binatang mereka sebenarnya adalah seorang pemuda tersohor yang namanya telah menyebar ke seluruh penjuru Benua, namanya dipuji dan di bicarakan selama beberapa tahun belakangan.
Setiap Beastmen yang ada di alun-alun adalah ahli dari setiap suku beastmen, mereka tidak asing dengan reputasi Zhang En.
"Hidup Yang mulia Zhang En"
Patriark Suku Harimau Hu Fan meneriaki pujiannya terhadap Zhang En.
Mengikuti perkataan Hu Fan, semua ahli beastmen memuji dengan mengucapkan perkataan yang sama, gelombang suara yang menakutkan menghantam jantung Gě Gě. Dia tiba-tiba melompat ke udara, jelas memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri sendirian.
__ADS_1
Sayangnya, Zhang En telah mengunci pergerakannya seja awal, saat Gě Gě bergerak, lengannya membuat gerakan melambai melepaskan segerombolan Kumbang Mayat Beracun yang memamerkan gigi tajam silet mereka saat terbang ke arah Gě Gě.
Setelah pertempuran beberapa tahun belakangan ini, Kumbang Mayat Beracun miliknya terus berkembang, kecepatan mereka mencapai tingkat yang mengerikan, sehingga mereka mampu mengejar Gě Gě dalam sekejap.
"Kumbang Mayat Beracun...!" Gě Gě berseru.
Dalam pertempuran terakhir dengan Zhang En, Gě Gě telah merasakan teror dari Serangga kuno itu, dia menyaksikan dengan matanya sendiri saat beberapa Tetua Sektenya digerogoti hidup-hidup oleh makhluk-makhluk itu. Pertarungan itu telah meninggalkan ketakutan yang mendalam yang merasuki jiwanya saat melihat Kumbang Mayat Beracun.
Gě Gě menarik pedang panjang berwarna biru di tangannya, menebas dengan seperti orang gila ke arah Kumbang Mayat Beracunm
Para Tetua Sekte Gagak Hitam yang ada di bawah sadar kembali dari lamunan mereka masing-masing, dengan gerakan cepat bergabung menyerang ke arah Kumbang Mayat Beracun.
Zhang En melambaikan tangannya sekali lagi, dan Formasi Bendera hantu miliknya langsung dia gunakan.
Gelombang aura hantu yang tak berujung menenggelamkan Gě Gě dan semua Tetua Sekte Gagak Hitam. Hantu dan roh iblis jahat datang melolong sambil memamerkan taring mereka saat mereka menjerat mangsa yang hidup di dalam Formasi.
Semua Tetua Sekte Gagak Hitam membuat serangan penuh dengan telapak tangan mereka, ketakutan sangat terlihat di wajah mereka.
"Kalian semua serang mereka!"
Zhang En memerintahkan sebagian ahli Ras Beastmen yang berada di garis depan.
Mereka semua mematuhi perintah Zhang En dengan wajah bahagia, mereka langsung bergegas menyerang dengan kekuatan mereka masing-masing.
Sekuat apapun semua Tetua Sekte Gagak Hitam itu, dalam waktu singkat, mereka sangat sulit sekali untuk bisa keluar dari Formasi Hantu Zhang En.
Selain terjebak dalam barisan formasi para hantu dan roh jahat, dengan adanya gerombolan Kumbang Mayat Beracun dan ribuan ahli beastmen menyerang, tidak butuh waktu lama, hampir setengah dari enam puluh Tetua Sekte Gagak Hitam telah di cabik-cabik dan mati di tempat.
Gě Gě dan Jiang Shi menyaksikan Tetua Sekte mereka tanpa bisa melakukan apa-apa saat melihat mereka mati satu per satu di bawah serangan ganas para ahli beastmen, kemudian tubuh mereka diubah menjadi makanan untuk Kumbang Mayat Beracun. Kini, wajah mereka berdua kehilangan semua warna, dibelenggu oleh rasa ketakutan yang memdalam.
Ketengan Gě Gě yang dia tampilkan sejak awal telah menghilang, digantikan oleh aura kematian yang akan segera menguasai hatinya.
Dua jam kemudian, dari enam puluh Tetua ahli tingkat tinggi Sekte Gagak Hitam, tingal sepuluh orang lagi yang tersisa.Gě Gě tahu betul, jika tidak ada yang bisa dilakukannya saat ini, cepat atau lambat mereka semua akan berakhir sebagai makanan bagi Kumbang Mayat Beracun, termasuk dirinya sendiri.
Memikirkan Serangga berwarna hitam kecil yang akan merayap di sekujur tubuhnya dan memakan dagingnya sedikit demi sedikit, adegan itu cukup untuk membuatnya kehilangan kekuatan dan badannya gemetar benar-benar karena frustasi.
Gě Gě kembali mencoba mengancam Zhang En, "Lepaskan aku, aku bisa membuat cerita yang baik tentangmu begitu aku kembali dan bertemu Ketua Sektw Gagak Hitam, aku bahkan bisa memberitahumu berita terbaru tentang rencana kami ke depan..!"
__ADS_1
Alis Zhang En sedikit berkerut dalam mendengar ucpannya, karena dendam lama atas kematian Yan Xun, sebuah pedang muncul di tangan Zhang En, sambil.mengalirkan Qi miliknya, Zhang En menebas ke udara.....
SWOOSSHHHH!!!