Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 172. Bunuh!


__ADS_3

Pelayan Chen itu mengangguk dengan sikap sedikit jengkel, "Maksud kami adalah membeli semua Anggur Asal yang tersisa, namun, untuk memberi tahu pemilik penginapan, kami setuju untuk memberikan sepuluh kendi kepada Anda."


Mendengarkan apa yang dia katakan, sepertinya pemilik penginapan tidak memohon untuk Zhang En, dia tidak akan dapat membeli bahkan satu kendi pun. Kaisar Zhu, Ketua Xin Long, dan semua orang di meja itu mengerutkan kening.


"Apakah begitu?" Suara Zhang En terdengar apatis.


Pelayan Chen itu tertawa dengan sikap mengancam, "Nak, biar kuberitahu, kali ini, alasan Penguasa kami membeli semua Anggur Asal adalah untuk mentraktir beberapa Sesepuh Tetua Sekte Gagak Hitam yang sedang berada di Istana kediaman Penguasa Kota kami." Ekspresi yang terlihat puas diri yang tidak terselubung terpampang di wajah Pelayan Chen. Menurutnya, Zhang En akan kesal saat dia menyebut Sekte Gagak Hitam.


Diipilih untuk menjadi tuan rumah untuk menyambut kedatangan Tetua Sekte Gagak Hitam di kediaman Penguasa Kota adalah suatu kemuliaan, saat kedatangan orang-orang dari Sekte dan keluarga terkenal yang hanya bisa diimpikan oleh semua orang.


Zhang En kemudian memberi perintah kepada Feng Yang, yang berdiri di belakangnya "Bunuh!"


"Baik, Tuan!" Hantu raksasa Feng Yang menjawab dengan hormat.


Sebelum Pelayan Chen mengerti apa yang terjadi, siluet Feng Yang tiba di depannya dengan cepat. Kemudian, lima jari yang dibentuk menjadi cakar mengarah kepala Pelayan Chen.


Sebelum serangan Feng Yang tiba, Pelayan Chen hampir tidak bisa mengumpulkan kekuatan untuk melawan, dia telah dikunci oleh tangan Feng Yang dalam sekejap.


Jari-jari Feng Yang menusuk tepat ke tengkorak kepala Pelayan Chen dengan mudah dan mulai menghisap jiwanya. Tepat di depan mata ketakutan pemilik penginapan, tubuh Pelayan Chen tersedot kering seperti bola yang kempes.


Beberapa detik kemudian, Feng Yang kembali berdiri di tempat yang sama di belakang Zhang En, tanpa ada riak rasa emosi di matanya.


Mayat kaku Pelayan Chen jatuh ke lantai tanpa penyangga.


Tamu lain berseru memperhatikan kejadian di meja Zhang En, menyebabkan keributan kecil di penginapan itu. Tetap saja, Kota Matahari Terbit terletak pada jarak yang dekat dengan Hutan Asal, pembunuhan dan perkelahian terjadi setiap hari, dengan demikian, insiden tersebut tidak menyebabkan keributan yang mengejutkan.


Kaisar Zhu dan dua orang tua Guru Suci menatap dengan kaget pada Feng Yang yang berdiri diam di belakang Zhang En. Aura hantu intens yang keluar dari tubuh Feng Yang begitu dia bergerak jelas dirasakan oleh mereka bertiga.


"Hantu Pertapa dewa?!"

__ADS_1


Ketiga orang itu bertukar pandang di antara mereka. Sampai saat ini, Kaisar Zhu masih merasa sulit untuk percaya, karena dia tidak dapat memahami bagaimana Zhang En dapat menaklukkan makhluk hantu, terlebih lagi, makhluk yang telah maju ke ranah Pertapa Dewa.


Zhang En memandang pemilik penginapan tanpa ekspresi, "Jika aku ingat dengan benar, aku adalah orang yang membeli Anggur Asal yang tersisa terlebih dahulu."


Pemilik penginapan tersentak kembali saat mendengar suara ZhangnEn, tenggorokannya terasa gatal dan kering saat dia buru-buru menjawab, "B-benar.. Benar, Tuan Muda yang membelinya terlebih dahulu."


“Jadi, bagaimana dengan sekarang?” Tatapan mata Zhang En menajam.


Butir-butir keringat menetes dari dahi pemilik penginapan. Dia berseru, "Mereka milik Tuan Muda, semuanya!"


“Bawa lima ratus kendi yang kubeli, sekarang.” Zhang En mencela, tidak lagi dengan cara ramah yang sama seperti yang dia tunjukkan sebelumnya.


“Baik, Baik, Tuan Muda, mohon tunggu sebentar.” Pemilik penginapan dengan cepat lari, dia baru saja melihat pria raksasa tinggi jangkung di belakang Zhang En kemungkinan besar adalah ahli Pertapa Dewa.


"Memiliki seorang bawahan ahli ranah Pertapa Dewa ?!" Semakin dia memikirkannya, semakin ketakutan pemilik penginapan itu.


Melihat pemilik penginapan melarikan diri, Zhang En mencibir.


Setelah hanya beberapa nafas, pemilik penginapan kembali dengan membawa lima ratus kendi Anggur Asal yang telah dibayar Zhang En.


•••


Di tempat lain, di kursi utama kediaman aula Istana Penguasa Kota Matahari terbit, duduk seorang wanita yang sangat memikat dengan memakai gaun berwarna hijau pastel. Dia tidak lain adalah Guru Li Lu, Li Molin.


Di kursi yang ada di bawahnya duduk Leluhur Tua Keluarga Guo, Guo Shan dan di sampingnya adalah Guo Fei. Selain mereka, ada tiga lelaki tua lainnya yang mengenakan jubah Tetua Sekte Gagak Hitam.  


Keenam orang itu sedang duduk, Pemimpin atau penguasa Istana Kota Matahari Terbit, Wang Cong, tidak berani duduk. Dia membungkuk dan tersenyum penuh semangat saat dia berdiri di aula.


Wang Cong menghadap Li Molin dengan senyuman yang terlihat sangat menyanjung, "Tetua Li, dan semua Sesepuh, Anggur Asal Kota Matahari Terbit kami benar-benar unggul, aku jamin bahwa Tetua tidak akan bisa berhenti memuji setelah mencicipinya."

__ADS_1


Namun, Li Molin tidak menunjukkan ketertarikan, "Benarkah?" Dia menunjuk ke kursi terakhir yang ada di ujung aula,"Kau boleh duduk disana."


“Baik, terima kasih Tetua Li.” Wang Cong sangat gembira, bergerak cepat ke kursi yanng ada di ujung dan duduk disana.


Tapi, seorang penjaga Kediaman istana berlari ke aula dengan wajah bingung. Alis Wang Cong menegang saat dia membentak penjaga dengan suara rendah, "Apa yang terjadi? Di mana Anggur Asal yang aku perintahkan untuk kalian dapatkan?” Pria ini adalah salah satu penjaga yang mengikuti Pelayan Chen nya ke Penginapan Berlayar.


Penjaga itu berlutut karena ketakutan, meratap dengan persaan getir, "Penguasa, Pelayan Chen terbunuh, dan Anggur Asal yang kami pesan semuanya dengan paksa dibeli oleh orang lain."


"Apa?!" Wang Cong melompat dari kursinya, membiat saraf kakinya tegang seketika.


Berita itu tak terduga bagi Li Molin dan yang lainnya di aula, ada orang yang berani membunuh pelayan Pengua Istana Kota Matahari Terbit di dalam area kota itu sendiri.


Namun, dengan berita kehancuran Klan Naga Kuno menyebar, banyak orang luar berkumpul di Kota Matahari Terbit sebelum memasuki Hutan Asal, jadi tidak aneh ada satu atau dua oramh pemberani yang nekat di antara mereka.


Wang Cong terlihat sangat murung saat dia menatap penjaga yang berlari kembali untuk melaporkan, "Apa yang sebenarnya terjadi? Ceritakan dari awal.” Pelayan bangsawannya terbunuh di dalam Kota Matahari Terbit, terlebih lagi, sekelompok Tetua Sekte Gagak Hitam sedang ada di kediamannya sekarang, masalah ini membuatnya kehilangan muka.


Penjaga itu tidak berani menyembunyikan sesuatu dan menceritakan detailnya dengan jujur ​​mengungkapkan semuanya.


Awalnya, Li Molin dan Tetua Sekte Gagak Hitam tidak begitu peduli dengan apa yang terjadi, tetapi ketika penjaga tersebut menyebutkan bahwa Pelayan Chen secara khusus memberi tahu pihak mereka bahwa Anggur Asal ini adalah untuk perjamuan menjamu para Tetua Sekte Gagak Hitam, namun dia tetap membunuh Pelayan Chen dan kemudian nersikeras untuk membeli semua Anggur Asal yang tersisa, wajah Li Molin yang juga mendemgar perkataam pemjaga itu tidak terlihat sangat baik.


Saat penjaga itu selesai menceritakan apa yang terjadi, Li Molin mendengus dengan dingin. Suhu udar aula turun dengan drastis.


Wang Cong dan penjaga menggigil tanpa sadar karena merasakan tiba-tiba suhu udara dingin di dalam aula.


Tawa dingin datang dari Guo Fei pada saat dia berkata, “Masih ada orang yang tidak memberi wajah kepada Sekte Gagak Hitam. Tampaknya Sekte Gagak Hitam kita masih kurang prestasi, hal itu perlu ditingkatkan sedikit lagi.”


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2