
Di sebelah Lin Ming, Dong Fang berhenti sejenak membaca. Tanpa sengaja, matanya berkeliaran tanpa tujuan. Pada saat ini, matanya menyapu peringkat sembilan ratus kebawah, lalu melebar tak percaya, bahkan detak jantungnya bertambah cepat Tiba-tiba, matanya berkaca-kaca dan berbingkai merah.
"G-Guru, Lihat iitu....!" Dong Fang terlalu bersemangat, menunjuk arah tertentu dari daftar peringkat.
Mendengar kata-kata Dong Fang, Lin Ming, dan dua lainnya melihat ke mana dia menunjuk.
Tatapan mereka akhirnya berhenti di nomor peringkat 899.
Kejutan membuat mereka membeku di tempat.
Tubuh Lin Ming tampak gemetar, matanya terlihat lembab.
Tidak jauh dari tempat mereka, kelompok Sekte Naga Langit sedang menonton kelompok Lin Ming, melihat ekspresi bahagia dan bersemangat mereka. Semua anggota Sekte Naga Langit memasang ekspresi muram dan tidak menyenangkan.
Beberapa saat kemudian, Lin Ming mengalihkan pandangannya ke arah Long Qin, dan tidak bisa menahan tawanya, “Hahahaha! Ling Qin, bukankah kalian semua mengatakan bahwa muridku tidak akan masuk peringkat? Apakah kau melihat daftar di tugu itu?!”
Melihat wajah bangga Lin Ming, Long Qin mencibir dengan wajah jijik, “Itu hanya peringkat 899, peringkat Zhang En seperti jarak antara langit dan bumi dibandingkan dengan muridku. Terlalu cepat bagimu untuk merasa bahagia, Zhang En itu tidak akan bisa bertahan di peringkatnya sampai akhir.! Pasti Zhang En mendapat sedikit keberuntungan dan kebetulan bertemu dengan sekelompok murid yang terluka dan membunuh mereka. Dia naik peringkat dengan mendapatkan poin orang lain. Cih..!"
Lin Ming mlah tertawa mendengar perkataan Long Qin, "Jika muridku sedikit mendapatkan keberuntungan, maka Long Zhi muridmu pasti mengalami keberuntungan seperti itu, jika tidak, bagaimana dia bisa muncul di peringkatnya itu?"
Kedua belah pihak terus melakukan perdebatan tanpa akhir.
…
Di Alam Rahasia.
Tidak butuh lama saat Zhang En mencapai ujung sebuah lembah berkabut.
Tempat ini bernama Lembah Kabut. Sesuai namanya, itu dipenuhi oleh awan kabut yang sangat tebal.
__ADS_1
Melihat gelombang energi yang mengalir keluar dari pintu masuk lembah, Zhang En terus melesat melewatinya dan memasuki lembah itu.
Saat dia telah memasuki lembah, tekanan luar biasa dari energi tempat itu menekannya.
Zhang En mengedarkan Qi nya untuk membentuk perisai kecil di sekitar tubuhnya saat dia terus terbang.
Setelah beberapa menit terbang, energi di sekitarnya semakin tebal.
Untaian energi bergerak seperti tali, memenuhi setiap sudut lembah. Terjalin dengan itu adalah semacam kabut abu-abu gelap yang, meskipun tidak beracun, dapat menghalangi inderanya.
Ketika dia mencoba menyebarkan inderanya, dia hanya bisa merasakan jangkaun sejauh seribu meter di area sekelilingnya.
Tiba-tiba, Zhang En merasakan fluktuasi energi yang samar di udara dan secara naluriah menghindar.
Duarrr.!!
Tempat dia berada langsung hancur seketika.
Meskipun ular bersayap ini memiliki tubuh besar, kecepatannya sangat cepat, sebanding dengan kekuatan ranah Dewa Emas Bintang 3 tahap menengah.
Tetapi, Zhang En bahkan lebih cepat dari ular itu.
Swoosshh!!!
Zhang En menghilang dalam sekejap, muncul di udara di atas mahkota raja ular bersayap itu. Lalu, pedang panjang muncul di tangannya, menusuk kepala raja ular bersayap itu.
Crassssh!!
Darah dari kepala raja ular itu menyembur ke udara dan mengeluarkan jeritan.
__ADS_1
Pertahanan fisik raja ular itu mengejutkan Zhang En. Karena ketika pedangnya menusuk, kulit raja ular itu terasa sangat elastis dan licin, dengan begitu, serangan sebelumnya yang cukup untuk menembus kepala raja ular hanya menembus beberapa inci ke dalam kulitnya.
Setelah dilukai oleh Zhang En, serangan raja ular bersayap menjadi lebih ganas karena kesakitan.
Melihat ini, Zhang En tidak lagi menghindar. Dia lalu menggunkan teknik tinju api Dewa Budha dan tinju emas berapi muncul dari langit menuju raja ular.
BOOOOMMMM!!!
Raja ular bersayap itu dikirim terbang dan menabrak dinding lembah. Tubuhnya yang juga terbakar kemudian jatuh ke tanah. Akhir dari Raja Ular Bersayap adalalah kematian.
Zhang En lalu berbalik dan terbang tanpa membuang waktu. Dia terus memasuki lembah bagian terdalam, begitu juga kekuatan binatang iblis yang dia temui semakin meningkat dan terus membantai mereka satu persatu.
Namun, kerutan berangsur-angsur muncul di dahinya lantran lembah ini lebih dalam dari yang dia perkirakan, tampaknya tanpa akhir.
Sepanjang jalan, dia juga menemukan banyak ramuan dan menyimpannya.
Pada saat dia masih terbang, Zhang En merasakan aura seseorang.
Seperti yang dia harapkan, Long Zhi memang ada di lembah itu, dan dia tidak jauh darinya.
Wushhhh!!!
Zhang En lalu mempercepat kecepatan terbangnya.
Saat dia semakin dekat dengan lokasi Long Zhi, dia juga merasakan aura lainnya yang datang dari arah depan.
Di samping sebuah danau, Long Zhi menatap dingin ke empat murid yang mendekatinya. Kekuatan para murid itu berada di ranah Dewa Emas Bintang tiga tahap awal hingga akhir.
Tidak jauh dari mereka, ada lima murid lainnya yang juga sudah tergeletak di tanah, dan kalau dilihat dari jarak dekat, mereka berlima baru saja meninggal.
__ADS_1
Sedangkan di tengah danau, ada ramuan yang melayang diselimuti lapisan cahaya pelangi, memancarkan aroma segar. Ramuan ini adalah Bumga Pelangi yang sangat-sangat langka.
Salah satu dari empat murid yang mengelilingi Long Zhi berbicara, "Nak, jika kau menyerah bersaing untuk mendaptkan Bunga Pelangi itu, kami dapat membiarkanmu pergi dari sini hidup-hidup."