
Zhang En berdiri, lalu melihat ke altar raksasa di bawah. Mengedarkan kekuatan dewanya, dia menginjakkan kakinya ke bawah. Altar di bawah yang digunakan untuk menyegel kepala Raja Seribu Jiwa bergetar hebat, lalu retak di mulai dari tengah. Retakan dalam menyebar seperti jaring laba-laba sampai ke tepi altar.
BOOOOMMMMM!!!!
Suara ledakan bergema saat altar itu runtuh.
Zhang En tidak tahu dari bahan apa altar itu dibuat. Itu di buat dengan sangat sulit, sebuah objek yang telah tinggal selama beberapa puluhan ribu tahun yang tidak diketahui di dalam gua itu. Namun, itu runtuh di bawah kaki Zhang En.
Melihat potongan-potongan altar yang hancur, dia mengangguk puas. Meskipun ia berhasil menghentikan lautan jiwanya dari memadatkan inti dewanya, juga tetap menekan kultivasinya agar tetap di ranah Alam Dewa Surgawi, kekuatannya telah mengalami perubahan yang tak terukur. Dia menjadi tiga kali lebih kuat dari sebelumnya, mungkin lebih.
Siluet Zhang En lalu melesat pergi, terbang keluar dari gua bawah tanah itu menuju permukaan. Hampir tidak menggunakan usaha apa pun, bumi tampak terpisah, membuat jalan untuknya. Kecepatannya naik ke permukaan melebihi kecepatan sebelumnya ketika dia turun.
Beberapa saat kemudian, Zhang En menerobos permukaan Danau Iblis, melayang di udara.
Qi iblis di sekitar Danau Iblis telah menyebar. Pohon dan tanaman tua yang menjulang tinggi dihancurkan dan celah raksasa menciptakan pola garis tak menentu di seluruh daratan di area Danau Iblis.
Dengan sekali pandang, dia tahu bahwa kehancuran di sekitarnya disebabkan oleh gelombang kejut dari pertarungannya dengan kepala Raja Seribu Jiwa.
Zhang En lalu terbang menuju area luar pegunungan, menuju portal antar dunia.
Kecepatan terbang Zhang En saat ini lebih cepat dari seorang Dewa Emas Bintang Satu tahap puncak.
Siluetnya di udara seperti seberkas cahaya dari meteor yang jatuh di udara.
Hanya dalam beberapa menit kemudian, Zhang En dengan ringan turun di depan sebuah gerbang kota. Ini adalah kota terbesar yang ada di Dunia Anggrek, Kota Anggrek. Portal antar dunia terletak di dalam kota ini.
__ADS_1
Memasuki Kota itu, Zhang En melewati sebuah restoran saat dia menuju ke gerbang portal antar dunia.
Karena dorongan hati, dia berhenti dan memutar arah melangkah masuk dan memesan sebotol anggur dan beberapa makanan untuk mengisi perutnya.
Setelah duduk, dia merenungkan dan merencanakan apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Menurut ingatan yang dia dapatkan, lokasi tersegel tubuh terakhir Raja Seribu jiwa berada di Galaksi Harimau, di suatu dunia yang ada di wilayah Kerajaan Iblis.
Dunia Kerajaan Iblis ini adalah sebuah daratan besar yang mengambang di suatu wilayah yang ada di dalam Galaksi Harimau, dengan luas daratan yang sangat besar. Di tempat itu, banyak kultivator yang berada di sana mencoba-coba untuk mempelajari teknik iblis. Tempat itu adalah wilayah inti para pembudidaya jalur iblis yang ada di Galaksi Harimau.
Pembudidaya iblis lebih sering membunuh dan memiliki karakter yang haus darah karena teknik kultivasi mereka, dan dengan demikian, pembunuhan dan pembantaian adalah hal biasa di Dunia Kerajaan Iblis. Bahkan seorang Dewa Emas Bintang Satu tidak berani masuk sembarangan.
"Apakah kalian sudah mendengar berita baru-baru ini? Beberapa hari yang lalu, kultivasi murid Master Sekte dari Sekte Harimau, Hu Xing telah menerobos ke ranah Alam Dewa Emas!"
"Benrkah? Ini berarti, Pertempuran Dewa yang akan datang beberapa dekade lagi pasti lebih seru dari yang sebelumnya!”
"Bagaimana menurut kalian, antara Long Mingzhi dan Zhang En, siapa yang lebih kuat?"
“Taruhanku ada pada Long Mingzhi. Dia sudah menjadi Dewa Emas, tetapi yang lebih penting, Inti Dewanya adalah satu-satunya inti dewa peringkat sepuluh teratas di seluruh Alam Dewa ini yang pernah muncul, dan juga memiliki Ancient Dragon Flame! Meskipun baru-baru ini ada desas-desus yang menyebar bahwa Zhang En tepah membunuh Leluhur Dewa Hantu yang terlenal dan beberapa Leluhur Dewa Emas lainnya yang juga terkenal, pada akhirnya, itu hanya rumor dan tidak dapat dianggap sebagai kebenaran!"
Sementara Zhang En sedang merenungkan tentang Dunia Kerajaan Iblis, di meja di sebelahnya ada beberapa murid dari berbagai keluarga yang berbeda-beda dari Dunia Anggrek berbicara dengan penuh semangat.
Zhang En sedikit terkejut ketika dia mendengar bahwa murid Master Sekte dari Sekte Harimau juga telah memerobos ke ranah Alam Dewa Emas. Dia tidak memiliki kesan mendalam tentang Hu Xing ini, dia hanya melihatnya sekilas selama Kompetisi Alkemis dulu di Dunia Xin, yang memiliki badan tinggi dan berotot, dengan telapak tangan lebih besar dari rata-rata orang biasa.
Zhang En lalu menuangkan lebih banyak anggur ke dalam cangkir saat dia mendengarkan diskusi di meja terdekat. Dia tidak keberatan mereka mengatakan bahwa Long Mingzhi memiliki peluang lebih tinggi daripada dia untuk menjadi pemenang dan menjadi nomor satu saat Pertempuran Dewa.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Zhang En meninggalkan restoran itu, tiba di gerbang portal di dalam kota. Dia lalu membayar biaya dan kembali ke Dunia asalnya.
Sebelum dia pergi ke Dunia Kerajaan Iblis, dia ingin memeriksa situasi dunianya saat ini. Kali ini, dia telah pergi selama hampir dua dekade.
Sehari kemudian, Zhang En memasuki dunianya.
Saat dia melangkah keluar dari gerbang portal antar dunia yang telah di bangun oleh kelompok Nuyan Yao, energi spiritual yang kaya dan berlimpah segera terlihat.
Setelah hampir dua dekade berlalu, energi spiritual di dunianya sekali lagi meningkat. Sekarang, itu sudah melampaui energi yang ada di dalam Pusat Dunia Bintang, tepatnya di Benua Awan Laut.
Zhang En sangat puas dengan hasil ini meskipun dia mengharapkannya.
Sesampainya di istana Klan Zhang , Zhang En memperhatikan bahwa energi spiritual di sini bahkan lebih kaya dan lebih berlimpah. Tepat di atas Istana Klan Zhang, energi spiritual yang padat membentuk awan.
Seluruh Istana Klan Zhang dipenuhi dengan sorakan dan kegembiraan saat kembalinya Zhang En.
Menyaksikan semua anggota Klannya berputar-putar di sekelilingnya, berbicara tanpa henti, Zhang En merasa tidak berdaya. Terutama para anak kecil yang dia sering dia lihat dulu dan sudah dewasa,, menanyakan ini dan itu sampai-sampai dia tidak tahu bagaimana menjawabnya.
Hanya Lie Hue yang masih menahan dirinya, berdiri beberapa meter jauhnya dengan senyum di wajahnya. Hanya ada sosok Zhang En yang terpantul di matanya yang indah.
“Paman hebat, kali ini kau akan tinggal agak lama, kan?" Tanya salah satu dari pemuda itu.
"Itu benar! Kakak Zhang, asal kau tau, kakak perempuan Hue selalu merindukanmu setiap hari. Hahaha” Ucap salah satu dari pemuda lainnya.
Zhang En tertangkap basah oleh pertanyaan itu dan hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
Semua pemuda itu lalu tertawa terbahak-bahak dan Zhang En hanya bisa tersenyum kecut.
Disisi lain, mendengar para bocah itu mengatakan kalau dia merindukan Zhang En setiap hari, Lie Hue tersipu malu dalam diam dan membuang muka saat Zhang En menatapnya.