Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 246. Menyelamatkan Putri Hong Xiao (6)


__ADS_3

Ketika Feng Chen sampai di halaman kediaman Xie Dan, dia melihat beberapa pelayan membantu Xie Dan mengenakan jubah pengantin pria brokat berwarna merah cerah. Melihat hal ini, Feng Chen terlihat agu-ragu sejenak untuk menyampaikan masalah yang sedang terjadi di luar.


“Bicaralah, ada apa kau datang kesini untuk mememuiku?” Xie Dan berbicara lebih dulu.


Feng Chen bergegas ke depan Xie Dan untuk melapor, “Tuan Muda.! Seseorang telah menerobos masuk ke dalam kota melalui gerbang sisi timur kota, di sepanjang jalan dia telah membunuh sejumlah besar murid Sekte kita. Aku juga telah mengutus dua orang ahli Pertapa Dewa untuk menanganinya, tapi keduanya malah…! ” Kalimatnya menjadi berhenti dengan nada canggung.


Namun Xie Dan tampak terlihat sangat tenang sambil meihat penampilannya di depan cermin saat dia bertanya, "Bagaimana penampilanku dengan memakai stellan pakaian ini?"


Feng Chen sedikit bingung saat dia memandang Xie Dan yang mengenakan jubah pengantin brokat berwarna merah cerah, ditambah dengan ketampanan Xie Dan, dia memang terlihat gagah. Namun, Feng Chen tidak berharap Tuan Muda mereka tiba-tiba mengajukan pertanyaan seperti itu, membuatnya merasa bingung.


Xie Dan menoleh ke pelayan yang ada di sampingnya, bertanya, "Bagaimana persiapan calon Nona Muda kalian?"


“Membalas Tuan Muda, kami telah merias Nona Muda.” Pelayan itu menjawab dengan hormat dan sopan.


Xie Dan mengangguk, "Ayo, bawa calon istriku ke aula depan untuk upacara pernikahan."


Beberapa pelayan itu mematuhinya dengan hormat dan masuk ke dalam kamar untukmenjemput Hong Xiao.


Xie Dan melangkah keluar keduamannya menuju aula depan dengan Feng Chen di belakangnya.


Dalam perjalanan, Feng Chen tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "Tuan Muda, lalu orang itu, apa yang harus kita ...?"


Xie Dan hanya melambaikan tangannya sambil berkata, "Tidak perlu terburu-buru, kita akan bicara setelah upacara pernikahanku berakhir." Setelah upacara dilakukan, maka ia dan Hong Xiao akan menjadi suami istri yang sah.


Mengingat kata-kata yang di ucapkan Hong Xiao ketika berbicara dengannya tadi malam, aura pembunuh yang intens merembes keluar dari tubuh Xie Dan.


Sedangkan Feng Chen hanya bisa menganguk. Namun, aura niat membunuh yang tiba-tiba melonjak dari tubuh Xie Dan membuatnya semakin bingung.


“Kalau dipikir-pikir, sudah lama sekali sejak terakhir kali aku bertarung.” Xie Dan berkata tiba-tiba.


Feng Chen tertegun sejenak dan berpikir sendirin "apakah ini berarti Tuan Muda ingin menangani masalah ini secara pribadi ?!"

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Xie Dan, Feng Chen, dan semua orang dari Sekte Dewa Bintang lainnya telah berkumpul di aula depan Istana Kota Sekte Dewa Bintang, suasana sekitar yang awalnya riuh, berangsur-angsur menjadi tenang saat mereka tiba. Para tamu undangan yang datang dari jauh berdiri untuk menyambut dan memberi selamat kepada Xie Dan..


Xie Dan tersenyum dan membalas dengan menganggukkan kepala.


Tidak lama setelah Xie Dan dan semua Tetua Sekte Dewa Bintang tiba di aula depan, Hong Xiao muncul di aula depan dengan mengenakan gaun pengantin berwarna merah mencolok. Tidak ada yang melihat ketika air mata membasahi matanya yang jernih di bawah kerudung merah yang menutupi wajahnya.


•••


Di luar Istana Kota Sekte Dewa Bintang.


Zhang En sedang berdiri dengan gagah di bawah terik sinar matahari dengan tubuh diselimuti oleh Qi Naga iblis yang padat seolah-olah dia adalah perwujudan Naga Ibils yang datang dari jurang dunia bawah, mengirimkan ketakutan yang nyata ke dalam hati setiap orang-orang yang melihatnya.


Semua murid Sekte Dewa Bintang yang berjaga di dekat Istana menyaksikan dengan tegang sosok Zhang En yang semakin mendekat.


Di mana Zhang En lewat, para murid yang di temuinya langsung di bunuh olehnya sehingga jalan yang dia lewati menjadi sungai darah, meninggalkan mayat murid-murid Sekte Dewa Bintang yang menumpuk berjejer di jalan.


Saat Zhang En sampai di depan Istana Kota Sekte Dewa Bintang, para kultivator yang berada di dalam dan luar aula merasakan aura pembunuh yang mengerikan mengalir keluar dari tubuh Zhang En.


Beberapa Patriark lainnya berdiri sambil mengucapkan kata-kata yang sama, masing-masing mengatakan bahwa mereka bersedia untuk menangkap pembuat masalah atas nama Sekte Dewa Bintang dan menunggu keputusan Xie Dan.


"Kalau begitu aku akan mengucapkan terima kasih sebelumnya kepada kalian semua." Balas Xie Dan tersenyum.


"Tuan Muda terlalu sungkan!" Gui Ling serta para Patriak lainnya dengan cepat menjawab, lalu mereka semua meninggalkan aula itu.


Ketika Gui Ling dan benerapa ahli lainnya teah berada di luar Istana, mereka segera mendeteksi sosok Zhang En yang tubuhnya diselimuti oleh Qi Naga Iblis.


Gui Ling mendengus dingin saat melihat Zhang En. Tanpa mengatakan apa-apa, dia mengambil kesempatan untuk menyerang lebih dulu sebelum orang lain melakukan tindakan. Mengepalkan tinjunya, Gui Ling melayangkan pukulan kuat ke arah dada Zhang En.


Zhang En memperhatikan lawannya dengan tatapan tajam. Ketika Gui Ling sudah berada cukup dekatnya, Zhang En mengangkat tangannya untuk meninju, sehingga tinju mereka beradu secara langsung.


Dalam sepersekian detik, wajah Gui Ling menegang, matanya melebar ketakutan menatap Zhang En, tapi sudah terlambat baginya untuk mundur dan menghindar.

__ADS_1


DUUAAARRRRR!!!


Ledakan keras terdengar bersamaan dengan suara tulang-tulang yang hancur.


Di depan sekelompok Patriark dan Tertua yang masih terkejut, Gui Ling menjerit kesakitan, tubuhnya memantul kembali dan menabrak ratusan murid Sekte Dewa Bintang yang berada di belakangnya sebelum akhirnya menabrak tembok istana yang keras.


Setelah mengirim Patriark Gui terbang dengan hanya satu pukulan, Zhang En melompat tinggi ke udara dan pedang raksasa muncul di tangannya. Pedang raksasa itu adalah pedang yang dia dapatkan dari reruntuhan Klan Naga Kuno.


Mengabaikan pandangan di sekelilingnya, Zhang En berteriak saat pedang raksasa di tangannya menebas dari atas.


Tebasan Naga Iblis Penghncur!


Cahaya pedang itu menembus dan merobek udara dengan seekor bayangan naga iblis mengejar di belakang cahaya itu, memancarkan aura haus darah yang mencekik.


Ledakan aura pembunuhan yang tiba-tiba menyebar sampai ke aula depan kediaman tempat Xie Dan hendak melakukan upacara pernikahan. Semua orang yang berada di sana mengalihkan pandangan mereka ke sumber aura haus darah dan melihat bayangan cahaya pedang raksasa dan naga iblis menuju arah mereka.


Seluruh Istana Sekte Dewa Bintang bergetar kuat dan mengguncang tanah yang mereka pijak.


Satu demi satu, mereka terbang ke atas udara dan melihat jejak pedang raksasa memotong istana itu, membelah bangunan di bawah mereka menjadi dua bagian, hancur menjadi reruntuhan.


Mereka terkejut sekaligus mulut mereka tergangga melihat tebasan pedang raksasa itu. Kekuatan yang terkandung dalam satu tebasan pedang itu sangat menakutkan.


Pada saat itu, Hong Xiao sudah membuang kain penutup berwarna merah dari kepalanya, menatap sosok yang sedang berada diatas udara. Air mata jatuh mengalir di pipinya. 


"'Dia telah datang disini Dia benar-benar datang untuk menyelamatkanku.. Oh Tuhan.. Engkau mengirimkan seorang penyelamat untukku..!" Ucap Hong Xiao sambil menatap Zhaang En dari kejauhan.


Sementara semua orang masih terkejut dengan kerusakan akibat satu tebasan pedang raksasa Zhang En, seseorang melesat ke arah Zhang En, sebuah tinju yang diarahkan dengan kekuatan mematikan menyerang Zhang En dengan melakukan serangan diam-diam. Tinju raksasa itu menenggelamkan sosok Zhang En yang sedang berdiri di atas udara.


Pergantian peristiwa yang tiba-tiba itu mengejutkan semua orang yang melihat dari bawah.


“I-itu...Tuan Muda Xie Dan!” Seorang Tetua dari Sekte Dewa Bintang berseru.

__ADS_1


Orang yang menyerang Zhang En barusan adalah Tuan Muda Sekte Dewa Bintang, Xie Dan.


__ADS_2