
Melihat ekspresi serius di wajah Master Kun, Zhang En menghentikan candanya.
“Masalah ini terkait dengan Perkumpulan Alkemis dan Sekte Butian kita.” Suara dan ekspresi Master Kun dipenuhi dengan kesedihan dan kemarahan.
Kilatan tajam berkedip di matanya saat jari-jarinya menggali telapak tangannya. Niat membunuh yang melonjak tiba-tiba menyelimuti dirinya.
Kesedihan, kemarahan, dan niat membunuh dari Master Kun terlalu kuat untuk dirasakan, mengejutkan Zhang En.
Master Kun memandang Zhang En, mata sipitnya menjadi merah, niat membunuhnya meningkat, melanjutkan, "Sebenarnya, Guruku, bisa dibilang Guru Leluhurmu, dibunuh oleh seseorang."
Mendengar pernyataan ini, Zhang En terkejut sejenak.
"Siapa pelakunya?" Tanya Zhang En dengan suara rendah.
Master Kun tidak segera memberikan jawaban kepada Zhang En, malah bertanya, "Aku mendengar kau juga telah membunuh murid dari Sekte Menara Langit bernama Xu Lang?"
Zhang En terkejut dengan pertanyaan itu tetapi mengangguk membenarkan.
__ADS_1
"Hmmphhh!!" Master Kun menarik napas dalam-dalam, melanjutkan lagi, "Perkumpulan Alkemis di Alam Menengah hanyalah salah satu cabang dari Persatuan Alkemis yang tersebar di antara ribuan Galaksi yang ada di Alam Menengah yang luas ini."
Mata Zhang En berkilau karena terkejut karena baru mengetahui hal ini.
"Bajingan yang membunuh Leluhurmu yang tidak lain adalah Guruku adalah Tetua tingkat tinggi dari Persatuan Alkemis bernama Mou Li." Master Kun mengucapkan nama itu dengan gigi terkatup.
"Mou Li!?" Zhang En menulis nama ini dalam benaknya, tetapi dia tidak menyela perkataan Master Kun, memberikan waktu sebanyak yang di butuhkan orang tua itu untuk terus bicara.
Menenangkan dirinya sendiri, Master Kun melanjutkan, "Mou Li ini memiliki identitas lain, dia adalah Tetua Agung dari Sekte Menara Langit, dan lebih kebetulan lagi, bahwa Xu Lang yang kau bunuh itu adalah muridnya."
“Persatuan Alkemis mengadakan Kompetisi besar sekali dalam setiap tigaribu tahun. Untuk dapat mengambil bagian dalam kompetisi Alkemis, peserta wajib berada di Ranah Alam Dewa Emas. "
Pikiran Master Kun mulai melayang ke masa lalu dan bernostalgia.
“Pada suatu ketika, Mou Li menantang Leluhur Gurumu untuk berkompetisi dalam Kompetisi Alkemis tahun itu, dan taruhan mereka adalah taruhannyawa!” Wajah Master Kun meringis seolah-olah dia kesakitan.
Melihat wajah sedih Master Kun, Zhang En tahu tanpa bertanya bagaimana akhir dari cerita itu . Namun, pasti ada lebih dari ini, kalau tidak, itu tidak bisa menjelaskan kebencian mendalam yang datang dari lelaki tua itu sekarang.
__ADS_1
Master Kun menarik napas dalam-dalam lagi untuk menenangkan dirinya, sebelum melanjutkan, "Tahun itu, Guru Leluhurmu kalah." Air mata mengancam akan jatuh dari matanya yang berbingkai merah, “Seandainya Guru Leluhurmu kalah dari Mou Li karena keterampilan alkimianya kurang, tidak akan ada keluhan. Namun, pada tahap terakhir pembentukan pil, Qi Guru Leluhurmu tiba-tiba terhambat dan berkurang drastis!”
Alis Zhang En berkerut mendengar ini.
Terhambatnya energi Qi dari tubuh seorang Alkis pada saat penyulingan pil secara tiba-tiba akan memutuskan dukungan untuk api dari Master Alkemis, berakhir dengan kegagalan karena pil tidak akan dapat terbentuk. Lebih penting lagi, masalah ini jarang terjadi pada Master Alkemis tingkat tinggi.
Suara serak Master Kun melanjutkan, “Pada saat itu, kultivasi Guru Leluhurmu telah mencapai Dewa Emas Bintang 10 Tahap Puncak akhir, jadi bagaimana masalah mendasar seperti itu bisa muncul? Waktu itu, ketika Guruku kalah, aku dapat mengingat dengan jelas bagaimana Mou Li itu menguliti setiap daging dari Guruku di depan orang banyak, menyiksanya dengan metode yang lebih jahat sebelum membunuhnya....!" Master Kun sedang menggambarkan yang dia rasakan waktu itu dengan kata-katanya.
“Kemudian, aku mencari Mou Li beberapa ribu tahun kemudian, dan menanyakan, apakah dia melakukan kecurangan pada Guruku? Meskipun dia tidak mengatakan metode apa yang dia gunakan untuk menyebabkan Guruku menderita karena Qi terhambat pada saat yang paling genting, dia mengakui bahwa dia memang benar melakukannya. Mou Li juga menyerang dan melukaiku saat itu, tapi dia tidak membunuhku. Sehingga kultivasiku yang saat itu bisa dibilang sangat tinggi, yaitu sudah di Ranah Dewa Emas Bintang 10 tahap awal, turun sampai Dewa Emas Bintang 1, karena terluka parah. Dia juga mengatakan bahwa dia menyelamatkan nyawaku yang hanya seekor binatang, menungguku untuk membalaskan dendam Guruku di masa depan.”
Master Kun berhenti sejenak sambil menahan kesedihannya, melanjutkan, "Selama ribuan tahun ini, sembari menaikan kembali kultivasiku walaupun sangat susah karena luka yang masih membekas dan racun tingkat tinggi di tubuhku, aku pikir aku tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk membalas dendam dalam hidup ini, tetapi karena dirimu, aku kembali melihat harapan itu."
Zhang En menarik napas dalam-dalam, tatapannya bertekad namun terlihat sangat dingin, "Pak Tua, yakinlah, aku pasti akan membunuh Mou Li untuk membalaskan dendam."
Master Kun perlahan mengangguk, "Aku harap kau bisa mengalahkan Mou Li itu saat Kompetisi Alkemis tiba, juga lakukan dengan pertandingan yang sama."
Kemudian Zhang En bertanya kepada Master Kun, berbagai hal tentang Kompetisi Alkemis, sedetail mungkin untuk dia ketahui olehnya, dan Master Kun menceritakan semua yang dia tahu tentang itu.
__ADS_1
Beberapa saat setelah mereka berudua selesai berbicara dan pergi melanjutkam aktifitas mereka masing-masing, Zhang En berjalan-jalan mengelilingi kediaman Klan Zhang sebelum kembali ke mansion khusus miliknya. Dia kemudian memasuki pengasingan dan mengeluarkan kristal dewa yang merupakan hadiah yang dia terima sebelumnya setelah kompetisi.