Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 119. Menuju Dasar Lembah Harimau


__ADS_3

Keluar dari dalam Kuil Gunung Dewa, Zhang En kemudian memanggil Qin Yang, Lifei, Jie Dong, dan Fan Heng untuk memberi tahu mereka bahwa dia akan pergi selama beberapa hari ke depan, dan dalam periode itu, mereka harus tinggal dan menunggunya di penhinapan. Setelah memberi mereka tugas tertentu, Zhang En mengeluarkan Gunung Dewa Emas dan mengendalikannya untuk terbang ke arah Lembah Harimau, dia diam-diam meninggalkan Kota itu tanpa di ketahui oleh orang luar.


Meninggalkan kota menggunakan Gunung Dewa Emas, Zhang En tidak perlu khawatir ditemukan oleh Zhao Chen. Setelah beberap waktu, Zhang En tiba di Pegunungan Lembah Harimau, dia lalu berdiri di tepi celah curam lembah itu dan melihat ke bawah.


Menatap ke bawah lembah yang gelap dan tak berujung, Zhang En memulai menggunakan kekuatan internalnya, dengan hati-hati sambil menyesuaikan kecepatannya saat tubuhnya melompat ke bawah. Karena pengalaman sebelumnya, kali ini, kecepatannya jauh lebih cepat.


Namun, setelah mencapai enam ratus meter ke bawah, Zhang En terpaksa untuk bertransformasi dengan Spirit Naga beladiri. Saat mencapai kedalaman sejauh seribu meter, dia mulai mengedarkan aura spritualnya  saat lapisan sisik naga hitam dan biru menutupi kulit Zhang En seperti baju besi, namun dia masih merasakan angin dingin yang sangat dingin menerpa tubuhnya serta menyerangnya menusuk sampai ke dalam tulangnya.


Energi dingin yang dapat membekukan secara bertahap menyebar ke seluruh tubuh Zhang En, membekukan darah di nadinya, bahkan Energi Qi di dalam Lautan Qi-nya menunjukkan tanda-tanda pemadatan.


"Tidak baik kalau situasinya seperti ini terus, kalau tidak, aku akan berubah menjadi es sebelum mencapai dasar lembah ini." Zhang En berpikir sendiri.


Sekarang, dia sudah berada pada kedalaman seribu tiga ratus meter di bawah, namun masih belum ada tanda-tanda dia akan sampai ke dasar Lembah Harimau. Mungkin dia mungkin tidak melihatnya bahkan setelah dua atau tiga ratus meter lagi terus meluncur kebawah. Mengandalkan tingkat kekuatan Zhang En saat ini, dia berpikir tidak punya harapan untuk bisa sampai ke bawah.


"Apa yang aku harus akukan?!"


Tiba-tiba kaki Zhang En mendarat di salah satu batu besar yang kebetulan menonjol di dinding lembah, alisnya berkerut dan berpikir saat dia melihat ke bawah. 


Tidak peduli dengan hal itu, dia harus menemukan kediaman master Suku Dewa kuno. Tapi, bagaimana dia bisa menahan angin dingin misterius yang tidak diketahui ini?! Kemudian, sebuah pikiran melintas di benak Zhang En 'Gunung Dewa Emas'.

__ADS_1


Gunung Dewa Emas adalah harta surgawi Dunia Buddha yang sama menakutkannya dengan angin dingin ini, seharusnya Gunung itu tidak bisa menembus ke dalam Gunung Dewa. Segera, Zhang En lalu mengeluarkan Gunung itu dan masuk ke dalam aula Kuil Gunung Dewa dalam sekejap.


Masuk ke pusat Formasi Sepuluh Buddha, Zhang En memulai Qi pertempurannya untuk mengontrol Gunung Dewa Emas, untuk membawanya terbang perlahan. Beberapa hembusan angin dingin bertiup menyelimuti Gunung Dewa Emas dan beberapa saat kemudian, Zhang En merasakan bahwa angin dingin ini tidak dapat menembus ke dalam Kuil Gunung Dewa. Penemuan ini akhirnya membuatnya merasa lega, Zhang En terus terjun turun lebih jauh ke bawah. 


Semakin jauh ke bawah, mencapai dua ribu meter ke bawah, Zhang En akhirnya melihat sekilas tanah yang kemungkinan itu adalah dasar Lembah Harimau.


Pasir dan bebatuan yang ada di dasar Lembah Harimau mterlihat berwarna biru kecoklatan, sejauh mata memandang, tidak ada rerumputan yang tumbuh di tempat ini dan suasana sunyi dan suram yang dapat di rasakannya.


Zhang En mengamati lingkungan yang luas. Di kedua sisi, dinding batu lembah sangat kokoh dan dindingnya tebal dengan es berwarna biru tua yang sudah mengkristal, dan di atasnya, angin ****** beliung berwarna biru tua sedang berputar dalam siklus yang tidak pernah berakhir.


Tidak hanya itu, bentuk angin ****** beliung berwarna biru tua ini pun terus berubah-ubah bentuk, kadang berbentuk seperti naga, selanjutnya berbentuk ular, harimau, dan berbentuk burung phoenix.


Beberapa saat kemudian, Zhang En menjadi tenang, matanya berangsur-angsur cerah saat dia mempelajari angin biru yang selalu berubah bentuk di atas dasar Lembah Harimau.


Dengan cara ini, Zhang En tetap tinggal di dalam Kuil Gunung Dewa yang ada di dalam Gunung Dewa Emas. Selama lebih dari dua jam, menyerap energi dingin berwarna biru yang ada di tempat itu sampai mencapai batasannya. Dia kemudian memusatkan Qi pertempuran dan kekuatan internal untuk menetralkan energi dari udara dingin berwarna biru yang telah dia serap untuk menghilangkan elemen dingin yang ekstrim menerpa sampai ke dalam tubuhnya.


"Energi spiritual alami yang begitu padat!" Seru Zhang En.


Mata Zhang En berbinar saat dia dengan cepat duduk untuk melakukan meditasi sambil menjalankan Teknik Naga Dewa. Dia membuka mulutnya dan menghirup energi berwarna biru yang sudah terkumpul ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


Zhang En tidak merasa dingin lagi ketika energi biru memasuki tubuhnya, sebaliknya, dia merasa tubuhnya menjadi hangat dan nyaman. Zhang En melakukan segala upaya untuk menyerap dan mengendalikn energi dingin itu untuk menyempurnakan energi spiritualnya. Beberap saat setelah itu, Zhang En merasakan kumpulan kabut Qi pertempuran yang terakumulasi di dalam Lautan Qi nya bergemuruh hebat.


Dari dalam Dantian Zhang En, Lautan Qi miliknya memancarkan cahaya saat kekuatan internal di Dantiannya meningkat dengan cepat.


Satu jam, dua jam kemudian


Hanya dalam waktu dua jam, lautan Qi Zhang En semakin padat dan murni.


Tiga hari tiga malam telah berlalu.


Zhang En membenamkan indra spiritualnya secara internal untuk memeriksa situasi di dalam tubuh dan kultivasinya dan dengan senang hati menemukan bahwa setelah tiga hari memurnikan dan menyerap energi biru, kultivasinya meningkat dari Ranah Dewa Bintang Tiga menuju puncaknya, selangkah lagi akan menerobos ke tingkat Pendekar Dewa Bintang Empat. Selain itu, kekuatan internal di Dantiannya lebih melimpah dan semakin murni.


Zhang En kemudian menjelajahi dasar lembah itu dengan terbang didalam Gunung Dewa Emas.


Setelah terbang perlahan selama setengah jam, yang bisa dia lihat hanyalah tanah tandus sepanjang perjalanan. Tak ada satupun daun rumput hijau di tempat itu. Dengan lingkungan yang didominasi oleh angin dingin berwarna biru, bahkan seorang ahli kuatpun tidak dapat bertahan lama dalam kondisi seperti itu. Tetap saja, Dasar lembah ini sangat luas dan terbentang lebih jauh, ujungnya masih belum terlihat bahkan setelah satu jam penerbangan menelusuri dasar lembah harimau.


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa Like & Vote!


__ADS_2