Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch 307. Tiba Di Kuil Dewa Kera


__ADS_3

Tapi, yang mengejutkan Zhang En adalah, ketika mereka tiba di Kuil Dewa Kera, Master Kuil Feng Peng tidak ada! 


Menangkap beberapa penjaga dari Kuil Dewa Kera untuk ditanyai, penjaga itu mengatakan semuanya dengan suara terbata-bata, “Master Kuil kami menemukan seekor Monyet Pemakan Roh muncul di dekat Puncak Kera. Dua hari yang lalu, Master Kuil kami telah berangkat ke Puncak Kera untuk menangkap Monyet Pemakan Roh dan mengatakan menyerap garis keturunan Monyet Pemakan Roh itu!"


Sebuah ingatan kecil mengalir di dalam kepala Zhang En.


Di antara langit dan bumi, Monyet Pemakan Roh sangat langka jumlahnya. 


Tetapi sekarang, satu ekor benar-benar muncul di Puncak Kera! Oleh karena itu, Monyet Pemakan Roh ini adalah reinkarnasi dari Raja Kera yang dimana Dewa Binatang menjadi tuannya ribuan tahun yang lalu.


Mendapat informasi ini dari ingatan Warisan Dewa Binatang yang telah menyatu di tubuhnya saat di Kuil Dewa Binatang, Zhang En menjadi cemas karena jiwanya terhubung dengan Monyet itu.


Dia mencengkeram leher Wakil Kuil Dewa Kera dan menanyainya secara menyeluruh, lalu memerintahkan Shen Kun dan Lion Mu untuk menangani masalah yang tersisa sebelum dia berlari keluar dari Kuil Dewa Kera dengan kecepatan sangat tinggi ke arah Puncak Kera.


Klan Binatang Iblis dari Kuil Dewa Kera menganggap Puncak Kera sebagai tanah suci mereka. Menurut legenda lama, di sanalah Raja Kera pernah berkultivasi.


Dewa binatang yang memerintah atas semua klan binatang iblis dan Suku Beastemen pada masa itu. 


Di tahun-tahun berikutnya, Raja Kera ditundukkan oleh Dewa Binatang dan menjadi jenderal terkuat di bawah pasukan Raja Dewa Binatang.


Monyet Pemakan Roh memiliki garis keturunan Binatang Pemakan Roh kuno, ia mampu melahap semua makhluk dan memurnikan semua hal. 


Bakat budidayanya bisa dianggap menantang surga.


Namun, meskipun kecepatan kultivasi monyet itu menantang surga, monyet itu bukanlah lawan dari Master Kuil Dewa Kera saat ini pada tahap kekuatannya yang masih lemah. 


Jika dia benar-benar ditemukan oleh Master Kuil Dewa Kera, Feng Peng, Monyet itu pasti mati dan di bunuh dan kekuatannya di serap.


Khawatir tentang keselamatan Monyet itu, Zhang En mengeluarkan Pedang Naga Raksasa, menyalurkan energi esensi sejati ke dalam pedang dan terbang di atas bilahnya untuk mempercepat laju pada pedang tersebut.


Pedang itu melewati awan dengan kecepatan kilat, pemandangan dan kota menjadi garis kabur di belakang Zhang En.


Beberapa ahli alam Pertapa Dewa dan Alam Dewa Surgawi merasakan kekuatan menakutkan dari jauh terbang di atas mereka sedetik kemudian. 


Menatap ke atas langit dengan gentar, mereka hanya menangkap ujung ekor seberkas cahaya merah. Itu sangat cepat sehingga hilang bahkan sebelum mereka bisa bereaksi.


Meninggalkan jejak bayangan garis merah, para ahli itu terperangah di tempat.

__ADS_1


Zhang En akhirnya mempersempit jarak ke Puncak Kera.


Dari kejauhan, Zhang En memandangi gunung tinggi yang menyerupai Kera raksasa dan sekilas tahu bahwa ini adalah Puncak gunung Kera. 


Kemudian, dia mengeluarkan peta harta karun yang telah dia simpan selama bertahun-tahun.


Ketika dia masuk di lembah Harimau, sebelum dia menerobos ranah Pertapa Dewa dalam perjalanan di wilayah Domain Kematian, dia mendapat peta harta karun secara kebetulan. 


Tempat yang digambar di peta ini adalah Puncak Gunung Kera yang sama di depannya.


Merenungkan sejenak, Zhang En menuju ke Gua Dewa Kera yang ditunjukkan di peta. 


Bukan secara kebetulan bahwa Monyet Pemakan Roh muncul di area ini. 


Kemungkinan monyet kecil itu datang ke sini karena merasakan adanya hubungan dengan Puncak Kera ini. Sangat mungkin, monyet kecil itu datang untuk mengambil harta karun yang ada disana.


Energi esensi sejati melonjak dari Dantiannya, mendorong Pedang Naga Besar di bawah kakinya lebih cepat. 


Dia harus menemukan monyet itu sebelum Feng Peng!


Zhang En mempercepat laju pedang yang hanya meninggalkan seberkas cahaya merah di udara seperti meteor.


Saat ini, di dalam gua, gempa kuat berulang kali mengguncang dinding gua saat energi kuat berfluktuasi dari dalam.


“Hahaha, sungguh rejeki nomplok yang tidak terduga, tidak hanya aku berhasil menangkap spesies kuno langka Monyet Pemakan Roh, tempat ini adalah juga gua budidaya Raja Dewa Kera! Surga sangat membantuku!" 


Master Kuil Dewa Kera Feng Peng tertawa girang.


Asal muasal Raja Kera generasi pertama di zaman kuno adalah Dewa Kera Bertangan besi dan kemudian disebut sebagai Kaisar Dewa Kera. 


Gua Dewa Kera ini adalah tempat yang digunakan Raja Dewa Kera selanjutnya saat berkultivasi di tempat ini.


Feng Peng saat ini sedang melawan seorang pria muda berusia enam belas atau tujuh belas tahun, dengan ketampanan yang khas dan Qi iblis yang luar biasa melonjak dari tubuhnya.


Feng Peng memukul mundur pemuda itu dengan telapak tangan dan tawanya terdengar lagi.


“Bocah kecil, bahkan jika kau Monyet Pemakan Roh yang langka, kekuatanmu masih terlalu lemah. Kau bukan lawan ku, jika aku ingin membunuhmu, itu akan semudah menjentikkan jariku. Jika kau bersedia tunduk kepadaku, menjadi tunggangan hewan peliharaanku, aku dapat mengampuni hidupmu setelah memurnikan garis keturunan di tubuhmu!"

__ADS_1


“Kau ingin aku tunduk kepadamu? kau pikir kau memenuhi syarat?" Pemuda itu mencibir, "Jika aku mati, Tuanku pasti akan akan membalaskan dendamku suatu saat nanti!"


"Tuanmu?" 


Feng Peng terus tertawa, "Karena memang seperti itu, aku akan membunuhmu dan memperbaiki garis keturunan rohmu, mari kita lihat apa yang akan terjadi."


Dengan melesat seperti anak panah, pemuda itu berubah menjadi monyet raksasa yang ditutupi rambut kuning berkilau dan pupil berwarna kuning emas. Kedua lengannya terayun untuk menyerang Feng Peng.


“Bocah hodoh!” 


Feng Peng membalas dengan serangan serupa, menghasilkan serangan tabrakan yang meledak. 


DUARRR!!


Monyet raksasa yang telah berubah terlempar jauh ke belakang, menghantam dinding gua, kembali ke bentuk manusianya.


Deng Peng mencibir, mendekati pemuda itu dengan berjalan lambat, "Setelah aku memperbaiki garis keturunan pemakan rohmu dan mendapatkan teknik budidaya Raja Dewa Kera dan pil dewa, dalam waktu seratus tahun aku pasti bisa menerobos Gor Emperor, menaklukkan Benua Mata Angin. Pada saat itu, siapa pun yang tidak tunduk padaku akan mati, siapa pun yang tidak berani menyerah, akan di musnahkan!"


Ledakan tawa gila terdengar dari dalam gua.


Feng Peng berhenti beberapa inci dari pemuda itu, mengangkat telapak tangan kanannya, dan memukul tengkorak pemuda itu tanpa ampun.


"Mati kau.!"


Pada saat kritis ini, hujan energi pedang menembus ruang, terbang menuju ke arah Feng Peng. Ada juga Naga darah raksasa yang muncul dan siap merobek Feng Peng.


Feng Peng sangat terkejut, dengan cepat melompat ke belakang sementara telapak tangannya mengubah arah serangan dengan memutar pergelangan tangan, menampar Naga darah itu.


BOOMMM!!!


Gempa kuat lainnya terjadi di dalam gua.


Melihat arah sumber serangan, dia melihat seorang manusia muda berjalan dari ke arahnya.


Perhatian Zhang En terarah ke sisi lain, terfokus pada seorang pria muda yang tampak berusia sekitar lima belas hingga tujuh belas tahun. 


Meskipun dia belum pernah melihat wujud manusia monyet kuning kecil itu, dia bisa tahu bahwa pria muda itu adalah monyet pemakan roh dengan sekali pandang.

__ADS_1


Aura itu, mata itu, semuanya sangat familiar dan merasa jiwanya terhubung dengan pria muda itu.


__ADS_2