Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara
Ch. 727 - Buah Yang Bergoyang Tak Terkendali


__ADS_3

Tak lama setelah itu, Zhang En akhirnya sampai dan berdiri di depan gerbang Kota Lousan, lalu memasuki barisan orang banyak yang membentuk garis panjang, yang juga memasuki kota.


Beberapa saat kemudian, dia sampai di gerbang, membayar biaya masuk dan masuk ke dalam kota.


Begitu dia memasuki kota itu, Zhang En bertanya lokasi pusat dimana Persatuan Alkemis berada kepada seseorang yang dia jumpai, dan langsung menuju ke sana. 


Meskipun ada tiga bulan tersisa sampai Kompetisi dimulai, dia masih perlu memperoleh tanda bintang resmi seorang Alkemis di kota itu.


Setelah mengikuti penilaian alkemis, dia baru bisa mendaftar.


Namun, saat dia ingin menguji alkemis untuk mendapatkan tanda alkemisnya, Zhang En mengeluh sedikit, ada terlalu banyak orang yang juga mendaftar.


Zhang En bergerak maju selangkah demi selangkah, menempuh perjalanan yang menyedihkan setelah setengah jam berjalan. Pada saat ini, alisnya sudah berkerut, merasa jengkel.


Jika seperti ini, bahkan jika dia diberi waktu satu bulan, dia masih tidak akan bisa cepat selesai karena antrian panjang.


Zhang En mengangkat kepalanya ke atas, melihat sekelompok orang yang sesekali terbang menggunakan kereta tunggangan binatang spritual yang melewati udara dari salah satu klan atau sekte. 


Kereta ini di sebut kereta terbang.


Melihat ini, sepertinya dia harus melakukan hal yang sama. Jika orang lain bisa melakukannya, kenapa dia tidak bisa?


Kota Lousan memiliki peraturan yang melarang seseorang dari Klan atau Sekte mana pun untuk terbang di atas kota. Selain itu, juga tidak diizinkan untuk terbang sesuka mereka di dalam area kota, dengan satu pengecualian. 


Untuk terbang bebas di dalam kota, seseorang dapat melakukannya dengan menyewa kereta yang di tarik oleh binatang spritual yang sangat dan mewah yang disediakan oleh Persatuan Alkemis.


Tentu saja, biaya sewanya pasti akan sangat mahal selangit. Tapi untuk Zhang En, kekayaan yang dia miliki sekarang seperti kerikil di jalanan.


Lalu, dia langsung menuju lokasi area perdagangan milik Persatuan Alkemis.


Toko-toko milik Persatuan Alkemis memiliki lebih cabang di Dunia Ghuang. Oleh karena itu, Zhang En dapat menemukan cabang terdekat dalam waktu singkat.


Setelah melangkah ke salah satu toko milik Persatuan Alkemis, Zhang En terpesona oleh deretan kereta mewah dan binatang spritual di masing-masing kereta yang ada di dalam toko.

__ADS_1


Bentuk kereta terbang ini sangat indah, megah, dan tentu saja sangat mewah. Dengan satu pandangan, dia dapat mengetahui bahwa kereta terbang ini terbuat dari kayu spiritual dan batu roh berkualitas tinggi, dengan formasi yang tercetak di rodanya. Selain itu, binatang spritual yang menarik kereta ini bukanlah binatang terbang biasa, tetapi binatang spiritual yang langka dan dapat berkembang biak.


Karena sudah ada cukup banyak murid dari berbagai klan dan sekte di dalam toko yang memilih kerete terbang mereka sebelum Zhang En masuk, Zhang En hanya bisa menunggu pelayan toko untuk mendatangi. 


Sembari menunggu pelayan toko yang masih sibuk melayani murid lain, dia berjalan di dalam toko itu untuk melihat berbagai jenis kereta terbang. 


Akhirnya, matanya berhenti di depan salah satu kereta terbang mewah yang terbuat dari kristal langka. Kereta terbang ini ditarik oleh seekor Phoenix.


Zhang En lalu memanggil salah satu pelayan toko di sekitarnya, lalu menunjuk ke kerete terbang itu bahkan tanpa menanyakan harganya, menyatakan bahwa dia akan menyewanya.


Namun, pelayan toko tersebut memasang wajah yang sulit saat dia menjelaskan kepada Zhang En, “Tuan Muda, aku benar-benar minta maaf, tetapi kereta ini adalah kereta terbang yang disewa jangka panjang yang di gunakan oleh Tuan Muda Maung Li. Karena itu, kami tidak menyewakannya kepada siapapun.”


"Maung Li?" Zhang En tidak tahu siapa orang ini.


Pelayan itu menjelaskan kembali, “Tuan Muda Maung Li adalah murid dari salah satu Tetua Agung kami, Tetua Agung Maung Quan dari Persatuan Alkemis kami. Setiap kali Tuan Muda Maung Li datang kesini, dia hanya membawa kereta terbang ini, oleh karena itu, Pemimpin atau Tetua kamar dagang kami yang mengelola kamar dagang saat ini telah menginstruksikan bahwa kereta ini tidak dapat disewakan lagi.”


Pemimpin Kamar Dagang mereka saat ini hanyalah seorang Tetua biasa, jika murid Tetua Agung ingin menggunakan kereta ini, Tetua itu tentu saja tidak berani menyewakannya kepada orang lain.


Tepat pada saat ini, seorang pemuda berjubah mewah masuk ke dalam toko dengan kedua lengannya di himpit oleh dua wanita cantik berdada besar dan jumbo.


Pemuda yang di panggil Mung Li itu berjalan dengan langkah besar dan arogan, memberikan dengusan kasar sebagai jawaban kepada pelayan tersebut.


Maung Li mencapai tempat dimna kereta terbang yang di inginkan oleh Zhang En, tertawa sinis, “Nak, kau ingin menyewa kereta ini? Apakah kau tahu berapa biayanya? Menyewa kereta ini berharga seratus pil roh kelas dewa, apakah kau bahkan memilikinya?"


Melihat wajah dan mendengarkan perkataan Maung Li ini, alis Zhang En tertarik menjadi kerutan samar.


Selanjutnya, Maungi tertawa terbahak-bahak, melanjutkan, “Bahkan jika kau memiliki seratus pil roh kelas dewa, kau masih tidak layak untuk duduk di atasnya, hanya seseorang dengan status dan identitas sepertiku yang dapat duduk di atas kereta terbang ini. Tapi jika kau bisa mengeluarkan pil roh kelas dewa, aku akan cukup murah hati untuk mempertimbangkan membiarkanmu untuk menyentuh saja.”


Maung Li tertawa sarkas setelah mengatakan itu.


Kedua wanita di pelukannya mengeluarkan cekikikan kecil begitu keras hingga buah pepaya yang menempel di dada mereka bergoyang tak terkendali.


Zhang En lalu menjawab, menatap Maung Li, “Oh begitu? Kau akan segera menyesali perkataanmu padaku hari ini."

__ADS_1


Mendengar jawaban Zhang En, Maung Li tertegun sejenak, tetapi dengan cepat pulih. 


Dia mulai tertawa lebih keras, bahkan lebih tak terkendali ketika dia berkata kepada kedua wanita di pelukannya, “Apakah kalian berdua mendengarnya? Sebenarnya ada seseorang yang berani mengancam, mengancam Tuan Muda Pertama Klan Maung!”


Kedua wanita itu juga terkikik kecil dan lebih keras, membuat kedua tonjolan gunung jumbo di dada mereka melenting tak terkendali.


“Tuan Muda Maung Li, bocah ini tidak tahu seberapa kuat dirimu, dia hanya orang bodoh dan naif.” Salah satu wanita itu berkata, mencoba menyanjung Maung Li dengan nackal.


Maung Li berhenti tertawa, tatapan tajamnya di arahkan kepada Zhang En, “Bocah, kau datang ke sini untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Alkemis, kan? Apakah kau tahu konsekuensi karena telah menyinggung perasaanku?"


Zhang En mengangkat alisnya, membalas, "Emang apa konsekuensinya? Aku sangat penasaran."


Maung Li mencibir, "Kau akan segera tahu." Dia melihat dari balik bahunya ke salah satu pelayan pria di belakangnya dengan senyum di wajahnya, "Bocah ini tidak menyenangkan di mataku, suruh seseorang untuk mengusirnya."


Pelayan pria itu tercengang, lalu ragu-ragu atas permintaan Maung Li.


Mata Maung Li melotot, "Apakah aku perlu melakukannya sendiri?"


Saat pelayan toko itu hendak mengatakan sesuatu untuk membujuk Zhang En, sebuah suara berwibawa menyela dari dekat, bertanya, "Apa yang terjadi di sini?"


Semua orang berbalik untuk melihat, melihat seorang pria tua yang mengenakan jubah Tetua Alkemis berjalan ke arah mereka bersama dengan Tetua dan beberapa pemuda yang mengikutinya


Zhang En sedikit tertegun sejenak, lalu melihat keberadaan Chu Bai.


Beberapa pemuda dengan Tetua itu semuanya berasal dari Klan Chu, dan salah satu dari mereka tidak lain adalah Chu Bai.


"Pemimpin, kau sudah di sini." Pelayan itu dengan cepat bergegas ke arah pria tua itu. Setelah salam hormat, dia merangkum situasinya, "Tuan muda ini ingin menyewa kereta terbang ini, dan hal itu bertentangan dengan Tuan Muda Maung Li" Sambil menunjuk Zhang En.


Tetua ini adalah pemimpin yang mengelola Kamar Dagang milik Persatuan Alkemis saat ini, Ting Shin.


Ting Shin memandang Zhang En, tetapi sebelum dia bisa mengatakan sesuatu, orang lain sudah berbicara lebih dulu.


"Kakak Zhang, kita bertemu lagi." Chu Bai melangkah maju, menyapa Zhang En dengan senyum cerah di wajahnya, "Kau juga di sini untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Alkemis, kan?"

__ADS_1


Ting Shin hendak berbicara kepada Zhang En, tetapi tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa Chu Bai akan mengenalnya, dan menilai dari sikap Chu Bai, ada juga kehati-hatian dan kekaguman saat berbicara kepada Zhang En.


Membuat Ting Shin sangat terkejut, dan bertanya-tanya dalam benaknya siapa pemuda ini? Dia tahu betul status dan identitas Chu Bai, seseorang yang bahkan Tang Shin perlu bersikap sopan.


__ADS_2