TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 93. Masalah Lainnya 2


__ADS_3

Aku kerumah Tata keesokan harinya, Cherrie duduk di meja makan dengan mata sembab dan melamun. Nampaknya semalam malam yang berat baginya.


"Hei Ko, apa kabar, sorry lagi ngerepotin Cece Anita disini..." Dia melihatku dan menyapaku duluan dengan bahasa Inggris, mungkin tak ingin Tata tak bisa mendengar apa yang kami bicarakan. Dia tahu menjaga kesopananya juga. Tata yang mendengarnya langsung menjawabnya.


"Gak ada yang di repotkan adik. Sudah cece bilang." Nampaknya semalam Cece Anitanya ini menjadi teman curhatnya satu-satunya disini.


"Kamu udah makan? Nih ada nasi uduk dan nasi kuning." Aku duduk didepannya. Tata sudah membeli sarapan untuk adiknya itu. Aku membawa beberapa nasi uduk dan nasi kuning.


"Apa itu? Ohh yang kaya tumpeng kemarin ya, pas ultah Papa?"


"Iya, tapi gak selengkap itu lauknya."


"Mau boleh coba,..." Dia membuka bungkusannya, mungkin tipe jika sedang sedih makannya banyak. Dia makan dengan lahap, padahal di piringnya dia sudah menghabiskan bakmie nampaknya.


"Ko nih piring tatakan, kopi apa teh?" Tata memberiku piring, aku makan sambil ngobrol hal biasa dengan mereka kemudian.


"Berantem sama Papa kamu?" Aku memancing pembicaraan dengannya setelah dia selesai makan.


"Iya, Papa marah aku tanda tangan perjanjian penyelesaian sama Daniel. Dia tak tahu aku juga harus menekan keributan kalau tidak proyek-proyek kami dipengaruhi isu negatif tidak akan gol satupun karena tekanan isu dari group yang terlibat di proyek Papua itu. Itu juga keputusan Papa langsung menurunkan spec, mau kuperbaiki semuanya salah, ya sudahlah terserah, aku gak mau ikut campur lagi mulai sekarang, diurus salah, gak diurus juga salah, jadi terserah dia saja, aku lepas tangan, aku masih punya tabungan, nanti cari kerja di tempat teman saja..." Nampaknya Daniel benar-benar bisa menekan hingga Cherrie mau duduk bicara membicarakan pembayaran hutang mereka.


Tapi yang terjadi lebih dari itu nampaknya, ada perkataan Ayahnya yang melukainya sehingga dia menyerah begini. Seperti kata Tata dia sampai dipecat dan ditampar .... Apa Wong Lee Man itu tak bisa bicara baik-baik dengan putrinya sendiri.


"Mana mungkin Papamu kasih kamu izin kerja di tempat orang."


"Aku mau ke Shanghai saja, aku bisa cari kerja di sana dengan bantuan teman. Daripada di suruh merried dan cuma jadi istri yang baik, melahirkan anak jadi simbol keluarga saja..." Nampaknya dia sudah memutuskan apa yang dia lakukan dalam semalam.

__ADS_1


"Pikirkan dulu, mungkin Papamu hanya emosi, mungkin nanti dia datang minta maaf, kamu main pergi begitu tidak baik. Jangan langsung memutuskannya satu malam." Tata langsung menghentikannya, lagipula cepat atau lambat Papanya akan tahu dia di Shanghai melalui imigrasi.


"Iya tenangkan dulu pikiranmu, mungkin nanti Papamu datang cari kamu, kalian bisa bicara baik-baik." Dia tertawa kecil mendengar kata-kata Tata dan aku.


"Cece dan Koko gak tahu siapa Papaku, mana dia pernah minta maaf ke anaknya. Dia tahunya cuma merintah, kasih reward, kasih uang, tapi minta maaf mana pernah masuk dalam kamusnya. Ya kalo salah menurut dia ya salah."


Aku dan Tata berpandang-pandangan. Kami sendiri sebenarnya tak punya cara menyelesaikan hal-hal seperti ini, karena kami pun sebenarnya orang luar yang tak punya kewenangan apapun.


"Kamu kan manajemen atas, mana mungkin kamu bisa pergi langsung begitu. Pergi liburan dulu aja mungkin Cher, apa tanya Mama kamu, mungkin kamu bisa pindah ke perusahaan yang lain. Jangan main pergi dan hilang."


"Males Cece... Mama juga gak perduli, lagi berantem sama Papa, dia lagi kabur ke rumah Bibi di LA, mungkin sebentar lagi mereka cerai, entahlah terserah. Biarinlah, aku kerja di perusahaan teman, pelajaran, sama saja, biar kerja sama Papa aku juga harus tanya sama dia, mana pernah dia kasih aku pegang semuanya. Cuma terima gaji tak apa, aku punya investasi, walaupun aku jadi hidup sendiri, tak bisa punya faselitas seperti sekarang, tapi aku gak akan kelaparan, terserah Papa soal perusahaan, dia yang atur saja... Lagipula aku males disuruh ke sana ke sini kencan, jadi barang dagangan buat disuruh merried. Aku gak serendah itu..."


"Kamu bisa hidup sendiri?" Aku tak percaya skenario dia bertahan sendiri di Shanghai ini akan berhasil. Dalam kurang dari sebulan dia akan ditemukan dan dibawa lagi ke Hongkong. Lagipula dia tuan putri, apa dia bisa hidup tanpa faselitas dari Ayahnya? Itu sepertinya meragukan.


"Maksudnya?"


"Aku juga pernah diasrama Ko Derrick, Koko pikir aku putri raja tinggal perintah orang." Dia tertawa mendengar pertanyaanku.


"Kurasa Papamu pasti akan mencarimu nanti. Kau mana mungkin bisa pergi begitu saja. Dalam seminggu pun kalo dia mau dia ketemu alamat kamu." Kubeberkan saja faktanya.


"Aturin aku paspor palsu Ko Derrick, ..."


"What?!" Aku yang tercengang dia sudah memikirkan begitu jauh.


"Jangan bilang Koko gak bisa." Dia menunjukku nampaknya tekadnya untuk menghilang begitu saja sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Aku tak bisa terlibat ini. Terlibat konspirasi menghilangnya putri Wong Lee Man.

__ADS_1


"Tidak, aku tak bisa! " Langsung mengelengkan kepalaku.


"Cece Tata, tolong aku minta bantu ke pacarmu."


"Kupikir kau harus bicara setidaknya ke Ibumu, jangan main pergi begini, bagaimana jika semuanya khawatir mencarimu. Kau tak bisa menghilang begitu saja, orang tuamu pasti kuatir...." Tata mendukungku, menghilang begitu saja tidak akan bisa diterima oleh orang tua manapun.


"Aku akan memberikan pesan ke Mama melalui email, tapi aku tak mau kembali ke rumah. Sama sekali tak mau. Ko Derrick?! Kau benar-benar tak mau membantuku?!"


"Tidak. Kau harus telepon Ibumu. Aku tak akan mau terlibat konspirasi menghilangnya anak Wong Lee Man. Bisa-bisa Ayahmu menyalahkan Bossku..."


"Aku akan mencari orang yang bisa membantuku, dan tak seorangpun diantara kalian yang tahu bagaimana mencariku!" Gadis ini benar-benar bertekad.


"Cherrie telepon Ibumu dulu, jika kau mau bantuan Ko Derrick. Mamamu harus tahu kau ke Shanghai, Ibumu juga sedang bertengkar kan dengan Ayahmu, dia tak akan memberitahu kemana kau pada Ayahmu, jika kau ingin menghindari Ayahmu sementara. Ko Derrick jelas tak ingin mengambil tanggung jawab begitu besar jika kau kenapa-kenapa di Shanghai, jadi setidaknya Mamamu harus tahu kemana kamu..." Akhirnya Tata menjelaskan alasan sebenarnya, kenapa aku tak ingin terlibat begitu saja dengan paspor palsu itu.


Benar juga, paling lama juga setahun dia kembali lagi. Atau mungkin cuma sebulan, yang penting salah satu orang tuanya tahu dimana dia berada.


"Koko aku menelepon Mamaku, tapi Koko harus janji bantu aku dapat paspor palsu, biar Papa gak bisa lacak?"


"Fine, ngomong sama Mamamu depan saya."


Dia menelepon Mamanya kemudian di depan aku dan Tata, kali ini dengan berlinang air mata menceritakan semuanya. Aku jadi kasihan juga mendengar dia bercerita, Tata yang tidak mengerti apa yang dia ceritakan apa saja jadi terdiam dan harus mengelus bahunya melihat Cherrie menangis begitu rupa, meminta izin ke Mamanya untuk pergi ke Shanghai.


"Ya sudahlah, nanti Koko urus. Kamu sementara tinggal saja disini sama Cecemu." Akhirnya aku setuju setelah dia bicara jelas dengan Mamanya dan mendengar sendiri Mamanya setuju dia ingin ke Shanghai.


Dari apa yang kudengar Mamanya juga tak setuju dengan pengaturan perjodohan putrinya. Tidak mengherankan karana dia sendiri juga korban perjodohan.

__ADS_1


"Thanks Ko." Tampaknya akan ada perselisihan besar antara Janice Chan dan Wong Lee Man di depan. Dua keluarga besar akan bercerai.


Aku hanya berharap masalah ini tidak sampai mempengaruhi rencana pernikahan kami.


__ADS_2