
Kami duduk di salah satu kursi pantai disana. Seseorang yang ada di bar tepi pantai menghampiri kami dan melayani pemesanan kami.
Duduk disana, melihat orang lalu lalang dan ombak yang tenang sore itu, langit sudah memerah di barat.
"Apa kau pernah merasa terasing di Jepang." Tiba-tiba dia bertanya. Aku melirik padanya.
"Kadang..."
"Kau tahu apa yang kupikirkan saat mendengarmu di restoran itu."
"Hmm? Apa?" Aku tertarik mendengarkan pendapatnya.
"Kau tidak cocok berada di Jepang." Aku tertawa kecil.
"Iya, aku tahu. Aku malas berbasa-basi, jika dia tidak bisa menerima idealismeku, tak ada gunanya kami bertemu lagi. Aku tak akan menyerahkan hidupku untuk mengurus anak. Prinsip patriaki di sini tak bisa menerimanya. Ibu dan Ayahku selalu menyuruhku kembali ke NY, tapi sebenarnya aku tak punya masalah dengan pekerjaanku, hanya ... mereka merasa bersalah aku tak menemukan seseorang."
"Kenapa kau tak kembali."
"Karena aku ingin berada di dekat mereka. Lagipula bagiku hidup yang bahagia bukan jika kau menikah, kau bahagia jika kau merasa baik-baik saja." Aku tak tahu kanapa aku bicara terbuka dengannya, mungkin angin pantai ini membuatku ingin bicara begitu saja.
"Hmm..." Dia menggumam.
"Aneh buatmu Ryohei-san?"
__ADS_1
"Tidak, hanya kupikir harusnya kau pergi. Ibu dan Ayahmu sakit?"
"Tidak sebenarnya. Mereka baik-baik saja. Hanya kupikir, selama ini mereka sudah membesarkan kami begitu baik, aku ingin melihat mereka merasa bahagia dengan ditemani, setidaknya punya seseorang di dekat mereka, tidak ada namanya kehidupan sempurna bukan, kakakku yang sudah menikah juga punya kekhawatirannya masing-masing di sana, aku selama ini bak-baik saja, tapi aku juga tak tahu apa aku menambah kekhawatiran mereka sebenarnya..." Aku tertawa kecil. Merasa bimbang dengan diri sendiri.
"Ohh kau punya kakak?"
"Satu di NY satu di London. Mereka sudah punya keluarga."
"Ibu dan Ayahmu pasti orang tua yang bangga pada anak-anaknya yang mandiri."
"Kuharap begitu. Tapi nampaknya semua dari kami tak ada yang menyusahkan." Diam sebentar, aku tertarik mengorek tentang dirinya. "Kekasihmu sudah pergi?"
"Entahlah aku tak tahu. Dia tahu dia tidak punya keberanian muncul lagi di depanku kurasa. Jika dia mengancammu lagi di luar ini, beritahu aku akan kubereskan dia."
"Aku benar-benar berterima kasih kau mengatakannya. Jika tidak aku terperangkap dengan perempuan itu."
"Kau benar-benar belum pernah berkeluarga Ryohei-san?"
"Istriku meninggal 5 tahun yang lalu karena sakit. Putriku berusia 15 tahun sekarang. Dia bercita-cita masuk Harvard sepertimu. Dia belajar keras. Sebenarnya aku ingin dia di Jepang saja. Tapi tampaknya dia benar-benar ingin pergi."
"Ahh ternyata begitu. Aku turut berduka mendengarnya."
"Tak terasa sudah lima tahun." Pandangannya menerawang jauh.
__ADS_1
"Pasti berat bagi putrimu."
"Iya, tapi untungnya masih ada Ibuku. Aku tak bisa selalu menemaninya."
"Tak mencari Ibu baru untuknya." Aku meringis dengan pertanyaanku sendiri.
"Dia tak semudah itu dekat ke orang. Lagipula menerima orang baru setelah kepergian Ibunya itu memang berat. Tapi nampaknya sekarang dia sudah bisa mengatasinya." Duda ini sangat memikirkan putrinya. Dia Ayah yang baik.
"Maaf apa aku membuatmu bosan?" Aku tersenyum kecil mendengar pertanyaannya.
"Tidak, apa yang bisa kita lakukan selain membicarakan hidup, punya orang bercerita itu menyenangkan."
"Saya takut Shiori-san mengurangi skor kredit saya karena saya membuat Anda bosan." Aku tertawa.
"Anda sangat mengkhawatirkan skor kredit."
"Karena ini sangat penting, ini proyek besar, nampaknya saya melakukan kesalahan besar semalam, harusnya saya tak membawa Yuna kesini. Jika Anda tersinggung saya benar-benar minta maaf. Katakan dengan cara apa Anda ingin saya minta maaf."
"Ryohei-san, Anda bisa memulainya dengan tak membicarakannya lagi. Anda merusak matahari terbenam yang indah ini. Lebih baik kita pesan makanan, kemarin aku hanya makan bubur dan roti tawar."
Kuambil buku menu. Dia meringis lebar. Sekarang kupikir senyumnya itu manis.
"Kau benar aku merusak sore ini. Pesanlah apapun yang kau mau, traktiran untuk menaikkan skor kredit."
__ADS_1
Aku meringis lebar sekarang.