
“Tata, Steven ini tinggalnya di Arcana 1, gak jauh dari sini.” Brother Lam bahkan menyebutkan dimana Steven tinggal.
“Ohh iya Pa.” Tata menjawabnya.
Sampai jelas Brother Lam tidak punya pikiran bahwa pikiran bahwa putrinya akan pacaran denganku, usia kami bisa dibilang cukup jauh. Dia bahkan mengenalkan Tata ke Steven. Steven tampak cukup terpesona dengannya, bagaimana Tata itu memang cantik, plus pembawaannya yang agak sedikit angkuh itu, kadang dipandang menarik oleh beberapa orang. Aku merasa mungkin telah mengecewakan Brother Lam dengan jatuh cinta ke putrinya.
Malam itu diisi dengan obrolan antara kami bertiga Brother Lam, Steven dan aku, Tata tidak bergabung dia dan Tante Yun Lan lebih memilih mengobrol berdua. Mungkin Tante Yun Lan akan bisa membantu kami.
“Katanya Paman Arnold kesini untuk menjajaki investasi tambahan.”
“Ohh ya, tempat Tata bekerja sekarang sebuah perusahaan media, mereka perlu investasi, laporan dan proposalnya cukup menarik, saya membawa tim untuk penilaian lebih lanjut.”
__ADS_1
“Kakak Derrick Tan, kau bekerja untuk Hong Lung Group bukan, mereka punya investasi dimana-mana, sekarang bahkan masuk ke retail kosmetik, memang luar biasa. Menyebut nama mereka rasanya masih jauh bisa dicapai.”
“Derrick ini bisa dikatakan salah satu orang kepercayaan Philip Leung disemenanjung Malaya, sudah bekerja disini sejak jaman Tuan besar Leung, sampai sekarang dipimpin anaknya.”
“Iya sudah sering beredar di Malaysia dan Singapura sebelumnya, pas masuk Jakarta, mungkin sudah gak kaget lagi. Malah saya jarang bekerja di Hongkong sebenarnya. Hanya tahun pertama saya bergabung saja.”
“Saya kalo gitu perlu bantuan dari Brother Derrick masuk ke pergaulan disini.”
“Tentu saja,...”Steven Lam ini dari pembicaraannya tampaknya orang yang cukup diam, tipe-tipe anak baik yang pintar dan tahu job desk, tapi kalau disuruh bina hubungan agak kaku, dia ditempatkan cukup Jauh dari HK, nampaknya bukan orang yang akan menjadi penerus utama tapi pengikut yang membantu kakak-kakaknya. Ya tapi tetap saja dia bagian dari pemilik.
“Bahasa saya terbatas, investasi kami cuma bergabung dengan dua group investor lainnya, colega saya seumuran dengan Paman Arnold, jadi saya kurang bisa menemukan teman hangout yang seru disini, kebanyakan saya bertemu teman-teman di Singapura akhir pekan. Atau kembali di HK tiap dua bulan sekali.”
__ADS_1
“Ohh begitu, tentu saya kenalkan dengan teman-teman saya nanti.”
Kami berdua kemudian pamit, Tata dan Tante Yun Lan juga mengantar kami.
“Brother Tan, dimana rumahmu, bukankah katanya hanya beberapa langkah dari sini?
“Itu, empat rumah dari sini, aku berjalan kaki ke sini.”
“Ohhh begitu. Baik, jika aku ingin mengunjungimu akan mudah. Kapan-kapan kita bertemu lagi, hangout berdua kapan-kapan Bro, kenalkan saya ke teman-teman Bro Derrick juga...”
“Tentu.”
__ADS_1
Hmm. Anak baik minta diajak hangout, single, agak kaku pastinya - masa tiga tahun belum bisa terlihat beradaptasi di Jakarta, punya banyak uang, gak kenal lingkungan, malah minta dikenalin teman hangout seru, gak bisa terlalu ngomomg lokal, apa yang diharapkannya?
Teman hangout seru, ini tricky, sebuah pikiran lewat padaku begitu saja, aku jadi tersenyum. Well, kita lihat saja nanti, nampaknya aku perlu keahlian Daniel lagi disini, chemical industry begini bisa jadi calon costumernya Daniel jika dia perlu pasokan mesin-mesin besar untuk kerja berat, dan hiburan yang dimaksudnya, Daniel playboy 4 musim itu tahu bagaimana membuat hiburan tersedia.