
"Iya, siapa..." Tata menyapanya dalam bahasa Indonesia.
"Selamat malam Nona, saya ingin bertemu dengan Nona Cherrie Wong. Saya Ayahnya Wong Lee Man." Wong Lee Man sendiri yang bicara pada Tata, pria di umurnya yang sudah 60 sama seperti Ayah Tata itu punya kharisma yang tidak bisa diremehkan siapapun.
"Maaf saya temannya, Cherrie sepertinya mengatakan tidak ingin bertemu Anda saat ini, saya tidak bisa membantu Anda."
"Saya Ayahnya Nona. Maaf saya belum mengenal Anda."
"Saya Anita, temannya. Jika dia ingin bicara pada Anda dia akan menelepon Anda, Ibunya tahu dia ada disini, jadi mungkin saya harus meminta Anda pergi saja."
"Dia harus ikut kembali ke Hongkong bersama saya besok. Saya ingin bertemu dia, jangan menghalangi saya."
"Ini rumah saya, jika saya bilang Anda harus pergi, Anda harus pergi, atau saya panggil keamanan." Tata cukup tegas menghadapi orang tua itu.
"Anda bercanda Nona...." Wong Lee Man tertawa.
"Apa saya terlihat bercanda?" Tata tetap tak tergoyahkan.
"Cari Nona." Wong Lee Man memberi perintah kepada dua orang laki-laki yang ada bersamanya.
"Baik." Dua orang menerobos masuk, mendorong Tata.
"Hei, ba*stard!" Tata emosi mereka mendorongnya begitu saja.
"Ada apa ini?!" Sudah kuduga Wong Lee Man tidak mungkin kalah hanya dengan kata-kata. Dua orang itu terhenti di ruang tamu setelah aku keluar.
"Kau..." Dia melihatku berdiri menghadapi dua orang anak buahnya. "Derrick Tan? Apa hubunganmu dengan ini? Kau menghajar Simon, sekarang kau muncul disini. Kau sengaja cari masalah denganku belakangan?!"
"Salahkan Simonmu yang terlalu lemah, kenapa kau menerobos rumah orang? Ini bukan tempatmu bisa seenaknya, properti pribadi, sihlakan pergi."
"Siapa wanita ini? Ini rumahmu?"
__ADS_1
"Ini rumah kekasihku."
"Ohh kekasihmu, apa yang terjadi disini sebenarnya, bagaimana anakku bisa berteman dengan kekasihmu, semua ini terlalu tak masuk akal. Kau punya hubungan dengan anakku? Kenapa selalu kau terlibat si sekelilingku belakangan." Dia masih penasaran.
"Tuan Wong, ini rumah kekasih saya Anita, kau ingin melihat akta rumahnya. Sekarang bawa orangmu pergi dari sini. Ini property pribadi, bukan tempat Anda bisa masuk seenaknya..." Dimana keamanan itu, kuharap Bibi cepat datang dan membawa keamanan membantuku.
"Kau pikir siapa kau, Cherrie itu anakku. Periksa ke dalam!" Wong Lee Man tak mendapat reputasinya jika dia tidak segan-segan bertindak barbar.
"Jangan macam-macam. Kalian mau berhadapan dengan polisi?!" Aku harus mengulur waktu, tak tahu apa aku bisa melawan mereka. Pengawal pribadi Wong Lee Man ini nampaknya mengikuti reputasi Tuannya tak seperti Simon yang hanya otaknya yang licik.
"Minggir old man, jangan berdiri di jalanku." Dua orang itu tetap maju, dan mendorong bahuku. Aku menangkap tangannya. Tapi temannya juga menyerangku, sehingga aku harus menahan dua serangan sekaligus dan terdorong ke belakang.
"Kau bukan tandingan kami Derrick Tan." Benar, aku bukan tandingan mereka.
"Kalian berani masuk! Aku akan berteriak kalian pencuri!" Tata mengancam Wong Lee Man.
"Nona, jangan mengancamku." Dia menutup pintu. Sial! Ini tak bisa dengan cara gampang. Dengan cepat aku memfokuskan tenagaku mendorong tiba-tiba satu orang terdekat dengan bahuku dan menyerang yang lainnya, tapi satu orang ini cepat tanggap, tendangannya membuatku terbentur dinding ke arah sebaliknya.
Keadaan kacau! Tata mencoba berteriak, membuka pintu! Tapi Wong sialan itu menahannya, mendorongnya hingga terjatuh. Dua orang tukang pukul itu sekarang tidak memberiku kesempatan. Kecepatan mereka tidak bisa kusamai, beberapa pukulan masuk ke samping, setengahnya masih bisa kublok.
"Apa apa ini!" Semua orang berhenti. "Pak Derrick!? Ada apa Pak? Kalian ini siapa?!"
"Usir mereka, mereka memaksa masuk ke kediaman Bu Anita!"
"Mereka menculik anak saya!" Ternyata dia tahu sedikit bahasa.
"Dia teman saya! Usianya sudah 31, dia sudah punya kemauannya sendiri. Dia tak mau ikut Anda ya tidak mau! Anda menerobos property pribadi saya! Pergi! Atau saya panggil polisi!" Tata sudah berteriak sekarang karena sudah ada keamanan.
Wong Lee Man diam. Karena sudah banyak orang, dia tak mungkin bikin keributan.
"Akan kuperhitungkan ini. Derrick Tan, sebaiknya kau hati-hati. Kau harus menjelaskan ini." Wong Lee Man mengancamku.
__ADS_1
"Sihlakan keluar Tuan Wong. Anda sudah melewati batasnya sekarang. "Aku membalasnya dengan menunjukkan pintu keluar.
Dia akhirnya pergi dikawal satpam, akhirnya aku bisa menghela napas lega.Untuk sementara. Dan akhirnya aku terlibat juga. Wong Lee Man tak akan main-main dengan ancamannya sekarang.
"Koko? Ga papa." Tata dengan cepat melihat keadaanku. Cherrie turun kemudian.
"Apa yang terjadi?! Mereka sudah pergi? Koko dihajar?"
"Sudahlah tak apa, paling hanya lebam saja."
"Cece Anita maaf, harusnya aku tak menyusahkan kalian begini."
"Ayahmu itu benar-benar keras kepala." Tata jadi tahu arogansi seorang Wong Lee Man. Bahkan kepada putrinya sendiri nampaknya kekuasaannya juga absolut. Tapi akan lebih banyak masalah di depan.
Aku duduk berpikir apa yang harus kulakukan.
"Cherrie, Koko dan Cece Tata orang luar, tak bisa melawan Papamu begitu terbuka. Kali ini mungkin dia mundur, tapi selanjutnya dia akan punya persiapan lebih baik." Aku berpikir apa yang harus kulakukan. Aku tak bisa berdiri sendiri sekarang.
"Jadi aku harus pergi dari sini sekarang?"
"Harus ada orang yang setara di belakang, Koko dan Cece Tata tak mungkin pasang taruhan untukmu, kita bagaimanapun orang luar, telepon Mamamu, suruh dia tanda tangan kontrak pengawalan dengan perusahaan Koko, Koko kirim kontraknya via email besok. Setelah ini kamu akan dikawal, jika kamu mau di Jakarta boleh, tapi kamu dalam pengawalan, tapi memang lebih baik kamu di luar kota sebelum masalah paspor dan izin tinggal selesai dan kamu bisa ke Shanghai. Jadi ini bukan personal, tapi karena Mamamu meminta. Kau hanya bisa mengandalkan back-up Mamamu sekarang."
"Iya aku telepon sekarang."
"Jangan sebut siapa Cece Tata, kita hanya teman, posisi dia akan tetap sama. Kamu juga kesulitan jika Mamamu tahu siapa cece Anitamu." Aku mengingatkannya.
"Iya aku tahu maksud Koko. Aku ngomong sama Mama sekarang." Dia menelepon Mamanya langsung, menjelaskan sesuai rambu yang kuminta.
"Mama setuju Ko, dia bilang kirim aja email kontraknya."
"Baguslah, besok kamu ke Bali lebih aman, akan ada pengawal wanita menemani kamu sementara waktu. Sorry kamu tak bisa disini lagi, ..."
__ADS_1
"Ya sudah yang penting aku gak sama Papa."
Untuk malam ini persoalan selesai. Besok ini akan afa lanjutannya. Tapi begitu Mama Cherrie setuju terlibat maka perseteruan akan menjadi Janice Chan dan Wong Lee Man.