TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 Part 24. Kick Out The Enemy 10


__ADS_3

Setelah pesta itu keadaan kantor nampaknya lebih tenang, Papa dan Paman sudah tandem dari lama, walaupun Paman membiarkan Papa mengambil banyak keputusan karena dia CEO, tapi sebenarnya Paman yang lebih fokus adalah orang yang lebih banyak memberi saran kepada Papa.


Jadi walaupun dia bukan tipe orang yang vokal, orang-orang di sana tidak punya keraguan bahwa Paman mampu mengambil alih kepemimpinan tanpa hambatan berarti.


Sementara nampaknya pekerjaan di Hongkong bisa aku tinggalkan, aku ke Shanghai sebentar. Ke Shanghai aku malah penasaran apa yang bisa kupakai untuk menjatuhkan wanita itu ke dasar. Wanita itu benar-benar harus diberi pelajaran yang membuat dia tak bisa menampakkan mukanya di Hongkong lagi, seperti dia membuat Ibuku menghindari kejaran wartawan .


Aku jadi tak sabar apa dia punya borok yang disembunyikannya. Private investigator nampaknya belum menemukan petunjuk yang berarti.


Tapi sayangnya untuk menjatuhkannya ke dasar seperti itu, aku memerlukan fakta yang tidak bisa dikarang, harus memang benar terjadi. Jadi aku memanfaatkan waktu luangku untuk meriset dan membaca berita gosip memuakkan beberapa hari ini, saat aku sedang di Shanghai, berita-berita tentang Camilla Chai, wanita selingkuhan Ayah ini.


Menurutku dari beberapa tahun dia belum diketahui adalah simpanan Ayah dia juga dekat ke beberapa pria, aku melacak dari berita 20 tahun yang lalu, dekat dia di usia awal-awal dia bertemu Ayah, saat itu dia baru berusia 25 tahun nampaknya, dari awal dia punya banyak gosip beredar di sekelilingnya. Banyak pria yang disebutkan dekat dengannya.


Bagaimana mungkin Papa mempercayainya. Wanita ini memang pembuat drama ulung, semacam psychopath yang mampu mengendalikan cerita menurut versinya kurasa.


Sampai saat kelahiran anaknya dia mengatakan bahwa, Ayahnya tak ingin dunia tahu ini anaknya, tapi dia telah mengakui buah cinta kami. Menyebalkan, jadi Ayahku mengakui itu anaknya dan memberikan limpahan materi padanya.


Nampaknya dia semacam tahu kondisi, di awal-awal posisi Ayahku belum kuat. Jika dia muncul sebagai perebut suami orang, keluarga Ibuku tak akan tinggal diam, plus kariernya juga akan hancur.


Setelah itu tahun-tahun berikutnya tampak berita tentang petualangan cintanya mereda, tapi lima tahun kemudian baru muncul lagi berita gosip lain tentang wanita ini. Kali ini dengan seseorang pengusaha muda, tapi tak bertahan lama.


Aku mencatat semua alur cerita yang kutemukan, gosip apapun kubaca, ku catat poinnya sehingga membentuk semacam alur cerita year by year sampai dua tahun lalu dia akhirnya memutuskan membuka siapa Ayah dari dua anaknya. Terlepas entah berita gosip itu benar atau tidak semuanya kucatat.


Dan biarpun dua kali dia punya anak tanpa diketahui siapa Ayahnya nampaknya dia malah memandang itu sebagai sumber berita untuk menaikkan dirinya.


"Ayahnya orang yang sama, kami saling mencintai tapi tak mungkin mengungkapkan siapa dirinya. Ini akan membahayakan anak kami."


Dia selalu membangun narasi pintar sehingga orang bersimpati tentang nasib cintanya dari awal. Tapi di sisi lain itu pasti menyandera Ayah juga selama bertahun-tahun. Wanita yang pintar bermain tarik ulur tapi mendapatkan semuanya pada akhirnya dengan cerita istri pertama yang jahat dan ingin membunuh anaknya sehingga orang bersimpati pada kisah cinta yang dipendamnya belasan tahun.

__ADS_1


Astaga ular ini memang sangat licik.


Aku melihat foto keluarganya dan anaknya, satu perempuan satu laki-laki, dia pasti bangga dengan prestasinya ini. Anak laki-laki ini pasti akan jadi harapannya di masa depan, tapi sayangnya keluarga Chan bahkan sudah menendang suaminya dari posisi CEO, di masa depan kurasa keluarga Chan akan menekannya menjual sahamnya. Seperti yang Paman bilang, dia malah senang jika Ayah memutuskan melepaskan sahamnya.


Apa yang ku dapat dari membuat chart perjalanan hidup wanita ini.


Tak ada ! Kecuali mendapatkan dia memikirkan hidupnya dengan baik, membuat drama secara berkala menaikkan nilai dirinya. Dia membuat hidupnya seperti reality show.


"Kak Shi-Shi, kau pernah mendengar gosip tentang Camilla Chai?" Aku mengobrol dengan Kak Shishi di tengah kebuntuanku mencari dosa wanita ular itu beberapa hari ini. Tak ada apa-apa selain dia selalu berusaha membuat gosip.


"Kau bicara tentang wanita yang sekarang bersama Ayahmu bukan?"


"Iya dia yang kubicarakan. Dia cukup terkenal di China daratan sini juga sepertinya."


"Ya bisa di bilang begitu." Kak Shi Shi berpikir sebentar. "Gosip tentang dia tak bisa dipercaya, kadang kami berpikir dia memang sengaja terlihat muncul dengan seseorang lalu menjadikannya berita. Kadang kami tahu terutama beberapa pendatang baru membayarnya, yang lainnya punya kerjasama untuk membuat berita dengannya sama-sama untuk menjaga nama mereka tetap beredar. Jadi kalau kau tanya aku hal seperti itu nampaknya entah bagaimana aku merasa tak ada yang benar."


Tepat seperti yang kupikirkan juga ternyata.


"Sekarang dia tidak membuat gosip lagi karena dia sudah mendapatkan Ayahmu." Kak Shi-Shi meringis. "Maaf Cherrie,..."!


"Tidak usah minta maaf, yang kau katakan memang benar, setelah berpura-pura jadi korban sekarang dia memang sedang berperan seperti Nyonya besar baik hati."


Kak Shi-shi berpikir.


"Kau tahu pernah sekali, aku pernah melihat ada seseorang yang nampaknya dekat padanya tapi tak masuk berita gosip..."


"Ohh ya siapa?"

__ADS_1


"Seorang aktor tampan yang juga pengusaha di sini. Tapi itu sudah lama, temanku pernah bercerita padaku mereka terlihat ngobrol di sebuah restoran hotel di Shanghai. Sebentar kucarikan namanya untukmu." Dia mengambil ponselnya, mengetikkan namanya lalu memberiku fotonya, aku kenal orang ini. Orang yang sama di jeda tahun ke 5, kurasa ini tahun kelahiran anaknya. "Itu cukup aneh bukan biasanya dia pasti menjadikannya berita gosip, mungkin itu menandakan bahwa dia benar-benar punya hubungan dengan orang itu."


"Chen Ye Zhuan, ..." Aku melihat fotonya dan mengetikkan sendiri di ponselku. Sebuah pikiran melintas si benakku, mungkin dia pernah juga putus asa karena tak bisa diakui oleh Ayahku, lalu dia mencari penghiburan dengan yang lain.


Hmm... tapi kenapa fotonya terasa seperti melihat seseorang yang familiar. Siapa yang familiar? Jika mereka pernah tidur bersama, mungkinkah....


Aku mencari file foto keluarga Ayah yang baru. Benar, anak laki-laki yang berusia 14 tahun ini, kurasa agak mirip Chen Ye Zhuan. Pikiran liar mulai bergulir di otakku soal kemiripan tak wajar dan skandal ini.


Jangan-jangan anak laki-laki itu bukan anak Ayahku. Mungkin saja tak terlacak jika golongan darahnya tidak mencurigakan. Wanita itu malah memanfaatkan anak ini untuk lebih mengikat hubungannya dengan Ayahku.


"Kak Shishi, apa mereka mirip menurutmu. Anak laki-laki ini, apa dia mirip dengan Chen Ye Zhuan?" Kak Shishi yang heran melihat foto yang kuberikan .


"Siapa ini? Kenapa mereka mirip?"


"Kutanya lagi padamu, apa mereka mirip?"


"Iya tentu saja, siapapun akan mengatakan mereka mirip. Li Xin, sini, anak ini mirip Chen Ye Zhuan bukan."


"Hmm...iya, mirip." Li Xin juga mengiyakan. "Siapa dia."


"Dia anak Ayahku, anak Camilla." Mereka sekarang melihatku dan berpandangan satu sama lain. Sekarang terbelalak sama sepertiku yang pertama melihat kemiripan mereka.


"Ini anak Camilla? Selingkuhan Ayahmu itu? Maksudmu.... Jelas ini mirip. Bagaimana bisa.... Jangan-jangan." Ternyata Li Xin juga jelas tahu jalan pikiranku.


"Itu anak Chen Ye Zuan bukan anak Ayahmu!" Shi shi meneriakkan fakta yang sudah jelas itu.


"Astaga, Kak Shi-shi kita akan mendapatkan berita gosip besar baru sebentar lagi. Kita yang tahu pertama." Li Xin jadi heboh sendiri. Aku menghela napas panjang.

__ADS_1


Jadi rupanya selama ini dia melindungi anaknya dari wartawan karena ini, hanya anak perempuannya yang sering muncul di media, tapi anak laki-lakinya tidak pernah diberitakan, lebih tepatnya dia sengaja sembunyikan.


"Wanita ular ini memang adalah ular, dia mempermainkan Ayahku. Aku akan membongkar kedoknya ini sampai tuntas. Kalian jangan membongkar ini ke siapapun dulu. Aku perlu bukti kuat soal ini untuk menjebaknya.


__ADS_2