TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 81. Kokoku Yang Keren


__ADS_3

POV Derrick


"Koko, aku boleh minta tolong temani ke pesta gathering perusahaan rekanan akhir pekan ini, Jumat sore. Aku jadinya sekarang harus jadi duta perusahaan, plus nangani marketing yang beginian, siapa tahu ada klien dapet klien juga disana, biasanya Pak Boss sekarang jadi tanggung jawabku. Yang satu ini aja soalnya ada penggemar."


"Ohh, perusahaan siapa?"


"Benny..."


"Benny, pemilik jaringan retail apotik dan optik itu kan, sekarang maen aplikasi dokter online juga." Aku mengangguk. "Kamu gak bisa nangani penggemar?" Koko meringis, dia ini tipe percaya saja padaku, mungkin dia tipe tidak mau curiga ke pacarnya.


"Mau pamer udah punya pacar. Pamer halus, biar gak diarepin lagi, soalnya ini Benny agak suka ehm... ngomong gede, tipe perlu disanjung, sekalinya disanjung GR sangkain suka sama dia, kiri salah kanan salah, ribet ama orang begitu ..." Si Koko nyengir sendiri mendengar aku mendeskripsikan Benny. "Pulang kerja aja besok Ko, jam 7.30 pake batik atau jas doang kalo cowo kan?"


"Iya, ..." Aku langsung tersenyum senang. Baru kali ini ditemani di pesta resmi. Lagian Kokoku memang bisa dipamerin.


Jam 6 dia menjemputku di kantor, rupanya dia bawa mobil sendiri, aku memakai dress selutut hitam, dengan lengan panjang, tapi dengan potongan pas badan, formal dan elegant sekaligus. Aku berjalan menemuinya di lobby, dia memakai warna kemeja gelap kali ini, pakai warna apapun dia cocok sebenarnya.


"Sore cantik,..."


"Sore ganteng." Aku langsung menyelipkan tanganku di lengannya. "Makasih udah datang nemenin."


Entah kenapa mungkin karena umurku agak jauh, aku terbawa bersikap manja padanya. Padahal sehari-hari aku bukanlah gadis yang perlu sandaran 24 jam, tapi di dekatnya rasanya nyaman begitu saja bersikap manja.


"Kamu laper? Kita makan burger dulu, gathering begini biasanya gak punya waktu makan, malah dihabiskan dengan ngobrol.


"Sebenarnya tadi aku juga kepikiran begitu, tapi kupikir bisa makan dikit-dikit."


"Bisa tapi biasanya kalo cewe makannya gengsi, jaim juga kan. Tapi ya tergantung tipe acaranya juga nanti, mungkin ada bagian duduknya yang bisa makan banyak." Aku tertawa.


__ADS_1


"Iya Ko, kita beli burger aja lah." Kami makan dengan cepat akhirnya. Untungnya hotel lokasi acara tidak jauh dari kantor.


Ternyata ini acara non formal. Tamu juga tidak banyak hanya kurang lebih 150an undangan yang membuat aku bisa berkenalan dengan lebih banyak orang. Rupanya acara ini di organisir oleh group Ayah Benny dan group finansialnya yang merupakan keluarga menantunya.


Aku tak tahu Ko Derrick yang menjelaskannya padaku karena dia melihat dan mengenal orang-orangnya. Untuk urusan siapa orang-orang bisnis ini dia jauh lebih paham.


"Anita, saya cari kamu tadi."


"Benny, hallo saya juga nyari yang undang, tapi barusan baru datang."


"Datang sama siapa?"


"Ohh sama Ko Derrick,..."


"Marketing manager kamu? Saya belum pernah lihat?" Dia melihat Derrick tapi tidak mengajak bersalaman.


"Ohhh bukan, ini partner saya..."


"Derrick Tan, senang bertemu dengan Pak Benny."


"Senang bertemu Anda, Pak Derrick pemilik perusahaan apa?" Langsung bertanya begitu, mungkin pertanyaannya tak salah, tapi belum-belum sudah bertanya pemilik perusahaan apa. Jadinya dia kelihatan membandingkan level pemilik perusahaan.


"Ohh maaf, saya belum memberikan kartu nama saya." Koko mengeluarkan kartu namanya, kartu nama hitam dengan lambang Hong Lung Group yang dicetak emas bagian belakangnya.


Menurut Koko hanya ada 8 orang pemegang kartu seperti ini di Hong Lung Group. Yang berarti wakil boss besar langsung dalam organisasi untuk masing-masing wilayah, jabatan yang lebih luas tanggung jawabnya. Tertera jabatan dan perusahaan yang ada namanya secara resmi disana ada 5 perusahaan mencantumkan namanya.


Sekarang Benny nampak terdiam. Kokoku keren - walau dia profesional, gak kalah pridenya sama pemilik. Walau begitu dia tidak menampakkan rasa tersinggungnya saat Benny meremehkannya secara tersirat.


"Brother Derrick?! Ahh Anda datang kesini? Saya dan Henry berusaha mengundang Anda gathering kemarin, sekertaris Anda bilang Anda sedang di Hongkong." Dua orang ini adalah Ayah dan Ayah mertua salah satu Kakak Benny.

__ADS_1


"Ahh iya saya menerima laporannya dari sekertaris saya Pak Yana, sayang sekali tidak bisa datang. Kali ini saya sebenarnya menemani kekasih saya yang menerima undangan dari anak Pak Hendry."


"Ohhh, ini kekasih Anda?"


"Selamat malam, saya Anita dari Triage Advertising Pak Hendry, Pak Yana."


"Ohh Putri Tuan Arnold Lam, saya pergi ke pemakaman Ibu Anda, maaf orang tua ini sudah tak bisa mengingat banyak hal."


"Ahh Benny, kamu tangani tamu lain saja, biar Papa yang ngobrol dengan Pak Derrick dan Bu Anita." Akhirnya malah kami ditangani sendiri oleh Ayahnya Benny yang memandang nama Derrick.


Aku jadi bisa dikenalkan dengan banyak orang karena Ko Derrick, karena Pak Yana dengan baik hati memperkenalkan aku adalah orang yang menangani iklan perusahaan mereka. Ini adalah tujuan aku datang kesini, mencari referensi, sementara ini ternyata menjadi kekasih salah satu orang penting Hong Lung sangat menguntungkan, lebih menguntungkan daripada nempel ke anak pemilik perusahaan.


Aku menempel di bahunya saat kami dalam perjalanan pulang. Memiliki lengannya dan tak mau melepaskannya. Melihat sosoknya dan tersenyum.


"Apa? Kenapa senyum-senyum?"


"Ga pa-pa, lain kali kalo lagi gak sibuk temenin lagi ya. Koko koneksinya keren." Dia tertawa.


"Lebih keren dari Benny?" Dia mengangkat alisnya sambil bertanya.


"Pastinya." Dia tertawa dengan pujianku. Tapi kemudian pandanganya menerawang.


"Ini hasil mempertaruhkan nyawa Tata, Koko tak punya apa-apa sebelumnya, saya pernah di posisi diremehkan dan dibuang, dijauhkan dari putri saya sendiri. Sekarang keluarga istri saya tak berani memandang saya rendah lagi. Makanya Cecilia bebas bersama saya kapanpun dia mau. Jadi yaa untuk sampai ke sini mungkin bukan perjalanan yang mudah..."


"Sorry aku manja sama Koko." Aku jadi merasa bersalah memanfaatkannya. Dia ketawa.


"Engga, kenapa kamu minta maaf. Cecil udah jarang manja, kamu gantinya." Aku yang ganti tertawa. Kucium saja pipinya sambìl memeluk lengannya.


"Thanks Ko, kalo gak ada Koko aku pasti udah sepi banget pas gak ada Mama, udah banyak kasih aku nasihat dan dukungan. Sorry Ko, kadang aku ngerasa Koko kaya penganti Mama."

__ADS_1


Dia ganti mencium keningku singkat sebagai jawabannya.


"Love you." Sebuah kata yang sangat berarti bagiku.


__ADS_2