
"Skormu masih sempurna?" Sandra melihat hasil skor-ku dalam jarak tembakan 50 yard.
"Mataku masih cukup bagus kurasa." Aku tertawa.
"Mengagumkan. Aku masih bisa menghandle 25 yard? Tapi 50, kurasa aku sudah kehilangan kemampuanku."
"Sudah lama sekali rasanya, kita sudah di usia ini. Kau tahu tahun ini aku 40, rasanya masih ingin kembali ke angka 3, Kak, rasanya banyak yang kulewatkan entah kenapa..." Aku mendengarnya bicara. Kami duduk berdua, mengingat masa lalu.
"Kau merasa begitu? Mungkin karena kau sendiri, tak punya seseorang untuk berbagi. Kau tak pernah mencoba keluar dari zona nyamanmu kukira." Dia tersenyum mendengar perkataanku.
...Kenalan dengan Sandra ( Charmaine Sheh) dia akan ada di season selamjutnya πππππ...
...πππππππππππππππππ...
"Mungkin kau benar Koko. Tapi jangan mengatakan itu, kau juga tak pernah keluar dari zona nyamanmu." Aku tertawa sekarang.
"Aku sudah mencoba..."
"Ohh kau sudah punya kekasih sekarang, kekasih yang sebenarnya, kau punya komitmen sekarang? Jangan bilang pacar yang mengikuti aturanmu karena itu tak masuk hitungan." Aku meringis lebar. Dia tahu aturan pertemananku, 'teman tapi mau' kata Tata.
__ADS_1
"Aku punya sekarang, yang ini mengikuti aturan normal."
"Baguslah, nampaknya yang ini berbeda."
"Boss, Tim 5 akan dikirim ke Singapore minggu depan, Tim 3 tugas boss besar ikut ke Jakarta Hanoi, Jonny harus ikut boss besar biasanya." Andy datang padaku, dia yang mengoperasikan faselitas ini.
"Ohh oke, istri Boss gak ikut?"
"Kata orang kantor tidak. Saya harus ke KL juga minggu depan. Kontrol tim dan laporan di sana."
"Bilang ke orang KL, kita perlu tenaga tambahan segera dalam 3 bulan ke depan. Gak bisa kirim dari sini terus, besar biaya lagipula waktunya terbatas."
"Iya saya akan pastikan itu."
"Kak Sandra, ..." Andy memberi membungkuk ke Kak Sandra.
"Saya mungkin pernah liat, tapi sudah lupa."
"Kita sedang perlu orang senior juga, investasi group boss naik besar-besaran di wilayah Asia Tenggara belakangan, banyak masalah keamanan perlu ditangani. Kalau kau mau gabung, aku akan sangat terbantu. Belakangan banyak boss wanita juga yang minta bantuan pengawalan."
"Kau sedang dalam misi merayuku bergabung Kak Derrick?" Aku tertawa.
__ADS_1
"Iya, ayo bergabung. Sudah sore, ayo makan malam, aku tahu tempat makan bagus disekitar sini."
"Ayo, aku memang sudah lapar, lagipula aku tak pernah mencoba makanan lokal selain di hotel. Baru pertama kali aku di tugaskan di Jakarta."
Aku punya janji dengan Tata untuk pulang sore. Tapi aku harus memastikan ini berhasil, menarik Sandra ke dalam kelompokku.
'Tata, Koko masih belum selesai kerjaannya. Malam ini gak bisa temani kamu. Ok.'
Dia hanya memberi jempol di balasannya. Aku akan membawakannya sesuatu. Semoga dia tidak marah.
Aku membawanya makan di sebuah restoran Sunda dengan pemandangan unik di pinggiran Jakarta.
"Ohh ini makanan sini, agak pedas, tapi enak juga. Baru kali ini makan begini. Ini banyak sekali..."
"Sudah lama kita tidak makan besar, ini pertemuan kembali anggap saja perayaan... " Dia tertawa. Mengenang masa lalu dengan makan malam dan obrolan ringan.
"Sebenarnya aku tahu kau bekerja dengan siapa..." Aku masuk ke pembicaraan utama sekarang setelah bir keluar. Dia melihatku...
"Melihat faselitas dan orang yang kau miliki aku tidak heran Koko."
"Ada lagi satu hal. Mungkin kau harus menghajarku setelah tahu ini."
__ADS_1
"Apa?" Dia melihatku dengan penasaran.