TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 Part 31. The Reason 1


__ADS_3

Aku berbalik sekarang, disini ada Ko Derrick, dia tak akan berani berbuat apapun padaku. Tapi dua orang yang selalu ikut dengannya membuatku waspada.


"Kau mau apa menemuiku? Aku tak akan ikut kau lagi? Aku sudah memberitahu Ko Derrick, kau berani menyentuhku lagi, dia akan membunuhmu." Satu-satunya pertahananku, apa iya dia akan berani mempertaruhkan kariernya untuk mendapatkanku lagi. Aku sedikit mempertanyakan motivasinya yang sebenarnya.


"Grace, kesini dengan Cece." Aku tetap berjalan mundur sambil memanggil Grace, entah bagaimana gadis kecil berumur sembilan tahun itu datang menemuiku. Aku memegang tangannya lalu berbalik pergi dan berjalan secepatnya, saat itu yang kupikirkan hanya berlari sejauh mungkin darinya.


"Kau pikir aku datang ke sini dengan sia-sia. Tenang saja bukan kau yang kumau."


"Lalu apa maumu?"


"Bicara..."


"Aku tak ingat kau punya kemampuan bicara Kent? Yang kau lakukan hanya membereskan semua dengan ototmu. Sebenarnya kenapa kau masih perlu mengganguku. Apa Hongkong kekurangan wanita untuk kau ganggu. Aku tak ingin berurusan denganmu lagi. Itu saja Kent."


Aku bergegas pergi darinya.


"Aku menemukan Ibumu." Tiga kata yang membuat langkahku langsung terhenti.


"Apa?" Sekarang aku terpaksa berbalik. Dia berjalan mendatangiku sambil tersenyum.


"Liontin yang kau tinggalkan dikenali seseorang." Dia mengeluarkan liontin giok yang merupakan satu-satunya petunjuk siapa orang tuaku. Liontin itu direbutnya dariku, seperti dia merebut semua dariku. Liontin dengan ukiran khusus Naga dan Phoenix, dibelakangnya terukir namaku.


"Dan tebak, dia mencarimu... Karena ternyata dari ceritanya kau sebenarnya dibuang oleh kakekmu yang kejam tapi Ibumu tak pernah merelakan kau dihilangkan, dia mencarimu sudah puluhan tahun, kakekmu membawa rahasia tentangmu ke dalam kuburnya... ." Kent tersenyum melihatku membeku. Aku tak pernah menyangka aku akan mendengar kabar tentang Ibuku. Dalam mimpi terliar pun itu hanya kuimpikan saat aku kecil.


"Sandra sayang, ... kau tahu liontin seperti ini diukir khusus, harganya mahal, siapapun yang memiliki ini pasti punya keluarga sangat berkecukupan, dan apa yang kumau ini hanya bisnis. Aku akan memberitahumu siapa Ibumu, lalu dia akan memberiku jumlah yang sangat besar dan kau membantuku keluar dari masalah. Ibumu tidak tinggal disini tentu saja, tapi dia sangat berkecukupan ...Aku kebetulan bertemu dengannya dan liontin khusus ini langsung menarik perhatiannya. Nasibku sangat baik bertemu dengannya. Tapi sebelum itu ... kau tahu ada yang harus kau lakukan."


"Kau menipuku, kau pikir aku percaya padamu?"

__ADS_1


"Aku bahkan sudah mencocokkan catatan ketibaanmu di panti asuhan dengannya. Jika kau tak percaya kau bisa melakukan test DNA dengannya. Dia pun ingin tahu apa kau putrinya. Jika kau tak menurut padaku... jangan harap aku memberikan informasi apapun padamu. Kau ingin menyesal seumur hidupmu tak bisa menemui Ibumu yang nampaknya sangat mirip denganmu."


Dia tahu aku tak mungkin menolak menemui Ibuku sendiri. Jika Ibuku selama ini benar tak pernah membuangku...


"Apa yang kau inginkan dariku?"


"Hmm... membersihkan namaku. Sedikit mempermalukan Koko tersayangmu itu di depan Boss Philip. Tenang saja, aku takkan menyentuhmu, aku lebih tertarik akan cek yang bisa kudapatkan dari menjualmu ..." Kent tertawa dengan gembira, dia hanya menganggapku komoditas berharga tinggi rupanya.


"Kokomu sedang melaporkanku untuk sidang anggota hari ini, kau tahu itu. Ada pacarmu juga, kau memang cukup beruntung. Ya tapi anggap saja tiap orang punya keberuntungan masing-masing. Bagaimana? Ikut denganku atau kau lebih suka tidak menemui Ibumu...Pilihanmu sendiri."


Aku mau bertemu Ibuku jika dia benar-benar tidak pernah ingin membuangku.


"Aku akan ikut... Aku akan mengantar anak ini ke dalam. Tunggu disini." Aku mengajak anak yang bernama Grace itu ke dalam.


"Bibi, kau bilang kau punya hadiah?"


"Ada tapi di tangan pengasuh Li, jika kau menurut padanya kau akan dapat hadiahmu." Aku membawanya masuk ke dalam.


"Baiklah, hati-hati."


Aku pergi dengan mobil Kent yang sudah menungguku.


"Kita kemana?"


"Kau akan tàhu, Kokomu juga ada disana dengan kekasihmu. Tidak ada yang di Hongkong tidak dibawah pengawasanku." Mereka melapor ke Philip, makan siang dimana.


"Kau bangsat yang tidak mau mengakui kesalahan."

__ADS_1


"Jika kau mau aku mengakuinya kau akan kehilangan kesempatan bertemu Mamamu. Kau pilih mana? Kokomu atau Mamamu, dan aku hanya mau namaku bersih."


"Aku akan menelepon Koko." Aku mengambil ponselku. Tapi secepat kilat dia merebutnya dari tanganku.


"Sayang, dia hanya akan menerima malu sedikit, dia tak akan kenapa-kenapa. Lagipula anggap saja itu hukumannya dia tidak mencarimu lima tahun dengan benar dan percaya saja pada kebohongan yang kau dan aku katakan." Dia merangkul pundakku. Aku merinding dengan rangkulannya.


"Lepaskan aku!" Kent tertawa.


"Baik-baik, kau menang. Lagipula kau peti uangku. Aku tak akan menggoresmu Sandra yang galak. Kau bebas melakukan apa saja asal kau bisa menbersihkan namaku.


"Ba!ngsat. Kau ular licik." Aku mendesis mengutuknya. dia hanya tertawa.


"Saat sampai disana, akui saja kita suka sama suka, semua masalah itu tidak ada karena kau dan aku melakukannya suka sama suka dan kau sendiri yang ingin pergi, minta maaflah kau yang membuat masalah menjadi besar. Ikuti saja kata-kataku, jika Boss Philip mempercayaimu, akan kuantar ke Ibumu. Tapi jika tidak, kau tak akan mendapatkan apapun. Bahkan tidak satu hurup depan namanya. Kau mengerti?! Aku terpaksa mengangguk patuh sekarang.


Kami di sebuah restoran, aku ingat restoran ini sering dijadikan tempat pertemuan oleh Boss Besar.


"Ikuti aku." Dia memberiku perintah untuk berjalan di belakangnya. Kami menuju sebuah ruang private. Dua orang pengawal ada di depan pintu ruangan. Membungkuk saat Kent melewati mereka.


Kent mengetuk pintu. Boss besar Philip ada disana dengan Ko Derrick dan Oliver. Mereka mengobrol dengan santai nampaknya.


"Oh Kent,..." Boss Besar Philip yang menyapanya duluan. "Ada apa kau kesini, siapa wanita ini."


"Sandra?" Oliver dan Ko Derrick berdiri melihatku. "Kenapa kau disini, ban*gsat ini apa yang dilakukannya padamu ?" Dan Oliver yang bertanya duluan.


"Aku dilaporkan, bukankah aku sebaiknya disini menyelesaikan masalah?" Kent dengan cepat menjawab. "Dan aku membawa sumber masalahnya supaya dia bisa menjelaskan duduk perkaranya.."


"Ya, kau dipermasalahkan melanggar kode etik keanggotaan Hong Lung. Kau yang namanya Sandra? Aku ingat kau yang mengawal istriku di Jakarta kemarin. Derrick dan Oliver pacarnya mengatakan kau menganiaya Sandra lima tahun lalu, hingga dia terpaksa pergi dari Hongkong karena kau. Apa jawabanmu?"

__ADS_1


"Kenapa Sandra bersamamu?! Kau mengancamnya?!" Oliver yang langsung bicara sekarang. "Sandra kemarilah kenapa kau bersamanya." Dia menarik tanganku aku terpaksa melepasnya dengan pandangan minta maaf.


"Sandra?" Oliver sekarang tak mengerti apa yang aku lakukan.


__ADS_2