
Sementara liburan Osaka berakhir seperti qku harus bangun dari mimpi indah, di Tokyo aku mulai langsung disibukkan oleh pekerjaan. Tapi nampaknya Ryohei masih ada di Osaka untuk sementara waktu.
"Boss besar akan datang ke Tokyo akhir pekan ini. Shiori, bahasa Mandarinku buruk, aku hanya bisa bicara Inggris dengannya, bagaimana jika kau membantuku ikut beberapa pertemuan, sebenarnya dia hanya datang untuk beberapa acara informal, juga ada istri dan anaknya yang diajak melihat hanami di akhir pekan, ini pertemuan santai sebenarnya. "
"Ohh baik Tuan Akada." Aku baru dua kali bertemu dan hanya bicara singkat dengan pemegang saham terbesar di perusahaan itu, biasanya Tuan Akada yang selalu bicara panjang lebar dengannya, walau sudah juga beberapa menghadapi regional director, mungkin ini juga pertanda baik bagi karierku, aku dikenalkan lebih dekat ke boss besar.
"Nanti Sayaka akan memberikan padamu jadwal pertemuannya."
"Saya mengerti."
Tapi sampai Rabu rupanya Ryohei belum kembali ke Tokyo.
"Kau belum kembali?"
"Besok pagi aku kembali."
"Apa kau sudah mendapatkan titik terang siapa yang membuat keributan?"
"Belum, aku baru meminta mereka memperketat keamanan, tapi pelakunya kali ini tertangkap di kamera pengawas. Kemungkinan besar mereka bisa melacaknya. Tapi aku mendengar bahwa Yuna Aize sekarang punya pacar baru, seorang pengusaha bidang bisnis hiburan di Jepang, dekat dengan Ayahnya."
"Ohh jadi dia punya sumber dana setidaknya." Aku tertawa. Membayangkan dulu Ryohei adalah sumber dananya. Dari perkataannya yang mengatakan orang yang bekerja di dunia showbiz punya tuntutan glamor, mungkin uang jajan yang dimintanya juga glamor.
"Ya, dan lagi orang seperti dia pasti banyak memakai orang Ayah Yuna untuk keamanan."
"Ohh ya aku akhir pekan ini agak sibuk, boss besar datang, aku disuruh menemani Tuan Akada, nampaknya aku akan dipromosikan ke boss besar. Aku senang sekali."
"Itu berita bagus. Besok aku kembali, tapi mungkin agak sibuk. Jumat mungkin kita bisa bertemu makan malam oke."
"Baiklah."
Aku bertemu bersama dengan boss-ku kemudian dijamu datang ke jamuan makan siang terbatas dengan direktur utama beberapa perusahaan Hong Lung yang ada di Jepang.
"Ini Nona Shiori Tanaka, dia Direktur muda yang saya percaya."
__ADS_1
"Shiori Tanaka, bukankah kau yang dipukul berandalan itu?"
"Ahh iya, Derrick-san yang membantu mencari petunjuk."
"Sudah ditemukan yang memukulmu?"
"Sampai sekarang belum. Polisi juga masih kesulitan menemukan petunjuk."
"Untunglah kau baik-baik saja. Tuan Akada akan kehilangan orang kepercayaannya jika tidak."
"Iya saya berterima kasih atas bantuan Tuan Philip dan Tuan Derrick."
"Ada seorang teman yang diminta bantuan Derrick orangnya menyelidiki ini, aku yakin cepat atau lambat mereka akan ditemukan. Tuan Akada mengandalkanmu, teruslah bersemangat." Boss ternyata cukup ramah untuk ukuran Direktur lapis ke dua sepertiku.
"Terima kasih Tuan. Saya akan selalu berusaha yang terbaik."
Pertemuan malam itu seperti membuka jalan baru bagi karierku. Aku senang bisa berkenalan dengan lingkar satu dan lingkar dua Direktur beberapa perusahaan dengan mayoritas saham Hong Lung di Jepan.
"Kakak Shiori, kau dimana. Kata Papa kau ada acara sampai jam 3 di Ritz, mau ke rumah kami? Papa juga akan pulang sebentar lagi. Kita makan malam bersama?"
"Aku ada di dekat Ritz, kujemput Kakak dengan sopirku oke."
Dia menunggu di lobby dengan muka senang. Aku heran sekarang.
"Kelihatannya kau senang sekali?"
"Hasil tes percobaanku baru saja keluar, sangat bagus. Aku senang sekali." Ternyata dia baru mendapatkan tes percobaan ke-dua.
"Ahhh ternyata begitu. Kau sudah berusaha dengan keras, kau layak mendapatkannya."
Kami tiba di sebuah daerah dekat Minato-ku, sudah dekat ke rumah Ryohei, saat sebuah mobil tiba sengaja menabrak kami dari belakang.
"What the f***!" Aku mengumpat spontan saat kaget, dan terdorong ke depan untungnya sopir kami bisa menguasai kendaraan. Kendaraan yang menabrak kami dengan cepat mengebut kabur ke belokan selanjutnya di belakang kami.
__ADS_1
"Kau tak apa?" Aku dan Sayuri sama-sama terdorong ke depan di mobil sedan itu. Untungnya tabrakan nampaknya tak begitu kencang.
"Tidak. Siapa yang menabrak kita."
"Kakak tidak tahu. Kita lanjut saja ke rumah, Papamu di rumah bukan." Apa ini ada hubungannya dengan kejadian di Osaka. Apa Sayuri juga dijadikan target.
"Apa kau merasa kita diikuti belakangan ini Kento ?" Aku bertanya pada sopir yang menbawa Sayuri.
"Tidak Nona, baru kali ini ada kejadian begini."
Kami sampai kemudian. Mobil Ryohei sudah ada di depan rumah. Kento memeriksa kondisi mobil yang penyok bagian belakangnya sementara aku dan Sayuri segera ke bagian dalam rumah.
Ini pertama kalinya aku masuk ke rumah ini.
"Papa! Mobil kami sengaja di tabrak di jalan." Ryohei sudah dengan baju santainya dan melihat ponselnya di depan televisi yang menyala.
"Apa maksudmu sengaja ditabrak?! Kalian tak apa?!" Dia langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri kami.
"Tadi kami ditabrak dari belakang tak jauh dari sini. Ada sedan lain yang menabrak kami lalu kabur dengan berbelok ke arah lain. Mobilmu penyok di bagian belakangnya. Tapi tampaknya mereka cuma menakuti kami saja, dia cuma berusaha menabrak sekali, setelah itu mereka langsung kabur."
"Kalian ingat mobilnya."
"Kurasa semacam sedan Mazda berwarna hitam."
"Iya itu Madza hitam, tapi kurasa model lama.Tapi aku tak sempat melihat plat nomornya." Sayuri nampaknya juga memperhatikannya.
"Kento masih didepan?"
"Iya."
"Kalian disini dulu. Aku harus membuat laporan, bangsat manapun yang melakukan ini harus bertanggung jawab." Dia pergi ke depan menemui Kento, lalu tak lama masuk ke dalam segera berganti pakaian.
"Papa pergi ke kantor polisi, Shiori kau disini dulu."
__ADS_1
Dia langsung pergi. Wajahnya tampak gusar. Jika ini ada hubungannya dengan kejadian di Osaka berarti orang yang mengerjakan ini memang sudah mengincarnya untuk diteror, tapi jika sampai Sayuri yang ikut menjadi target Ryohei pasti tak akan tinggal diam.