TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4 Part 51. Another Girls is Coming 1


__ADS_3


POV Ryohei


"Papa, Kak Shiori tak kesini belakangan." Sayuri bertanya padaku soal Shiori.


"Kak Shiori kamarin...." Kuceritakan apa yang terjadi padanya soal tukang pukul yang datang ke rumah Shiori.


"Astaga, Papa pacarmu itu benar-benar sangat jahat. Kasihan Paman dan Bibi, bagaimana keadaannya."


"Papa akan menanganinya. Mereka tak cedera berat untungnya. Papa jadi merasa sangat bersalah soal ini. Tapi jika kau ingin mengunjunginya kau bisa meneleponnya. Papa akan mengurus bagaimana menghentikan Yuna menggangu kita, untuk sementara patuh ke nasihat pengawalmu dulu."


"Aku mengerti Papa. Aku akan menelepon Paman dan Bibi, membawakan mereka hadiah boleh bukan."


"Tentu saja boleh. Tapi kau harus mengerti mungkin Kakak Shiorimu tak bisa kesini dulu."


Aku menghubungi Miyano lagi. Dia tahu di komunitas Yakuza ada orang-orang bernyali tinggi yang bisa disewa untuk membuat kerusuhan, kelompok bernama boryukudan ( yang artinya adalah kelompok kekerasan) ini bisa dibayar untuk membuat suasana kacau, jika mereka mau perang maka dia akan memulainya. Dekalian akan kubuat perang habis-habisan, mereka menganggap ancamanku angin lalu.


"Kau ingin list usaha Waka Gashira dan aku ingin kau membayarkan untukku boryukudan Miyano-san."


"Kau serius Ryohei-san, kau ingin memulai perang dengan mereka?!"


"Mereka tidak didukung oleh kelompok manapun lagi, Nakagawa dan Mukai juga sudah mundur. Jadi mereka tak usah di takutkan lagi."

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu itu benar-benar kesempatan untuk menghabisi mereka. Tapi kenapa tiba-tiba kau mau mengeluarkan uang untuk ini."


"Mereka sudah keterlaluan, itu saja. Kau bisa menolongku Miyano-san?"


"Aku akan mengaturnya. Tunggu saja kabar dariku. Segera." Urusan sudah dibereskan, akan ada yang mengaturnya.


Dalam dua hari kemudian Miyano sudah bertemu dengan ketua kelompok itu, mereka tahu apa yang harus dilakukan. Aku ingin membuat mereka merusak, merugi, dan konstan terganggu. Tapi aku tak akan mengakui itu perbuatanku. Itu hanya tahap pertama.


Aku menelepon Shiori kemudian. Hanya bisa meneleponnya sekarang, tapi ini untuk keamanannya.


"Kau baik-baik saja? Papamu bagaimana..."


"Aku baik. Papa tak apa dia mulai pulih. Yuna tak mengganggu Sayuri bukan."


"Aku tak tahu tapi kau tahu tadi barusan Yuna meneleponku minta maaf sambil menangis, minta ampun mengiba-iba, bilang tak akan mengusikku lagi. Tapi aku tak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Richard, dia tak memberitahu apapun."


"Benarkah?" Pria itu nampaknya punya latar belakang yang tidak sederhana, dia membuktikan omongannya. "Kau sama sekali tak tahu apa yang dilakukannya?"


"Sebenarnya semalam saat kami bertemu untuk mengobrol dia kami tak sengaja bertemu dengan Yuna, dia langsung bilang dia akan melakukan sesuatu dan menyuruhku pulang duluan. Tapi dia tidak memberitahu apa yang dilakukannya."


"Ohh kau mengobrol dengannya..." Shiori mengobrol dengan gaijin itu. Mantan pacarnya yang punya tampilan seperti model majalah itu. Kuliah di Harvard, gaijin, karier mentereng, latar belakang rumit, hanya karena dia tinggal di NY aku bisa menang sekarang.


"Kau cemburu sekarang." Shiori tertawa. "Sudah kubilang dia hanya teman baik."

__ADS_1


"Aku tahu. Aku hanya iri sedang tidak bisa bertemu denganmu. Sementara dia bisa bertemu denganmu. Tapi itu berarti kau akan aman dari gangguan Yuna, mungkin aku harus berterima kasih padanya." Entah apa yang dilakukannya pada Yuna tapi nampaknya sangat efektif. Dia jelas punya kemampuan.


"Itu lebih baik. Ohh ya aku akan ke Hongkong dua hari lagi selama tiga hari. Kurasa tak ada bahaya lagi karena dia sudah meminta ampun padaku, jemputan dan pengawalanku sekarang bebas tugas."


"Baiklah, tetap berhati-hati oke aku akan menyelesaikan ini secepatnya." Kami harus berpisah sementara. Aku akan merindukannya.


Mama datang dari Kyoto hari ini, sayang aku tak bisa mengenalkan Shiori kepada Mama. Pasti Sayuri sudah menceritakannya kepada Neneknya. Dia bilang dia akan membawa temannya untuk berjalan-jalan karena ternyata ini puncak Hanami di Tokyo.


Sayuri meneleponku kemudian, pasti dia sudah bertemu dengan neneknya.


"Papa, kau tahu sobo(nenek) membawa temannya."


"Iya, aku tahu. Dia sudah bilang pada Ayah, dia mau mengajak temannya jalan-jalan melihat Hanami."


"Bukan masalah temannya yang itu tapi ada tambahan satu teman lagi."


"Apa maksudmu tambahan satu teman lagi?"


"Ada seorang gadis cantik dari Kyoto. Nampaknya dia mau dijodohkan denganmu oleh sobo." Aku langsung memijat keningku, masalah Yuna belum selesai, aku tak bisa bertemu Shiori, sekarang ada satu lagi. Pantas saja aku heran, kenapa Hanami sudah di akhir dia baru datang, rupanya ada tujuan lain.


"Kau belum pernah cerita ke sobo Papa punya pacar?"


"Papa kalian jadian belum sebulan aku belum mengatakannya. Dan kau tahu gadis itu sedang sangat sibuk sekarang."

__ADS_1


"Sangat sibuk? Apa yang dikerjakannya memangnya? Kenapa dia bisa jadi sibuk?"


__ADS_2