
"Aku minta maaf." Kucoba mendekatinya saat dia sedang duduk di taman rumah sendiri. Setelah semalam dia tidak ingin bicara denganku, dan baru keesokan malamnya aku bisa bicara dengannya.
"Dimaafkan." Dia tersenyum padaku tapi kemudian mengubah arah pandangannya lagi, wajahnya tanpa riak emosi, jejak antusiasmenya hilang sama sekali. Bahkan dia tidak mendebatku sama sekali.
"Kau mau jalan-jalan." Mungkin aku bisa membujuknya dengan bersikap lebih baik.
"Tidak aku lelah." Pandangannya menghadap ke langit, menemukan kedamaiannya sendiri. "Sudah jam 9, aku kembali ke kamar dulu oke. Besok aku masih harus ke kantor duluan jam 7, jika tidak aku merasa aku makan gaji buta disini. Apa kau perlu bantuanku lagi." Dia beranjak dari sampingku, tersenyum padaku tapi aku tak menemukan dia yang kemarin lagi. Aku mengamit tangannya menahan kepergiannya.
"Aku benar-benar minta maaf Sandra...."
"Aku memaafkanmu, tidak ada yang perlu diributkan lagi. Sungguh aku memaafkanmu."
"Jika begitu, tinggallah bersamaku sebentar."
"Hmm baiklah 15 menit cukup? Aku harus bangun jam 6 besok ..." Sekarang dia menjadikan permintaanku sebagai kewajipan, tak bersedia berkonflik denganku dan sengaja mencari cara aman menghindariku.
"Ya sudahlah sàna pergilah tidur." Mungkin dia perlu waktu menerima permintaan maafku sekarang.
"Baiklah selamat malam Oliver." Dia berlalu dengan santai.
Walaupun sebelumnya dia senang mengajakku bertengkar, tapi itu karena dia penasaran padaku, jika dia masih penasaran aku masih punya harapan, setidaknya dia masih mau untuk mengatakan apa pendapatnya, dan tertarik mengetahui pribadiku lebih dalam.
Sekarang dia membiarkan pembicaraan terlihat aman, tertawa dengan riang tapi tak tertarik sama sekali, lebih senang menghindari berbicara berdua denanku, dia tak ingin mendebatku, tak ingin mengatakan pendapatnya, tak ingin tahu apapun tentangku, dia hanya ingin melewatkan 30 hari secepatnya.
__ADS_1
Dari 10%, sekarang aku membuat 0-nya hilang jadi 1%. Great! I'm screwed with my self.
Dan ternyata harapanku hampir pupus setelah seminggu dia konsisten bertahan tak perduli, Sandra lebih banyak menganggapku ornamen dengan nama 'boss 30 hari' beberapa hari ini.
Sir Oliver, makanan sudah siap. lain kali Oliver, kau ingin kopi, apa ada yang bisa kubantu untukmu, dia menggunakan kata kerja paling formal dan baku untuk bicara denganku. Padahal aku mulai menyukai kata dimsum, species lain jenis, playboy atau apapun yang dikatakannya untuk membuatku kesal. Sekarang membuatku kesalpun dia tak tertarik lagi.
Dia tidak membenciku, dia kehilangan ketertarikan padaku, menggangapku hanya penggangu gila yang setelah 30 hari ini akan berlalu. Dia nampaknya sudah membulatkan hatinya untuk itu.
Apa yang harus kulakukan.
Dan aku kehabisan akal sekarang, ...
Mengajaknya makan, membelikannya sesuatu, meminta maaf lagi, mengajaknya bicara, semua sudah kulakukan, tapi yang kudapatkan hanya senyum sopan dan terima kasih plus kata, 'Kau terlalu baik, kau tak usah melakukan ini untukku.'
"Sir Oliver, Anda terlihat sangat binggung beberapa hari ini. Belum tidur?" Aku duduk sendiri di beranda belakang malam-malam, Nguyen menghampiriku.
"Nguyen... Duduklah. Kau mau bir?" Aku memberinya sekaleng bir untuk menemaniku minum.
"Tidak aku hanya sedikit...punya masalah.... " Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya.
"Dengan Nona Sandra?" Aku melihatnya, ternyata dia tahu, bagaimana dia bisa menebaknya.
"Kau tahu?" Dia tersenyum.
__ADS_1
"Saya hanya menebak dari interaksi Tuan dan Nona Sandra belakangan. Biasanya dia tak segan-segan mendebatmu. Apa Tuan membuatnya marah, dia jadi bersikap sangat formal ke Tuan, kalian semacam pacaran?"
"Hmm... ya, aku berusaha mendekatinya, dia belum menerimaku, kurasa begitu, tapi dia sudah mengecapku jelek pada awalnya, sekarang karena satu masalah, aku sudah blacklist, banned, dumped, evil sekaligus..." Sekarang Nguyen yang tertawa.
"Tapi dia tidak terlihat marah padamu."
"Dia memang tidak marah, tapi dia sudah menganggapku tak berharga lagi."
"Oh Lord, dia mengangap Anda tidak berharga, saya turut berduka untuk Anda, padahal Anda single dengan nilai nomonal paling tinggi disini, kenapa begitu, padahal saya rasa banyak wanita yang ingin mendekati Anda, Anda main-main dengan orang ketiga." Nguyen masih menertawakan kemalanganku.
"Bukan soal orang ketiga,..." Kuceritakan singkat padanya, apa kesalahanku. Walau tak memberikan detail, intinya adalah aku melarangnya minta tolong kepada orang yang sudah dia anggap keluarga sendiri, karena aku yang akan menyelesaikan masalahnya. Nguyen mengangguk-angguk seperti orang bijak, mungkin dia bisa memberiku jalan keluar. Jalan apapun akan kuusahakan sekarang karena kurasa aku sudah kehabisan jalan.
"Jika begitu, dekatilah keluarganya dengan baik. Anda salah orang Asia biasanya sangat menghargai hubungan keluarga. Kami disini selalu mendekati keluarga dulu untuk mendapat restu. Bukan seperti kalian secara personal dulu, jika keluarganya setuju maka jalan untukmu akan terbuka Tuan Oliver."
"Dekati keluarganya dulu..." Baru kali ini ada yang memberiku saran begitu. Maksudnya aku harus mengatakan niatku pada Ko Derrick itu? Tapi sekarang Sandra sendiri sedang marah padaku, bagaimana mungkin aku datang ke sana dengan dia yang masih marah.
"Iya, dia menghargai keluarganya, jika kau berniat baik, kau bisa menerima keluarganya, dan dia orang-orang disekelilingnya, kurasa keluarganya akan membantumu cara meminta maaf yang baik. Mungkin kau akan punya sedikut harapan..." Ohh membantuku meminta maaf ke Sandra.
Jika Ko Derricknya itu menganggap niatku cukup baik, maka dia bisa menasehati Sandra untuk menerimaku? Mungkin maksudnya begitu. Ya terdengar cukup masuk akal bagiku.
Aku memang pernah meminta nomor telepon Derrick padanya, setelah kami kembali Derrick akan ke Hongkong. Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenal Derrick, setidaknya membuat dia menjadi sekutuku untuk meminta maaf ke Sandra. Dia tidak pernah memaafkanku karena aku ingin menyingkirkan keluarganya.
"Aku akan mendengarkan saranmu Nguyen, kau benar sekarang dia tidak memberiku harapan lagi. Aku tak punya jalan lain selain yang kau sebutkan."
__ADS_1
"Bersemangatlah Tuan Oliver, jangan cepat menyerah, wanita jika kita perjuangkan dengan benar pasti akan melihat pada kita." Dia memberiku nasehat sedikit bagaimana harusnya aku bersikap dan menelepon Kakak Derrick itu menurut pandangannya, mereka sama-sama Asia harusnya nasihatnya bisa dipakai.