
"Aku tak akan menjawabmu Tuan Oliver. Makanlah nanti pho-mu dingin."
Setelah itu dia tak mencoba membongkar masalah pribadiku lagi.
Kami kembali dengan taxi ini, Nguyen sudah memperingatkanku kadang beberapa pengendara taxi nakal entah bagaimana punya cara menaikkan argo meternya tiba-tiba, terutama jika dia tahu kau wisatawan.
"Hei, argomu, jangan macam-macam!" Nguyen memberitahu bagaimana berargumen dengan mereka dalam bahasa Vietnam, bayar tarif fix saja. Sebut nama bossnya jika perlu, karena nama bossnya cukup menakutkan katanya. Harus diingat bahwa Vietnam adalah sosialist, orang-orang kaya di sini dekat hubungannya dengan militer. "Kubayar kau hanya 60,000 ke hotel Lotte!"
"Come on Mam. 90,000 vnd." Dia rupanya fasih juga.
"70,000!"
"Ok." Akhirnya aku deal.
"Dia mencurangi argo kita?"
"Tentu saja, itu sering terjadi disini."
"Jika aku pergi sendiri aku sudah jadi korbanya kukira. Thanks Sandra."
"Ini sudah tugasku, aku pengawalmu." Kami sampai hotel dalam sepuluh menit kemudian akhirnya. Hanoi tidak begitu ramai, Nguyen mengatakan jam 10 biasanya jalanan sudah lenggang disini.
Aku mengantarnya sampai ke kamarnya, mengecek bahkan sampai kamar mandi, memeriksa keadaan sesuai dengan SOP-ku, dia melihatku dengan heran.
"Ini tugas pengawal, kami punya SOP. Aku harus memeriksa kamarmu."
__ADS_1
"Ohhh, kupikir kau akan ikut menginap disini." Dia membuka jaketnya melemparkannya ke kursi. Memamerkan tubuh atletisnya yang hanya memakai kaus abu-abu pas badan."Jika iya juga tak apa." Dia tersenyum melihatku, sedang mencoba arus apakah deras atau dangkal nampaknya.
"Kau perlu gadis malam ini? Nguyen bisa mengirimkannya untukmu. Kau tinggal bilang padaku." Aku melipat tanganku di depan dada.
"Tidak aku hanya bertanya padamu, jangan terlalu malu, kau sudah pernah melihat sebelumnya, ..." Aku yakin dia sangat puas jika bisa mendapatkanku dibawahnya.
"Kita berbeda species Tuan Oliver." Dia tertawa karena aku menyebut kami berbeda species.
"Semua species wanita sama saja. Dan aku orang yang sangat baik hati, kau harusnya lebih terbuka padaku."
"Bagaimana jika aku telepon Nguyen sekarang. Kau perlu berapa? Mungkin dua atau tiga gadis?" Dia berjalan mendekatiku. Aku tetap di tempatku, jarak kami hanya sejangkauan tangan sekarang. Sekarang aku bisa melihat mata biru gelapnya. Pria tampan ini memang pantas menyandang status Don Juannya.
"Kalau begitu kutinggalkan kau untuk beristirahat. Selamat malam Tuan Oliver." Aku berbalik menuju pintu.
"10K (ten grand)." Aku terhenti, apa bangsat ini sedang menawarku?! 10K ( 10,000 USD)?! Sekarang aku berbalik dan kembali ke depannya.
"What?"
"Jika kau tinggal disampingku selama 3 hari..." Dia tahu aku tak bisa memukulnya sekarang karena dia tamu Boss besar. Aku mengela napas dan meringis melihatnya.
"20 grand." Ternyata penawaran double, dia menaikkan alisnya, aku sekarang tertawa.
"Kau tahu Tuan Oliver...jika kau bukan tamu bossku, akan kuberi kau jab kedua."
__ADS_1
"30 grand then..."
"Kau punya banyak uang heh?"
"Sudah ku bilang aku murah hati." Bangsat ini mencoba main-main untuk memancingku. Aku yakin jika aku mengiyakannya, dia akan mengatakan. Ternyata hargamu adalah 30 grand.
"Simpan uangmu Tuan Oliver, sudah kubilang kita berbeda species." Aku melarikan tanganku di dadanya, tersenyum padanya dengan penuh kebanggaan.
"Oh ya..." Dia menangkap tanganku. Tangannya menelingkung pingangku. "Kau menganggap ini terlalu serius Nona Sandra. Aku hanya mencoba menjadi baik hati. Semuanya akan baik-baik saja, kita tak bermain perasaan, murni bisnis dan kebaikan hati."
Aku menghela napas melihatnya. Pria yang menjadikan uang sebagai tamengnya, semua pria yang punya uang kadang begitu, dengan alasannya masing-masing. Sebagian lainnya memang bangsat yang ingin mengunakan wanita, sebagian lagi sebenarnya menghindari hubungan emosional dengan wanita.
Ko Derrick pun menggunakannya, dia melindungi hatinya dari wanita-wanita yang ingin mendekatinya dengan menggunakan uang, di tangannya wanita hanya alat, sampai dia bertemu seseorang yang tepat, mungkin pula di saat yang tepat. Pria ini kurasa dia bersikap begitu pasti dia punya masalah sendiri dengan wanita, entah apa, dia berusaha membuktikan wanita sama saja.
"Jangan membawa dendam masa lalumu ke depanku, aku tak ingin tahu Oliver..." Perkataanku membuat senyumnya hilang. Aku mengenainya dengan tepat. Kulepas tangannya yang melingkar di pinggangku.
"Selamat malam, besok kita berangkat jam 8."
Kututup pintunya. Aku yakin dia tak akan mencoba lagi.
๐๐๐๐
Jangan lupa vote komen giftnya yaaa
Jempolnya di klik juga
__ADS_1