TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 4. Part 7. Hanoi 1


__ADS_3

"Kau benar-benar mengharapkan itu?" Aku sedikit meninggikan suaraku.


"Aku bercanda Shiori-san, jangan terlalu serius." Dia tertawa sendiri sekarang, aku terpaksa tersenyum juga.


"Aku menutup mulutku, kau bisa mempercayaiku. Tanpa perlu jaminan poin."


"Kenapa itu rasanya seperti ancaman." Dia tersenyum lebar sekarang.


"Shiori-san, kau benar-benar perlu bersantai sedikit. Nanti pertemuan kita dengan orang pemerintah di resort pantai yang indah, kau bisa sedikit bersantai."


"Hmm... aku akan sangat pelit dengan poin. Walaupun aku di sogok dengan resort pantai." Giliran aku yang tertawa.


"Kau memang benar-benar sulit."


"Tentu saja, itu sebabnya boss mempercayaiku."


"Baik-baik, aku tahu aku harusnya tak mencoba mempengaruhimu lagi. Itu tak ada gunanya. Satu pertanyaan Derrick Tan itu siapa? Aku dari kemarin tak bisa mengingatnya."


"Kau bisa bertanya sendiri padanya, dia hanya konsultan khusus."


"Jabatannya?"


"Tanya sendiri." Aku tak akan memberi keterangan apapun pada pemilik utama ini.


"Meminta informasi darimu sangat sulit ternyata."

__ADS_1


"Dia bagian dari timku Ryohei-san. " Aku meringis.


"Baiklah, akan kutanya sendiri saja."


Kami sudah dekat dan kembali ke rombongan bersama. Kami duduk bersama di meja lounge dengan Derrick-san.


"Aku diberikan informasi kalau pertemuan kita diadakan di Falling Star Terrace Resort. Dua jam dari Hanoi. Tapi pelabuhan pertama yang kita bangun juga di daerah sana."


"Ohh resort itu, ya aku tahu." Tuan Derrick menjawabnya.


"Derrick-san tahu?"


"Itu juga dibangun dengan investasi di lingkaran group kami."


"Ohh. Ternyata begitu. Pantas kau nampaknya tahu Vietnam dengan baik. Derrick-san rupanya pernah berhubungan dengan mereka."


"Saya masih penasaran dimana kita pernah bertemu?"


"Sudah lama sekali, sepuluh tahun yang lalu, perusahaan Anda masih dipegang oleh Ayah Anda."


"Ternyata begitu. Itu artinya Anda juga masih berusia sekitar 20 tahunan." Derrick-san tersenyum.


"Koreksi hampir 40 tahun." Aku yang menyambar. Sekarang wajah binggung Ryohei-san muncul. Dia memandangku dan wajah Tuan Derrick bergantian.


"Shiori-san Anda bercanda."

__ADS_1


"Tidak, sama sekali tidak." Aku tertawa.


"Derrick-san punya darah keturunan bangsawan vampire." Derrick-san yang ngakak sekarang.


"Aku selalu senang disangka vampire."


"Astaga, saya menyangka Anda junior jauh dibawah saya. Paling tinggi setara dengan Shiori-san."


"Penampilan kadang menipu."


"Anda perwakilan dari pemegang saham terbesar nampaknya, saya tahu salah satu pemegang saham paling besar adalah Hong Lung . Anda harusnya bekerja di Hongkong di bawah Tuan Leung."


"Iya memang saya bekerja di Hong Lung, tapi saya sering berkerja di seputaran Asia Tenggara."


"Saya mengerti, ini bantuan besar juga bagi saja, punya kolega yang mengerti wilayah sana lebih baik. Saya terbantu Anda bersedia membantu. Sampaikan terima kasih saya untuk Tuan Leung, atau siapapun atasan Anda."


"Ahh maaf saya terlambat." Seseorang datang, wanita cantik, aku tahu dia Yuna Aizo, seorang model cukup senior dan aktris film. Sering terlihat di banner-banner kosmetik terkenal. Usianya mungkin tak jauh dariku. Tapi dia juga sudah bercerai.


"Yuna, duduklah." Ahh... mana mungkin dia tidak punya partner, partnernya adalah wanita cantik ini. "Ini kekasihku, dia bilang dia belum pernah ke Vietnam, dia ingin ikut. Namanya Yuna."


"Apa kabar semuanya." Dia membungkuk kepada kami. Kami membalas bungkukannya.


Ternyata pria kaya tak bisa lepas dari wanita cantik bukan. Semuanya begitu. Semangkin kaya semangkin banyak yang bersedia. Sudahlah bukan urusanku.


Perjalanan dua jam ke Hanoi itu tidak terasa kemudian, pemandangannya memanjakan mata. Dan sampai di resortnya benar-benar indah. Benar aku bisa bersantai di sini, tidak melihat tumpukan beton, tiba-tiba pemandangan di dominasi oleh warna hijau dan biru sungguh memanjakan mata.

__ADS_1


Sebelum kami ke hotel guide kami membawa kami ke restoran lokal, kami jadi wisata makanan. Aku menyukai rasa unik yang kucicipi, semua orang tampak senang. Walau ada dua wanita yang ikut perjalanan ini tapi Yuna menempel seperti magnet ke Tuan Ryohei. Anggap saja aku sendiri. Ya..ya bisa dimegerti.


__ADS_2