
"Kau mungkin benar..."
"Ryohei-san mendapat gangguan di Osaka?" Sekarang Toma yang bertanya padaku.
"Ryohei-san menduga ada hubungannya dengan Waka Gashira. Dia bermasalah dengan anaknya Waka Gashira, Yuna Aize."
"Waka Gashira, Osaka memang daerah kekuasaan mereka tapi di Tokyo juga mereka jadi kuda hitam baru. Aku takut kau menghadapi masalah, Waka Gashira punya dukungan baru keluarga Mukai. Bisa dibilang mereka punya banyak hubungan dengan oyabun-oyabun( ketua kelompok Yakuza) kecil yang nekat , selain itu mereka punya bisnis yang sukses. Ditambah lagi mereka punya hubungan dengan keluarga Nakagawa. Kudengar Yuna Aize memang berhubungan dengan putra Mukai sekarang. Tak heran dia tak takut apapun." Toma yang menjelaskan. Tak takut dengan apapun yang benar saja.
"Nakagawa dan Mukai? Benarkah? Kita harus sangat berhati-hati sekarang, dua bangsat itu terkenal arogan berani menumpahkan darah. Ryohei-san kau harus sangat berhati-hati."
__ADS_1
"Jadi siapa yang berani menakuti keluarga Mukai ini." Mereka bertiga berpandangan dengan pertanyaanku.
"Itu agak sulit dijawab. Kurasa mereka tak berani pada keluarga yang sudah bermain di level politik dan punya bisnis multinasional, keluarga seperti itu menolak dikaitkan dengan geng manapun, karena kapasitas mereka tak berada di level bisnis seperti kami. Level kolega mereka sudah di pemerintahan dan semuanya legal jika mereka ingin bertindak."
"Nama keluarga yang seperti itu?"
"Mungkin ... Hisao Yamada, mereka di jaman kakeknya sangat terkenal, tapi Ayahnya mengubah orientasi bisnis ke modern dan legal dengan kekuatan uang mereka, dan sekarang sudah dipegang oleh generasi ke tiga. Hisao Yamada. Walaupun begitu mereka di level yang sangat berbeda." Suami Setsuko, mana mungkin aku meminta bantuan ke sana. Dia membenciku setengah mati karena mendekati Setsuko saat dia menjadi dannanya.
"Hisao Yamada..." Entahlah aku sendiri tak yakin dia mau membantuku. Ternyata mulut besar Yuna sekarang karena dia punya pegangan. "Mereka berani menabrak mobil putriku, aku akan membalas mereka bagaimanapun caranya."
__ADS_1
"Mungkin Anda juga bisa membuat kesepakatan dengan oyabun Mukai, jika Anda kehabisan pilihan." Yamashi mencoba memberikan ide yang kutolak mentah-mentah.
"Itu sama saja menyerah kalah tanpa perlawanan. Saya tak mau diinjak seperti itu." Usul yang sangat merendahkan. Aku berpikir mereka bisa balik mengintimidasi Yuna, tapi ternyata mereka sama sekali tak berani.
"Benar Tuan Ryohei, mereka yang memulai dengan cara kekerasan. Jadi mungkin kita perlu jalur normal menyelesaikannya, bagaimanapun sekali mereka tertangkap mereka akan langsung masuk daftar hitam dan kita akan menambah pengamanan. Saya akan membantu Anda dengan memberikan orang terbaik saya."
"Jika mereka tak berhenti melakukan provokasi dan kita tidak bisa menjangkau mereka lewat jalur legal, Anda harus mempertimbangkan meminta bantuan Hisao Yamada, Anda orang bisnis, Anda lebih bisa memberikan penawaran walaupun Anda tidak kenal sebelumnya. Bukan apa-apa Mukai, Nagashira dan Gashira punya gabungan kekuatan besar di Tokyo dan Osaka sekarang, jika saya melakukan balasan provokasi, kami bisa jadi sasaran empuk tiga kelompok itu, selain kemungkinan korban jiwa, wilayah kami bisa saja ditekan habis-habisan. Anda berani membayar harganya pada sayapun itu sia-sia Tuan Ryohei. Saya pasti dihabisi, saya benar-benar minta maaf untuk ini."
"Saya mengerti, saya tidak akan memaksa Anda mengambil jalan bunuh diri, akan mempertimbangkan saran Anda."
__ADS_1
Pada akhirnya, ternyata aku tak bisa mendapatkan bantuan selain perlindungan keamanan tambahan.
\=\=\=\=\=\=\=