
“Ohh begitu?” Aku tertawa mendengar kecepatan dia bicara dan mengomeli Ayahnya.
“Kalau ada Tante, biarkan Papa jalan dulu, kita bisa jalan santai sambil pose.” Aku tertawa.
“Ehm, boleh sepertinya seru.” Cecilia nampaknya bukan anak yang sulit bergaul, dia sangat komunikatif. Aneh kenapa Kak Lisa tidak dikenalkan padanya. Kurasa anak seperti dia bukan anak yang suka menghakimi. Mungkin Lisa benar-benar tidak bisa berkomunikasi selain dengan bahasa Ibu. Entahlah sebenarnya aku bersyukur saja, nampaknya Lisa benar-benar di patok hanya di batas teman mesra buat Ko Derrick.
“Ikutlah, bagus pemandangannya kamu pasti suka.” Tante Yun Lan menyuruhku pergi.
“Bawa sepatu hiking, handuk, baju ganti Tante, minum. Besok pagi-pagi kita jalan sama-sama.”
“Kakimu berapa Tata?”
“39.”
“Pinjam sepatu Tante saja.” Ternyata besok rencananya adalah hiking dengan Ko Derrick dan Cecilia. Baiklah, kali ini aku dan Cecilia harus bisa bicara banyak. Ko Derrick biarkan saja dulu.
Papa datang bergabung akhirnya.
__ADS_1
Cecilia tampaknya agak penasaran denganku. Kami ngobrol tentang pekerjaanku akhirnya, dia ternyata juga kuliah di USA mengambil bachelor in digital media and marketing, pekerjaanku dan kuliah yang dia ambil kurang lebih sejalan sekarang,kecuali kuliah di luar pasti bidangnya lebih luas dari kuliahku dulu, sekarang iklan lebih banyak ke media digital daripada analog.
“Papa, Tante Tata kerja di bidang yang sama dengan kuliahku.”
“Ohh iya, dia pimpinan tim nomor satu tahun ini di perusahaannya, kamu bisa langsung belajar sama dia. Dia sudah senior di media advertising.”
“Benar Tante, hebat sekali.” Aku tersenyum.
“Tante masih belum terlalu mendalami digital marketing, baru menangani bidang advertising yang bisa digunakan versinya untuk digital marketing, biasanya yang menangani strategi digital marketingnya adalah masing-masing divisi perusahaan utama, kami hanya berusaha memproduksi ide mereka di layar, jadi sebetulnya tak sepenuhnya sama, tapi mungkin kau juga akan mempelajarinya nanti, aku tak tahu bagaimana kurikulummu.”
“Papa, Tante Tata ini bisa jadi sumber contekan untuk kuliahku.”
“Belum kuliah saja kau sudah memikirkan bagaimana mencari contekan? Kau benar-banar hebat.” Papanya tertawa.
“Tante, aku harus punya nomormu untuk bisa menanyaimu idemu.” Kurasa Tuhan membantuku sekarang, perkenalan pertamaku dengan anak Ko Derrick berjalan sangat lancar. Sangat kebetulan bidang yang akan kami geluti ada kesamaan.
Sementara yang laki-laki mengobrol di antara mereka, aku dan Cecilia menghabiskan waktu diantara kami, mengobrol tentang banyak hal, sambil sesekali ditimpali oleh Tante Yun Lan. Malam ini sangat menyenangkan, tak disangka aku bisa mengobrol banyak dengan Cecilia bahkan sudah jadi temannya.
__ADS_1
“Oke, besok kujemput oke. Kita hiking...”
“Tante Tata, see you tommorow.”
“See you Cecil.”
Aku hari ini pulang dan tidur dengan mimpi indah sekarang.
\===========***============
Kami ke Shek-O Beach yang merupakan tempat dimulainya trail kami, hanya berjarak setengah jam perjalanan dari Apartement kami di Mid Level East. Mendaki disini merupakan pengalaman unik, karena wilayah dibawahnya dikelilingi hutan beton, dan menuju ke wilayah pendakian pun seperti memakai jalur tol.
“Ini tidak seperti mendaki gunung, mungkin kita hanya pergi ke pantai pinggir kota bukan.” Cecilia tertawa.
“Aku tahu maksudmu Tante Tata, kalau di Indonesia kau pergi mendaki maka kau akan pergi ke pegunungan dengan jalan terpencil. Ini seperti pergi ke Pelabuhan Victoria dan naik ferry.”
“Benar sekali, aku bermaksud seperti itu.”
__ADS_1