TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 47. Menyusun Rencana 2


__ADS_3

“Mau-mau, tenang aja komisi lu beres pokoknya Bro. Itu beneran ganti kontraktor? Please pokoknya  kita deal-kan, kita  bisa runding harga khusus, lu orang tinggal pakai, tinggal lanjutin.” Aku tertawa, nampaknya Daniel bisa kumanfaatkan membuat sedikit kekacauan karena SCI masih menutupi bahwa mereka di-terminated di proyek besar ini. Dia pasti kenal banyak sub-kontraktor yang terkena masalah karena pembatalan project nanti. Bahkan kemungkinan besar mereka harus membayar denda.”


“Nanti kita rundingkan syaratnya, yang penting you sudah ketemu jalan bisa tidur tenang kan.” Aku menepuk pundaknya.


“Iya Bro, pusing  gue mikir SCI berminggu-minggu ini, gila tuh orang masa berani melanggar  spesifikasi teknis. Si Cherrie itu nganggep kita sub-kontraktor mainan dia, telepon gue gak diangkat! Di depan doang manis-manis sama gua. Padahal kita sudah kasih dia spare waktu sangat banyak. Kaya dia minjem uang kita  itu. Pake perjanjian kerjasama dia lagi! Kita gak ada pasal denda pembatalan. Kalo benar mereka sampai terminated  keterlaluan.” Daniel masih  marah-marah dengan semangat.



“SCI itu anak perusahaan mengkilap, sampai mendongkrak laporan perusahaan utamanya.Nampaknya manajemen atas berusaha menekan biaya sehingga keuntungan proyek lebih besar, sampai Cherrie Wong dikirim ke Jakarta, nampaknya mereka salah perhitungan di project kali ini, tim pengawasnya tidak bisa disuap. Di bursa  Hongkong sekarang perusahaan induknya naik signifikan.” Aku menjelaskan kepada mereka.


“Ohh begitu? Naik  siknifikan gara-gara SCI, mereka minta penjadwalan ulang disini. Gue cek nanti. Mereka nekan kreditor mereka dengan jaminan nama besar perusahaan induk mereka Shing Wang Corp, terutama karena ada Cherrie Wong disini ternyata mereka memanfaatkan kami, ngulur pembayaran, minta re-scheduling, gue yakin laporan mereka itu fake semua, pinjaman kami mungkin saja dijadikan pendapatan di laporan yang lainnya.” Sekarang Nicholas Yuen yang tersulut.

__ADS_1


“Nah, kalo itu mungkin Bro, mainan mereka begitu mungkin, makanya rasio mereka bisa mencurigakan begitu, ular juga itu  si Wong, bisnis kok pake orang lain buat naik.” Oscar yang membalas Nicholas yang merasa di rugikan uangnya tertahan. Jika pemilik modal sudah merasa mereka dipermainkan, tinggal tunggu waktu orang akan semangkin  mengetatkan pemberian modal ke mereka, jika mereka masih mencoba  memutar uang orang untuk kepentingan mereka sendiri,  siap-siap saja nama mereka di blacklist .


Aku bicara sendiri kemudian dengan Daniel.


“Saya setuju bantu you tapi ada syaratnya.”


“Apa Bro, ngomong aja.”



“Maksud lu bikin acara gimana, lebih jelas lagi Bro?”

__ADS_1


“Sampai perkaranya somasi bersama, dan masuk berita media, gue cuma perlu berita di media ekonomi nasional.” Daniel diam mendengar keinginanku.


“Jadi Bro Derrick pengen saya atur somasi dengan yang lain ke SCI,mengenai kerugian pembatalan proyek dan tertunggaknya pembayaran oleh sub-contractor. Yang penting somasi, dan berita kan.”


“Yess dengan nilai tuntutan! Kalau bisa ngeret pemilik project, tapi provokasi itu bisa  diatur dari sisi Orient.”


“Mungkin itu bisa diatur, sayagak takut bikin masalah sama dia, Cherrie Wang itu memang  mesti dibales,  tapi gue tetep mesti ngomong Boss Kevin dulu Bro Derrick. Besok gue telepon lu lagi  bisa?”


“Bisa, soal deal you ke Orient pasti bisa diusahakan.”


“Oke. Tunggu kabar dari saya Bro Derrick.”

__ADS_1


Satu pekerjaan selesai. Mencari orang  ketiga yang akan membuat berita untuk membuat kerusuhan.


__ADS_2