TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 43. The Family 1


__ADS_3

"Mom bertanya kapan kau pulang, tak biasanya kau cukup lama di NYC, ada seseorang di sini bersamamu? Kau juga putus dari Colin? Kakakku bertanya sekarang saat aku makan siang bersamanya, dia ada di NYC sekarang.


"Iya, aku bersama seseorang sekarang Kakak."


"Siapa? Kau bahkan memutuskan Colin? Tampaknya dia sangat baik?" Dia tidak suka aku memutuskan Colin yang didukungnya penuh itu itu terlihat jelas nampaknya.


"Aku masih berteman dengan Colin, kemarin aku bertemu dengannya. Kami putus baik-baik."


"Baiklah siapa yang menyebabkanmu putus dengannya. Siapa pacarmu sekarang."


"Namanya Louis Allen, dia CEO di Garcia International. Dia profesional perusahaan. Jika kakak mau bertemu dengannya nanti kita atur waktu. Dia pasti juga tak keberatan."

__ADS_1


"Bagaimana kalian bertemu." Dia ingin tahu sedetail-detailnya, kadang kakakku ini agak menganggu juga dengan sifat posesifnya. Tapi iya dia pembela yang pertama untukku, saat aku putus dengan Gary aku ingat dia mendatangi Gary untuk memukulnya sendiri, walaupun saat itu Gary berhasil kabur.


"Pertama kali di sebuah acara makan siang bisnis kurasa." Aku tak mungkin cerita bagaimana kami bertemu tentu saja. Aku harus menyamakan jawaban dengan Louis nanti saat dia bertemu Adam.


"Selama ini kau tidak memperdulikan pria yang mendekatimu, kenapa Louis ini berbeda?"


"Karena dia bahkan tidak tertarik pada statusku, awalnya dia menjauhkan diri dariku, dia tidak menilai sahamku."


"Bagaimana kau yakin dia tidak mengejarmu, terdengar seperti omong kosong. Jika dia tidak mengejarku, bagaimana mungkin kau tahu dengannya."


"Sudah berapa lama kalian bersama?"

__ADS_1


"Mungkin baru dua bulan ini."


"Kau nampaknya begitu yakin padanya." Dia masih berpikir aku tak tahu apa yang aku lakukan.


"Aku yakin padanya tentu saja, jika tidak tak mungkin aku membawanya ke depanmu."


"Aku tak percaya penilaianmu, kau tak tahu muslihat laki-laki."


"Adam, ..." Sekarang aku memanggil namanya. "...aku sudah melewati banyak hal yang kau tak tahu lima tahun ini. Aku bukan gadis kecil lagi. Mungkin hal yang tak pernah kau bayangkan. Bahkan, apa kau tahu investor kita datang dari mana? Kau pikir mereka datang sendiri."


"Maksudmu kau yang mendatangkan investor?" Aku tersenyum.

__ADS_1


"Sudahlah, aku memang melakukan semuanya untuk menyelamatkan bisnis keluarga kita itu karena aku mencintai kalian, kita semua pernah di titik yang terendah, tapi kalian juga melakukan hal terbaik dari kalian. Aku tak mmeberi tahu apapun karena tak ingin kalian memikirkan bagaimana aku mendapatkannya. Aku melalukannya tanpa niat dipuji atau apapun, bahkan aku tak akan minta sahamku ditambah." Aku tersenyum pada kakakku. "Hanya tolong jangan mempertanyakan keputusanku. Aku tahu siapa Louis, masa lalunya, siapa dia sekarang dan aku bahagia dengannya. Jika kau mau tentu kau bisa bertemu dengannya. Dia juga tak akan keberatan. Aku hanya minta kau tidak berpikir negatif karena aku dan Colin tak berjalan. Colin baik tapi hatiku memilih siapa yang dia inginkan. Ini hanya masalah hati, jika aku bisa menurutimu akan kulakukan karena aku tahu kau juga ingin yang terbaik buatku. Tapi sekali lagi aku tak bisa."


"Kau yang mendapatkan investor kita?" Sekarang dia bertanya lagi."Bagaimana..."


__ADS_2