
POV Derrick
Karena Herman mengatakan bahwa prinsip teritorialitas adalah prinsip yang menganggap hukum pidana Indonesia berlaku di dalam wilayah Republik Indonesia, siapapun yang melakukan tindak pidana, maka bisa dipidana dengan hukum pidana Indonesia. Jadi aku akan membuatnya dipenjara jika benar dia menugaskan orang mengikutiku. Ada tiga orang pengawas yang berada disekelilingku sekarang untuk mengawasi.
‘Derrick, kau ada di rumah?’ Jam 9, Brother Lam mengirimkanku pesan.
‘Ada, mau datang Bro?’ Mungkin Tata sudah memberitahunya tentang kami.
‘Iya sebentar kesana.’ Sekarang aku agak nervous juga. Bagaimana Brother Lam menghadapi kabar ini. Tata langsung meneleponku sekarang.
“Papa sudah tahu soal kita. Aku udah gak ada yang disembunyiin sekarang Ko. Tapi kayanya Papa juga gak menentang.”
“Kamu yakin dia gak menentang?”
“Tadi dia gak marah, dia cuma bilang mungkin aku harusnya mencoba yang lain dulu. Tapi setelah kujelasin Koko sebenarnya malah ngedorong aku ngejauh dan Tante Yun Lan juga ngedukung kita dia nampaknya gak menentang. Dia anggep Koko bukan sengaja ngejar aku.”
__ADS_1
“Hmm, ya sudah aku coba ngomong dulu. Bentar lagi pasti Papamu sampai.” Ternyata benar, mereka sudah bicara.
“Sama dia juga tahu soal Cherrie berantem sama aku.”
“Ohh, ya sudah ntar coba Koko ngomong ke Papa kamu.”
Tak lama kemudian Brother Lam sampai.
“Bro, masuk bro ...” Jika satu kali saja Brother Lam menyuruhku mundur, aku akan menurutinya tanpa bantahan apapun. Dia masuk dan berjalan ke ruang keluarga dalam, bukan sekali dia disini, kadang jika dia sedang tidak ingin menginap di hotel dia menginap disini, kemudian duduk di sofa ruang duduk dalam. Menunggunya bicara sekarang terasa sangat lama.
“Derrick, kamu serius dengan Tata.” Matanya menatapku dengan lekat.
“Aku tak pernah menyangka Tata bakal menyukaimu. Dan nampaknya dia sangat membelamu.” Apa artinya dia memberikan izin pada kami sekarang? Dia menghela napas panjang. “Aku Ayahnya hanya mengharapkan kebahagiaannya, dia tak mau ke Hongkong, aku tak bisa menjaganya setelah Ibunya meninggal, dia putri kandungku satu-satunya, aku merasa bersalah pada dia seumur hidup. Jika dia mengadu padaku tentang kau, aku akan membuat perhitungan sendiri. Kau jelas, jangan membuatnya menangis?”
“Mengerti Brother, sangat mengerti....”
__ADS_1
“Astaga kenapa bisa kau.” Brother Lam mengelengkan kepalanya dan tertawa. Aku mengaruk kepalaku, nampaknya dia tak pernah memasukkanku ke list calon menantu, dan sekarang dia masih menyangkal kenyataan. “Baiklah, yang penting dia bahagia, sudahlah, kita bicarakan hal yang lebih penting sekarang. Apa benar Cherrie sampai bertengkar dengan Tata.”
“Iya, sekarang harusnya bertengkar dengan saya Bro, sudah sangat kurang ajar dia berani suruh orang ikutin saya kemarin. Tiba-tiba muncul pas kita makan siang, nyari masalah. Pertamanya juga gitu, dia lihat saya duduk sama Tata dan dia sengaja cari masalah. Saya akan layani dia jika dia macam-macam, boss Philip sudah setuju, bila perlu saya akan penjarakan dia, Boss Philip suruh saya ngerjain SCI...” Aku ceritakan apa yang sudah kulakukan.
“Bukan hanya boss-mu yang ingin mengerjai dia. Kesombongan Wong Lee Man mendatangkan banyak musuh. Kau tahu kenapa sahamnya cepat sekali jatuh minggu lalu, banyak yang memanfaatkan kesempatan diam-diam berpartisipasi ikut mengerjai dia, menyebarkan berita soal SCI.”
“Kesombongannya memang tak usah diragukan lagi. Banyak orang yang sakit hati sama dia,...”
“Kau tahu dimana kantor Cherrie?”
“Bro, jika Cherrie tahu Tata anak Brother, sepertinya tak akan bagus.”
“Iya saya tahu. Saya akan mencoba mendamaikan kalian sehingga tidak merembet ke Tata. Mungkin dia masih mau mendengar saya... “
“Well, itu bisa dicoba, saya pesimis brother, tapi mengusahakan jalan damai patut dicoba...”
__ADS_1
Pembicaraan malam itu berakhir lega, akhirnya Bro Derrick mengizinkan hubungan kami, dan mungkin akan ada jalan damai untuk perselisihanku dengan cherrie, hanya kemungkinan kecil.
Aku tak seoptimis Brother Lam, menurutku Cherrie akan mementahkan nasihatnya.