TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 Part 14. Glad to See You Again Sandra


__ADS_3

Rincian email dikirim padaku kemana aku harus pergi. Distrik Wan Chai, kediamannya adalah sebuah kondominium Kotewell Road, kantornya di Central Plaza, itu cuma 10 menit perjalanan rasanya.


Kenapa dia butuh pengawal!? Apa yang diinginkannya dariku? Pertanyaan itu berputar sehingga menghasilkan skenario terburuk dalam kepalaku, sudah lewat tiga minggu sejak pertemuan terakhir kami.


Dan dia bahkan mengirim seseorang untuk menjemputku sore itu ke bandara. Lima jam perjalanan aku mungkin menghafal pasal-pasal dalam kontrak kerjaku dengan jelas.


Pria muda yang menjemputku ternyata membawaku ke kantornya. Central Plaza, gedung mengagumkan di depan Victoria Harbour itu sudah terang benderang ketika aku masuk, masih banyak yang bekerja. Rata-rata negara Asia Timur punya jam kerja cukup tinggi, walaupun di level senior seperti Oliver Russell bukan perhitungan jam kerja yang diperlukan tapi keberhasilan proyek.


"Sir Oliver berkantor disini?"


"Yes Mam,...kantornya di lantai 25. Sir Oliver sedang sibuk dengan proyek barunya sekarang, ..." Jika dia sedang sibuk kenapa dia membuat permainan ini. "Koper Anda bisa dititip di reception dulu, biar saya urus."


Tak butuh lama untuk mencapai sebuah ruangan besar yang merupakan kantornya. Sekertarisnya mempersihkanku masuk kemudian.


"Sir, Nona Sandra." Dia ada di mejanya, kantor dengan pemandangan luas Victoria Harbour itu sesaat membuatku terpana sebelum melihat padanya.


Species XXXL itu sedang berada di mejanya dengan masih kemeja kerjanya dan kacamata terpasang, di mejanya ada layar komputer apple besar, sementara tangannya di sketch pad dengan stylus pen, dia tersenyum kecil melihatku tiba di depannya. Apa maksud senyumnya itu, di Hanoi aku sudah mengatakan selamat tinggal padanya, sekarang aku tiba-tiba harus berada di depannya lagi.


"Hallo Sandra, perjalanananmu lancar, ..." Seakan dia memang menantikan aku. Padahal selama ini satu kalipun dia tak pernah bertukar kata denganku, entah telepon atau cuma say hallo di chat juga tidak, nampaknya dia sama sekali tidak terbiasa dengan basa-basi.


"Apa maksudmu dengan semua ini." Keinginanku untuk bersikap formal dengannya tiba-tiba menguap begitu saja. Bahkan bonus 4 bulan itu tak cukup menghentikanku untuk segera memulai pertengkaran dengannya.


Dia mendatangiku, dan berdiri di depanku.


"Setahuku pengawal pribadi bersikap sangat baik dan sopan. Apa kau pengecualian?"


"Memangnya kau menerima ancaman yang membahayakan hidupmu sehingga kau perlu pengawal, rumah dan kantormu hanya berjarak 10 menit di wilayah Wan Chai ini. Kenapa kau menyuruhku datang ke sini? Apa lagi yang kau inginkan? Apa kau sangat senang membuat permainan lucu? Aku tahu kau banyak uang tapi apa kau pikir itu membuatmu punya kebebasan melakukan apapun? Aku sudah berusaha bersikap baik padamu di akhir pertemuan kita, sekarang kau ingin menyulitkanku lagi?" Rentetan pertanyaan yang kuhamburkan adalah rangkuman semua pertanyaan yang ada di kepalaku dua hari belakangan.

__ADS_1


Aku punya banyak pengalaman buruk dengan pria, dengan pertemuan kami yang awalnya cukup mencegangkan, apa aku harus berpikir baik tentangnya. Aku mencoba, tapi dengan permintaannya ini aku mau tak mau harus memasang kawat berduri di sekelilingku.



Dia menghela napas panjang. Duduk bersandar lagi dimejanya melihatku.


"Kau sangat senang mengajakku bertengkar bukan?" dan sekarang dia tersenyum padaku seakan pertanyaanku tak ada artinya baginya. Dia menolak menjawab dan membiarkanku penasaran.


"Tuan Oliver kau harus tahu aku datang disini dalam kontrak kerja pengawalan keselamatan pribadi. Bukan urusan pribadi, aku akan terang-terangan bicara denganmu, masalah kontrak ini harus jelas, Pasal 23. Article 4. Penerima Jasa dilarang melibatkan agent untuk menyediakan service apapun yang berkaitan dengan s*ex*ual relationship dan melalukan ha*rrasment. Tugas agen bisa membantu kepentingan pribadi tapi dibatasi jika agen merasa itu terlibat dengan se*xu*al consent, intimìdasi, gender assault dan merendahkan martabat. Definisi harrasment akan kujelaskan padamu dengan jelas, kejadian yang tidak dikehendaki yang relevan dengan karakteristik terlindung entah sexual consent, ras , keadaan tubuh, melakukan intimidasi, merendahkan, yang berkaitan dengan subjek ataupun jika kau menciptakan lingkungan seperti itu."


Kubacakan didepan dia diluar kepala. Karena lima jam penerbangan itu kuhabiskan dengan benar-benar membaca kontrakku dan mengingat semua pasal-pasal penting di dalamnya. Plus mencari istilah hukumnya.


"Pelanggaran berakibat terminated agreement. Dan kau kena pinalti 20x lipat pembayaran mingguan. Jika tidak bisa diselesaikan secara perundingan pihak yang dirugikan bisa menyelesaikannya di pengadilan. Apa kau sudah membaca kontrakmu?" Aku melanjutkan untuk memastikan dalam 30 hari ini tak ada insiden apapun yang terjadi.


"Kau perlu bicara dengan pengacaraku nampaknya, doa bisa menjelaskan lebih jelas dari yang kau sebutkan." Dia tertawa tergelak karena mendengarku bicara cepat bahkan menghafal isi perjanjian kontrak kami. Tapi aku tak perduli.


"Kau memang memikirkan semua yang terburuk tentangku. Baiklah, apa lagi...." Dia tertawa sekarang, aku tak mengerti apa yang lucu dari pembicaraan kami.


"Aku kesini dengan kontrak pengawalan pribadi, kita clearkan dulu kau mengerti agreement kita." Empat bulan bonus, empat bulan bonus, ku ulang-ulang itu untuk menurunkan emosiku sendiri.


Aku selalu terpancing untuk berpikir hal yang terburuk jika menyangkut Oliver. Pertemuan pertama kami buruk dan seterusnya kebanyakan aku sudah mengecapnya begitu.


"Aku mengerti dengan isi kontrak itu, aku tak berniat melanggarnya." Dia bicara begitu tenang, seakan semua provokasi yang aku lakukan di depan tidak mempengaruhinya. Dia kembali ke desknya, mengambil sesuatu dari lacinya dan kembali ke depanku.



"Aku bekerja sampai jam 10, kau sudah makan? Hongkong rumahmu bukan kau boleh jalan-jalan sesukamu. Ini kunci mobilku, kartu akses kondominium dan kunci pintu, ini credit card-mu , billnya untuk pengeluaran harianmu dari sana, nanti muncul disini jam 10 saja, jemput aku kembali. Oke. Kau boleh pergi, jika kau ingin ke rumah dulu, alamatnya kau sudah dapat, ada seorang housekeepers disana namanya Bernila orang Filipina. Dia tahu kau akan datang, dia akan menunjukkan kamarmu, kau boleh ke rumah dulu, istirahat saja, tidak ada tugas, tidak perlu menungguiku, bawa mobilku saja. Jelas. Sekarang dismiss."

__ADS_1


Dan tiba-tiba dia bersikap praktis setelah menaruh semua itu di tanganku. Dia memberiku credit card? Buat apa?


"Itu saja? Credit card, aku tak perlu credit card-mu. Kami punya biaya operasional sendiri, makananku tidak termasuk yang kau bayar." Aku sekarang menjadi binggung.


"Itu untuk biaya makan, apapun yang ingin kau beli secara darurat, mungkin aku memintamu membeli sesuatu, tak usah menggunakan uang operasionalmu, simpan saja uang operasionalmu. Ambil saja, tak usah berdebat denganku. Passnya 8 tiga kali angka 7 tiga kali" Tapi dia memberiku credit card gold limit bukan standard.


"Itu saja, nanti kita bicarakan lagi tugasmu. Kau boleh pergi dulu. Yang penting kau tiba di lobby jam 10 nanti. Itu empat jam lagi. Ohh ya kartu langganan parkir, aku lupa pass tamu kantor ini." Sekarang dia menaruh dua kartu di tanganku.


"Itu saja, kau tak ingin membicarakan tugasku?" Aku melihatnya lagi dengan heran.


Tugas apa sebenarnya aku binggung, jarak rumah dan kantor sepuluh menit, apa aku harus menungguinya disini. Pengawalan macam apa yang dia butuhkan di kantor macam ini, dia tidak berpergian sekarang bukan, jika ada apa dia memerlukan pengawalan , bisa-bisa koleganya menganggapnya gila hormat dan pamer jika dia membawa pengawalan.


"Tidak, nanti saja, kau boleh kembali ke rumah, istirahat dan mencari makanan. Jam 10 pastikan kau ada di lobby, itu saja. Kau boleh pergi." Aku diam dengan semua kartu dan akses yang diberikannya di tanganku. Masih binggung dengan semua ini, bertemu dengannya tak menjawab apapun.


30 hari, 4 bulan gaji....BONUS 4 BULAN GAJI. Aku menetapkan pikiranku. BONUS 4 BULAN GAJI! Kau pasti bisa melewatinya Sandra.


"Baiklah, terserah padamu." Aku menghela napas dan berbalik pergi dari ruangannya.


"Sandra..." Panggilannya membuatku menoleh lagi. "Senang melihatmu lagi." Laki-laki ini mungkin berpikir dalam tiga puluh hari dia punya permainan memyenangkan, aku benci bagaimana dia bisa menggunakan uangnya. Aku benci bagaimana dia bisa membawaku kesini dengan uangnya yang berlimpah. Aku tak senang melihatnya lagi.


30 hari bonus 4 bulan gaji! Kalimat yang akan kuulang ribuan kali nampaknya demi melewati 30 hari ini. Aku menghela napas.


"Senang bertemu denganmu lagi Tuan Oliver." Sekarang aku membungkuk singkat padanya.


Mungkin permainan ini sangat menyenangkan buatnya. Dia bahkan berani menawarku 30K, apa arti membayar jasaku 30 hari baginya.


Kita lihat apa dia berani melanggar kontrak yang ditandatanganinya itu. Karena jika iya, dia akan mendapat jab keduanya, kali ini di rahangnya.

__ADS_1


__ADS_2