
POV Oliver
Kami kembali ke Hongkong. Sandra terlihat lebih baik padaku setelah kami bicara di pantai. Walau dia tidak mengatakan apapun padaku soal hubungan kami. Dan menyerahkan semuanya ke Kakaknya, dia tak berusaha menghindariku lagi, setidaknya 10%ku kembali, tapi untuk mendapatkan 100% dalam 30 hari, itu jelas mustahil.
30 hari cuma perkenalan yang penuh masalah karena aku salah mengambil langkah.
Sekarang dia setuju berada di rumah selama 3 hari setelah kembali. Dan akan cuti selama 4 hari sesuai dengan kontraknya. Setelah dia kembali aku hanya bisa melihatnya tiga hari lagi sebelum dia kembali ke Jakarta.
'Jumat datanglah ke Man Wah di Mandarin Oriental, jam 8.' Sebuah pesan datang padaku.
Dari Kakaknya, Jumat adalah tepat hari dimana dia akan memulai cuti. Entah apa Sandra akan ikut pertemuan itu atau tidak.
Dia masih menjemputku ke kantor beberapa hari ini.
"Kakakmu menyuruhku bertemu dengannya besok."
"Ohh begitu."
"Kau tidak ikut?"
"Tidak, Koko banyak urusan di Hongkong kurasa, aku mau mengunjungi teman besok. Dia bilang mengajakku makan siang besok siang, setelah itu aku akan pergi bertemu temanku. Kau bertemu dengannya sendiri..." Jadi dia memang menyerahkanku untuk diadili sesama pria dalam hal ini kakaknya.
__ADS_1
"Apa ada yang harus kutahu soal Kakakmu ini?" Baru kali ini aku merasa begitu nervous.
"Dia orang yang pintar dalam menilai orang, bersikap sopan, jujur dan jadi dirimu saja. Dia mungkin sudah melakukan background checking." Itu keterangan yang sangat tidak membantu nampaknya. "Tenang saja dia tidak akan membunuhmu." Sandra malah menertawakanku.
Jadi karena Sandra tidak ingin membantuku, aku tak punya pilihan lain selain aku menelepon Nguyen lagi.
"Nguyen, menurutmu apa yang harus kulakukan jika diundang makan Kakaknya Sandra, dia seorang Triad, nampaknya jika aku salah bicara aku akan langsung jadi target pembunuhan." Langsung saja kutanya pada Nguyen. Dia langsung tertawa diujung telepon sana.
"Yang jelas kau harus membayar billnya, Sir Oliver. Mungkin membawakan kakaknya sedikit hadiah pertemuan, menuangkan dia minuman juga dianggap keharusan, perhatikan kata-katamu saat menyela, karena kalian American cenderung terlalu berbicara banyak,..." Aku harus berhati-hati dengan kata-kataku itu pasti, dia juga sudah mengecapku buruk. Hadiah pertemuan? Apa itu hadiah pertemuan.
"Apa itu hadiah pertemuan?"
"Mungkin kalau kau menemui Kakak pria, hadiah seperti gingseng, atau mungkim sarang burung walet Sir, itu artinya mendoakan kesehatan dan umur panjang. Walau mungkin memang agak mahal tapi ukuran level Ketua yang Anda bilang itu selevel. Harusnya mungkin itu yang minimal Anda bawa." Nguyen menjelaskan padaku
"Ada lagi kira-kira yang harus kulakukan."
"Bicaralah jika diminta Sir, jangan mengambil inisiatif, awal kedatangan Anda bisa mengatakan senang bisa menemuinya dan mengenalnya, kenalkan singkat diri Anda, jangan membacakan kehebatan Anda, setelah itu bicaralah setelah Anda ditanya, biarkan dia yang memimpin pembicaraan. Atau Anda dianggap tidak sopan."
"Ulangi lagi, akan kucatat Nguyen." Instruksi ini sangat spesifik, tidak boleh kulanggar nampaknya. Aku mencatat semuanya dengan baik. "Nguyen, terima kasih, jika tidak karenamu aku tak tahu bagaimana menghadapi ini."
"Kembali Sir Oliver, kuharap kau berhasil melewatinya dengan baik."
Keesokan harinya dia menyempatkan mengantarku ke kantor karena dia baru akan pergi siangnya.
__ADS_1
"Aku nervous bertemu Kakakmu, bisakah kau katakan sesuatu padaku." Dia tersenyum.
"Sudah kukatakan kau akan baik-baik saja, anggap saja wawancara pertama, kau hanya menghormati pewawancara dan berlaku baik, katakan siapa dirimu, kenapa kau ingin menemuinya. Aku sendiri sebenarnya tak tahu apa yang harus kukatakan padamu, kuharap kau berhasil melalui Ko Derrick. Yang penting jangan berkata bohong padanya, jika kau jahat katakan kau jahat lebih baik mengakuinya daripada mengarang cerita. Itu saja..."
"Kau berharap aku berhasil, nampaknya itu sudah segalanya bagiku." Dia tersenyum.
"Ya kuharap kau berhasil."
"Aku akan merindukanmu..." Untuk yang ini dia tak menjawabku.
"Nanti Selasa aku akan kembali. Jaga dirimu sendiri." Aku ingin memeluknya tapi kurasa dia tak akan mengizinkanku.
"Baiklah, bersenang-senanglah, jika ada yang menggangumu telepon aku."
"Iya, terima kasih." Dia keluar dari mobil. Pulang sendiri ke rumah, sementara dia meninggalkan mobilku di parkiran kantor.
Dan sekarang disinilah dua belas jam kemudian, siap menghadapi apa yang harus kuhadapi, untuk memperoleh kesempatan lagi.
Pelayan membawaku ke sebuah ruangan private, ada tiga orang disana, dua orang agak tua, dan seorang lagi jauh lebih muda, aku pernah bertemu Brother Shim, dua orang lagi aku tak tahu, nampaknya yang tua, aku sama sekali tak tahu yang mana yang dia sebut Derrick.
****! Kenapa aku sampai lupa meminta melihat fotonya. Bagaimana aku harus menyapa mereka sekarang. Yang mana Derrick?!
-------' bersambung besok.
__ADS_1
Jangan lupa votenya, like, komen dan hadiahnya yaa...🤗🤗🤗