TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 54. Casual Dinner


__ADS_3

“Tuan, mau makan?” Aku sampai di rumah hampir jam 7. Bibi langsung menghampiriku.


“Boleh bikinin tumis sayur pokchoy dan jamur saja Bi? Yang lainnya gak mau, Bibi masak?” Makananku yang biasa jika makan dirumah, tumis sayuran  dan nasi merah.


“Ada rendang sama telur balado Tuan.”


“Telur boleh, tapi gak mau daging.”


“Sebentar Tuan saya masakkan.” Setelah hari yang hectic di Senin ini, aku berhasil memastikan Cherrie sakit kepala hari ini. Dia tidak akan punya kesemparan memikirkan Tata setelah ini.


Bel depan berbunyi, seseorang malam-malam begini? Seorang staff rumah yang  lain pergi membuka pintu.


“Oh Non Tata,...” Ternyata Tata, dia sudah pulang rupanya. Tumben sekali.

__ADS_1


“Koko, udah makan belum. Aku bawa ikan asem pedas sama brokoli jamur.” Dia masuk dengan  senyum lebar, masih dengan baju kerjanya sama sepertiku.


“Belum, tuh Bibi masak pokchoy. Tumben kamu pulang agak pagi.” Jam 7 termasuk pagi buat cewe  gila kerja ini.


“Kerjaanku  udah banyak selesai, jadi  aku bisa pulang lebih awal. Kasian anak-anak lembur melulu. Kasih pulang cepet. Ehh lihat Koko  udah pulang aku  mampir numpang makan.” Aku meringis, dia  mengambil sendiri piring di dapur dan menempatkan makanan yang dibelinya, sementara aku sudah melepas ke kaus oblong tipis dalaman.


“Non mau rendang Non?” Bibi bertanya padanya, sementara dia sudah menyelesaikan tumis sayuranku dengan cepat. Ini menu wajib, jika dirumah  malam biasanya diisi sayuran tumis, tahu, untuk mengimbangi hari-hari lainnya aku harus makan berat di malam dengan kolega.


“Telurnya batal Bi, ini sudah ada ikan.” Aku melihat Daniel meneleponku kemudian.


“Bro Derrick, laporan. Surat somasi delapan perusahaan udah sampai ke tangan Cherrie. Plus saya sudah marah-marah ke dia. Saya juga bilang sama teman-teman yang sudah kesel sama dia buat nerror dia sepanjang hari ini. Saya sebarin nomornya ke semua kolega saya. Saya jamin tuh nomor setelah hari ini gak aktif, hari gue ngerasa gue lulus jadi koordinator debt collector Bro.” Aku mau gak mau ngakak ngedengar omongan Daniel. Bangsat kepala marketing ganteng ini memang tukang banyol.


“Good-good, traktiran udah bikin Cherrie kalang kabut hari ini menyusul nanti. Erwin juga bilang ke saya, surat sudah diterima. Selanjutnya Erwin yang kerja aja...”

__ADS_1


“Gak usah Bro, bro sudah ngenalin  saya ke Lai-yee, udah makasih  banyak sama Bro Derrick. Nanti saya follow up Bro Erwin juga, saya sudah ngomong ke dia juga  ini masuk berita.”


“Iya dia sudah tahu. Ya udah thanks Bro Daniel.” Aku memutuskan telepon.  Merasa lega pesta yang kuatur berjalan dengan baik.


“Ko, ada urusan sama si stoberi?”


“Iya, si boss di HK suruh bikin berita kerusuhan buat SCI.”


“Wah kalo stoberi tahu Koko yang ngerjain dia, bisa dendam kesumat  dia. Judul beritanya bisa jadi ‘Orang yang kusukai, mendorongku ke jurang  penderitaan, membuatku berdarah dan terkapar. Hadoh udah kaya  judul sinetron azab.” Dia ketawa sendiri, dasar orang iklan, biasanya bikin propaganda iklan, otaknya gak biasa memang, aku senyum-senyum aja liat dia seneng, dia gak tahu saya mempercepat ini buat menyelamatkan dia juga.


“Udah ketawanya. Ayo makan, seneng bener ...” Dia senyum lebar.


“Ya-ya, Koko  terbaik kalau bikin perhitungan sama orang. Emang mafia.” Dia tersenyum memujiku sekarang.

__ADS_1


__ADS_2