
POV Derrick
Sebuah nomor yang tak kukenal mengangkatnya atau tidak di jam makan siang ini, dua hari setelah aku kembali ke Jakarta, nomor Indonesia yang tak aku kenal, tapi baiklah kita lihat siapa.
“Hallo.”
“Derrick, aku merindukanmu.” Dalam sekali dengar aku tahu siapa yang meneleponku.
“Cherrie.”
“Koko tampan apa kabarmu, kau baik sekali masih mengingat suaraku.” Dia sedang kujadikan sasaran tembak, aku terpaksa tak bisa mengabaikannya dengan sengaja sekarang. Nomornya yang kemarin sudah ku blokirpun terpaksa kubuka lagi.
“Hmm, kau rupanya di Jakarta?”
“Iya, aku di Jakarta, baru enam bulan ini sebenarnya. Aku sekarang memegang SCI Energy.Hanya salah satu jabatan mewakili Komisaris Utama, aku baru ingat kau disini juga belakangan, beberapa minggu lalu aku meneleponmu tapi kau kejam tidak mengangkatnya. Kau sudah punya istri?” Pertanyaan wanita ini tanpa tedeng aling-aling.
__ADS_1
“Belum.”
“Kau memang Don Juan Koko Derrick.” Aku tertawa wanita ini sama sekali tidak mengenal siapa aku. Dia pikir semua orang sama sepertinya, cuma ingin bermain dan bersenang-senang.
“Ya, ini hidup, selama ada kesempatan kenapa tidak dimanfaatkan dengan baik.”
“Aku suka prinsipmu Koko ganteng, mau makan malam denganku.” Langsung ditodong kencan makan malam. Hanya sekali kami pernah berkencan, setelah itu dia mengatakan aku miliknya. Tidak akan ada kedua kali untuknya.
“Kau belum menikah?”
“Koko Derrick tampan, buat apa menikah cepat-cepat. Belum ada yang menarik perhatianku dari sekian nama yang disodorkan Ayah. Aku masih muda, tak terburu-buru menikah. Mungkin kau mau menikah denganku.”
“Kau kejam Ko, tidak memberiku kesempatan apapun. Kita bersenang-senang apa salahnya, jangan terlalu serius. Ohh ya kau ditempatkan dimana sekarang.” Tak diberitahupun dia akan mempunyai cara mencari tahu.
“Aku fokus di BEAUTYSALE sekarang.” Aku memberikan umpan saja padanya.
“Ohhh, ya ampun. Aku tahu retail ini, wah pendanaan besar sedang masuk ke sana. Kalian borong membuka toko retail dari tadinya kuat di online.”
__ADS_1
“Ya begitulah. Kudengar SCI jadi pendongkrak Shing Wang Corp. Ayahmu pasti menjadikan SCI berlian sekarang.”
“Kau banyak mendengar Ko Derrick tampan, benar Papaku menjadikan SCI salah satu berlian sekarang, makanya aku dikirim kesini. Jadi bagaimana makan malamnya? Kapan kita bisa bertemu. Aku merindukan mengobrol dengammu lagi.”
“Aku sedang banyak pertemuan belakangan, nanti kutelepon kau lagi.” Aku sama sekali belum bicara dengan Chin Lai-yee, Oscar Wu dan Richard Gunawan, menyusun rencana dulu lebih baik sebelum aku bermanuver di sekelilingnya.
“Apa kau sedang memberiku janji palsu?” Aku tertawa.
“Aku baru kembali dari Hongkong dua hari, pekerjaanku sedang menumpuk disini, jadwalku padat. Aku bukan kau anak boss yang bisa melalaikan pekerjaan. Aku akandipecat oleh Komisaris dan pemegang saham jika pekerjaanku tidak beres.”
“Kau sangat senang menyindir Koko.” Wanita ini tidak akan mempan disindir, dia harus diabaikan dan didorong menjauh.
“Aku bicara kenyataan, kita beda posisi, kau pemilik uang, aku pelaksana. Itu sudah jelas. Sekarang benar tidak bisa, nanti akan kucari waktu, ini bukan janji palsu atau apapun yang kau katakan...”
“Baiklah, kau yang bilang sendiri. Kutunggu jadwal kosongmu, jangan terlalu lama, salah -salah mungkin aku akan datang mengecek sendiri jadwalmu.” Dasar psychopath, semua orang harus menuruti keinginannya.
“Iya, nanti kucari waktu oke. Aku ada urusan, nanti kutelepon lagi. Bye.”
__ADS_1
Aku tak menunggu dia menjawab. Langsung kumatikan saja teleponnya. Cherrie ini, bagaimana kalau dia tahu aku dekat dengan Tata. Mereka jelas tak boleh bertemu satu sama lain.