TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
Part 63. Mau Perang? Saya Layani Kamu! 1


__ADS_3

“Kamu tuh Tata, kemarin Tante udah Tanya waktu  di Hongkong kamu naksir ya sama Koko Derrick. Kamu jawab engga, Tante tuh pengalaman Tata, ngeliat gituan, ngeliat kamu ngelihat Kokopun udah ketahuan.” Ternyata Tante sudah menduga hubungan kami daridi Hongkong.


“Kan aku takut  Kokonya lari duluan Tante, kenalan sama  Cecil pun belum. Sekarang kan Cecil udah setuju, malah tukang ngomporin dari awal.” Tante Yun Lan tertawa.


“Ya..Ya.. Tante Tahu, itu sebabnya kamu seneng sekali pas hiking sama mereka.”


Akhirnya  kami menemukan cara berbicara yang lebih bisa diterima, tak sia-sia berbicara dengan Tante Yun Lan dulu.


“Sudah, ayo kita makan dulu, pesan kalian mau makan apa. Urusan kalian ini pasti pelan-pelan bisa dibereskan. Tenang saja, pokoknya Tante pendukung berat kalian,bisalah diatur, gak usah khawatir, tapi kalian ikutin peraturan Tante dulu ya selama Papa kamu ada disini...”


“Iya Tante. Terima kasih.”


Kami makan dengan tenang kemudian,sama -sama berharap semua masalah bisa dibereskan dengan kehadiran Tante Yun Lan sebagai penengah. Sudah  hampir selesai makan, aku sudah akan kembali ke kantor ketika sebuah kejutan yang tak kuduga-duga datang.

__ADS_1


“Wah Ko Derrick dan pacarnya...lagi makan siang.” Suara ini bukankah ini. Tante Yun lan ikut menoleh ke arah sumber suara sekarang.


“Cherrie.” Tante Yun Lan yang memanggilnya.


“Oh, Tante Yun Lan rupanya. Wah sampai dikenalkan dengan keluarga jauh.” Bahaya aku memang pernah memberi tahu bahwa Tante Yun Lan masih termasuk keluarga bagiku. Tapi yang terpenting iyalah dia tidak boleh tahu siapa Tata.


“Kenapa memang? Kamu masih ada masalah? Kita sudah damai-damai saja kan?”


“Tante...” Aku memandang Tata dan menggeleng. Tante Yun harusnya dengan cepat tahu apa yang kumaksudkan.


“Setahu saya,  kamu dan Derrick cuma ‘one night mistake’, kamu nge-klaim Derrick. Kamu lucu juga, kita gak ada masalah , gak ada singgung-singgungan lagi, sudah jangan cari masalah.” Tante Yun Lan dengan cepat berusaha mengusirnya.


“Kok kamu diem Nona cakep, biasanya paling bisa ngelawan. Lagi jaga image di  depan keluarga Koko ya. Dasar cewe murahan. Bit*ch.”Tante Yun Lan sampai mengelus dada mendengar kata-kata Cherrie. Aku tak bisa membiarkan ini lagi.

__ADS_1


“Saya bereskan ini dulu Tante.”


“Ayo pergi, ikut saya.” Kutarik lengannya keluar ruangan restoran, kenapa aku harus bersinggungan dengan cewe gila ini dalam hidupku, berkali-kali menyesalinya sekarang tak berguna.


“Kamu benar-benar gila ya. Kamu nyuruh orang ngikutin saya?”  Aku baru terpikir kenapa dia bisa muncul ditempat ini. Mall ini cukup dekat dengan kantornya, jangan-jangan dia memang menyuruh orang mengikutiku.


“Derrick, kamu pikir saya melepaskan kamu begitu saja. Jika saya bilang saya akan bikin perhitungan sama seseorang, saya akan lakukan. Sekarang kamu jelas, kamu nyembah di kaki saya baru saya maafkan kamu...” Gadis ini memang benar-benar psychopath!


“Kamu pikir kamu bisa ngancem saya.”


“Kamu pikir saya gak bisa?” Dia lebih ngotot lagi.


“Apa mau kamu sebenarnya?”

__ADS_1


“Kamu nyembah di kaki saya\, minta maaf sama saya termasuk  pe*lac*ur itu.”


“Kamu jangan mulai perang sama saya, saya bukan orang yang kamu bisa ancem-ancem seenaknya Cherrie, tapi kalau kamu  mau mulai perang saya akan layani kamu.”


__ADS_2