TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 3 Part 4. Nathan Chow 3


__ADS_3

"Cherrie sayang, kau disini rupanya..." Sial, Nathan menemukanku.


Aku terpaksa berbalik dan tersenyum padanya.


"Nathan, aku kebetulan bertemu kolega bisnis yang ingin kusapa disini." Dia memanggilku Sayang, dia serius dengan panggilan ini, dia benar-benar ingin mengikuti perjodohan ini tanpa pertanyaan apapun?


"Ohhh kolega, Brother Anthony rupanya, Tuan Chen, Tuan Ma, senang bertemu kalian lagi." Dia rupanya mengenal beberapa orang di meja kami. Dan bersedia bercakap-cakap di sampingku.


"Ternyata kalian berdua kekasih. Nampaknya akan ada pernikahan besar lagi di Hongkong beberapa saat lagi." Ini gara-gara Nathan memanggilku sayang pastinya. Memancing komentar Anthony dan semua orang di meja ini.


"Pasangan yang cocok..." Paman yang lain langsung menyetujui pendapat kami.


"Ahh tidak-tidak, dia memanggil semua wanita cantik Sayang, perkataannya tidak dapat dipercaya. Sayangnya itu murah Paman..." Aku membantahnya terang-terangan sambil berusaha tertawa dan bercanda.


"Cherrie sayang, kau memang kejam padaku. Aku mengejarmu kemari tapi kau berkata kata sayangku murah, aku akan mengejarmu sampai kau menyerah sayang... Bagaimana pendapat kalian Paman-paman, Brother Anthony kau setuju?" Dan dia menanggapinya dengan canda dan tawa yang sama.


"Wanita selalu ingin dikejar, jangan sampai kau kalah, terus berusaha jika kau menyukainya." Paman Ma menanggapi dengan mendukung pernyataan Nathan.


Dia tahu bagaimana membuat deal denganku dan sekaligus mengumumkan kepada yang lain bahwa dia sedang mengejarku. Lain kali aku harus berhati-hati.


"Nona Cherrie, dia sangat tampan. Kau beruntung. Kalian akan jadi pasangan yang cocok." Paman yang lainnya membuatku merasa kalah disini.


Aku hanya tersenyum sekarang. Tidak, karena aku berada di pihak Ibuku perjodohan ini tidak akan berhasil.


Aku disini dia malah senang mengobrol dengan yang lainnya. Tinggal sejam lagi aku harus bertahan di sini. Tak apa aku akan mengobrol dan tidak akan terjadi apapun di luar keinginanku di pesta ini. Aku akan bersikap baik disini. Maka akupun mengobrol dengan mereka bersikap tidak ada pertentangan diantara kami.


"Senang bisa bertemu dengan Nona Wong, semoga dimasa depan kita punya hubungan bisnis yang baik." Anthony memyalamiku.


Akhirnya kami pergi dari meja mereka.


"Ohh kau punya bisnis dengan group Anthony? Bisnis apa?" Dia akan tahu aku lebih memilih penawarannya Anthony dari penawarannya. Harga yang mereka tawarkan jauh lebih masuk akal.


"Ayahku, bukan aku." Aku menjawabnya singkat, mencoba berbohong. Dan berjalan kembali ke meja kami.

__ADS_1


Dia tidak bertanya lagi kemudian.


"Paman mengatakan padaku untuk mengantarmu pulang ke apartment setelah acara selesai."


"Ohh, terima kasih Nathan. Tapi kau harusnya tak perlu repot aku bisa kembali sendiri."


"Aku tak merasa direpotkan...." Dia tersenyum padaku. Aku mengacuhkannya, perhatianku tertuju kepada seorang penyanyi terkenal yang sedang bernyanyi di depan sana. Dia membiarkanku, malah menawarkan makanan yang kuterima dengan sopan.


"Kau ingin lagu khusus, aku bisa memintanya menyanyikan lagu yang kau sukai."


"Tidak, terima kasih Nathan. Kau baik sekali." Aku berharap acara ini cepat selesai. Itu saja.


Aku kembali dengan diantar olehnya. Setelah kami masing-masing berpamitan dengan orang tua kami. Perjalanan ke apartmentku tidak jauh hanya kisaran 20 menit.


Kuharap kami cepat sampai sekarang. Aku dengan cepat memasang seat belt, bersiap untuk berjalan secepatnya.


"Aku terlalu menyebalkan untukmu malam ini nampaknya. Maaf, aku hanya bicara terus terang tadi, aku tidak keberatan dengan perjodohan ini sebenarnya, kuharap kita bisa saling mengenal lebih baik ke depan." Dia tak keberatan, aku yang keberatan.


"Aku tak bisa menjawab apapun soal itu Nathan. Ayahku belum mengatakan apapun. Aku juga minta maaf." Sekarang yang kulakukan adalah mencari celah menghindarinya. Dia baru diberitahu kemarin oleh keluarganya, mungkin dia tidak tahu aku tak berada di pihak Ayahku, dan mungkin Ayahku berpikir aku akan tertarik dengan Tuan Muda tampan keluarga Chow ini.


"Hadiah pertemuan?" Dia memberikan sebuah kantong bertuliskan Tiffany & Co padaku. Nampaknya keluarga Chow ini ingin sekali punya hubungan dengan Papa, sampai dia mempersiapkan hadiah pertemuan? Hubungan ini akan sangat menguntungkan bagi bisnis mereka.


"Apa ini?" Aku bertanya.


"Kau boleh membukanya." Aku membukanya, hadiahnya adalah Tiffany Wrap Bracelet seperti yang dipakai Rose Blackpink dalam iklannya Harganya USD 10,000, Lu Xin yang adalah penggemar Rose punya gelang bracelet ini.



"Ini.."


"Itu hanya hadiah sekaligus permintaan maafku, mungkin sikapku terlalu membuatmu terganggu malam ini. Aku minta maaf..."


"Aku tak bisa menerima ini." Kuputuskan untuk tak menerima apapun darinya sekarang. "Ini terlalu berlebihan untuk hadiah pertemuan."

__ADS_1


"Tidak. Aku pilih itu sendiri. Kau tak punya kewajiban membalasku. Aku tahu kau bisa membeli 100 buah barang seperti itu jika kau mau, itu bukan sesuatu yang besar. Hanya hadiah pertemuan dan permintaan maaf jika aku bersikap menyebalkan malam ini. Jika aku tak memberinya Ibuku akan memarahiku sepulangnya aku kerumah, karena dia khusus mengingatkanku untuk memberikanmu sesuatu. Tolong terimalah..."


Dia meninggalkanku tanpa pilihan.


"Baiklah, kau yang memaksa." Sekarang dia tersenyum manis.


"Terima kasih, setidaknya aku selamat dari amukan Ibuku nanti." Aku tertawa.


"Nampaknya Ibumu sangat seram."


"Tidak, dia tidak seram. Hanya suka memarahiku." Dia juga tertawa. "Kuantar kau pulang oke."


Selanjutnya dia mencoba bicara hal-hal umum yang bisa dengan mudah kujawab. Nampaknya dia belajar aku langsung menghindar menjawab apapun yang terlalu cepat soal rencana perjodohan ini.


Kami sampai di depan apartmentku kemudian.


"Aku ditugaskan di Shanghai mulai bulan depan, jika kau ingin bantuan apapun kau bisa menghubungiku. Terima kasih sudah menemaniku malam ini."


"Iya, terima kasih untuk hadiahnya juga. Aku naik dulu. Bye Nathan."


"Bye.." Dia membalas lambaianku dan membiarkanku naik. Akhirnya aku bebas dari pertemuan ini.



Dia di Shanghai, akan sulit menghindarinya sekarang. Tapi dia akan tahu nanti aku tak bisa menerimanya.


Keesokan paginya aku ke butik seperti biasa, reception menyapaku.


"Nona, ada kiriman buket untukku." Aku sudah melihat kiriman karangan bunga tulip warna warni itu dari jauh. Nampaknya baru diantarkan sehingga mereka belum mengantarkannya ke kantorku di atas.


Kuambil kartu yang ada di sana.


"Semoga harimu lebih semeriah bunga ini. Nathan."

__ADS_1


Aku menghela napas. Dia serius soal perjodohan ini, dia menyetujuinya tanpa kompromi. Aku perlu menelepon Mama sekarang. Nampaknya imi.berbahaya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2