
"Apa itu buruk?" Nampaknya dia bukan pendukung oligarki patriaki rumit ini, tapi siapa tahu.
"Tidak, bagiku tidak, tapi kau tahu mungkin di bagian lain komunitas ini ada halangan untuk bisa sepertimu. Kau beruntung menemukan tempat yang tepat."
"Iya, aku menemukan tempat yang tepat. Ngomong-ngomong kau sudah mengenai Ryohei Matsumoto, Tuan Tan?"
😘😜 Napa gambar ini muncul lagi🤣🤣🤣
"Ryohei, sebenarnya aku pernah bertemu dengannya beberapa kali, tapi itu di jaman Tuan Besar Leung, sekitar 10 tahun yang lalu kurasa, saat itu dia belum mengambil alih pimpinan. Jadi mungkin dia tidak mengingatku lagi, plus saat itu dia bukan orang yang mengambil keputusan."
"Hmm baikkah, kalau begitu anggap saja kita tahu dia dari laporan perusahaannya yang cukup bagus ini saja."
"Ya laporan ini bagus. Kita harus mengatakan dia punya managerial skill dan strategi bagus."
"Aku setuju."
"Kalau begitu sampai bertemu besok Shiori-san."
Direktur regional yang ramah kukira, itu kesanku bekerja dengannya, tak ada kesombongan tak perlu, dia memposisikan dirinya untuk mendukung tim. Baru kali ini aku benar-benar bekerja dengannya walaupun aku sudah beberapa kali melihatnya.
__ADS_1
Keesokan paginya kami sudah di ruang pertemuan lagi. Kali ini kami ke Matsumoto Holding, induk perusahaan perusahaan yang mengajukan permohonan kredit ke kami.
Kantor pusat yang berlokasi di Akasaka salah satu distrik bisnis Tokyo itu terlihat elegan seperti gambaran seharusnya holding perusahaan besar.
Kami di sambut di lobby utama kantor oleh direktur perusahaan yang meminta pendanaan kami.
"Shiori-san, senang Anda bisa kesini." Aku sebagai pimpinan tim disambut oleh Tuan Takumi.
"Ini tim saya, Tuan Derrick, Kenichi, dan Yumiko...." Aku mengenalkan timku sementara kami berkenalan dengan semua yang terlibat dalam proyeknya.
"Mari Shiori-San, nanti Tuan Ryohei akan bergabung."
Kami sedikit berbincang ketika pintu terbuka dan seorang masuk.
"Ah, ini Direktur Utama Matsumoto Holding, Tuan Ryohei Matsumoto." Aku berdiri, dan melihat ke arahnya. Membeku sesaat aku tahu siapa orang itu. Dalam mimpipun aku tak pernah menyangka akan menceritakan siapa diriku kepada orang asing yang kemudian akan bertemu lagi. "Tuan, ini nona Shaori Tanaka yang akan menilai proyek kita."
"Ahh, rupanya itu Anda Shiori-san." Dia tersenyum padaku. Dan aku tak tahu kenapa hidupku yang kesepian ini harus terbuka di depannya. Memalukan.
__ADS_1
"Tuan Ryohei, senang bertemu Anda." Aku menjawab bungkukannya dengan bungkukan lebih dalam.
"Tampaknya Anda berdua sudah pernah bertemu."
"Tidak." ku jawab langsung dan "Ya.." Tuan Ryohei juga menjawab. Kami saling berpandangan.
Jawaban itu bersamaan, Tuan Takumi binggung melihat kami antara aku dan bossnya. Dan pasti Tuan Derrick akan bertanya nanti.
"Ohh baiklah, tidak." Dia tahu mengalah saja padaku.
"Ini anggota tim saya." Aku mengalihkan topik. Masuk ke inti tujuan kami kesini. Aku mengenalkan tim kami. Ryohei melihat Tuan Derrick, mungkin dia merasa pernah melihatnya tapi tidak yakin.
Tuan Takumi dari sisi Matsumoto memimpin presentasi itu. Tim kami mendengarkan, kami menyela jika kami merasa penjelasan itu harus diperjelas. Poin-poin pertanyaan sudah ditandai di proposal kami.
Aku dan Kenichi bertanya di angka-angka mereka, sementara Tuan Derrick memperjelas hubungan mereka ke pemerintah dan jaminannya.
"Kami punya akses ke tingkat menteri yang berkuasa sekarang, mereka ingin membuka pembiayaan untuk investasi, kita akan mendengar mereka presentasi ketika kita berunding dengan mereka nanti. Saya sendiri yang akan membawa tim Anda ke mereka." Sekarang Tuan Ryohei yang bicara.
"Oh, kau punya akses ke tingkat menteri. Boleh kutahu siapa yang akan kita temui nanti Tuan Ryohei."
"Tuan Don Duong, menteri Investasi dan perdagangan mereka, juga Tuan Manh Cuong, menteri Perencanaan dan Investasi."
__ADS_1
"Ohh baiklah. Kita bisa bicara nanti dengan mereka." Derrick-san langsung tersenyum mendengar nama itu.