TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 part 48. Set A Trap


__ADS_3

"Sandra,..." Dia memanggilku Sandra tapi kami belum pernah bertemu , berpel*u*kan me*sra seperti teman yang sudah lama tak bertemu . Sekitar jam 11 pengawal pere*mpuan yang ditugaskan mengawalku sudah tiba di restoran, tak boleh terlalu pagi karena dia tamu, orang akan curiga. "Aku Maggie Mui, nampaknya kita belum pernah bertemu sebelumnya tapi Anthony mengatakan kau juga seorang Pr*iva*te Guard?"


"Aku bertugas di Mal*aya bukan di Hongkong. Ayo duduk di kantorku. Kita lebih lelua*sa bicara di dalam."


"Ternyata begitu. Aku yang akan tingg*al bersam*amu nanti."


"Ko Derrick mengirim tambahan orang dari Singapore untuk membantu?"


"Ohh iya Anthony mengatakan itu, tapi mereka akan merencanakan set parameter setelah agen dari Singapore datang, tapi kata Anthony ada tenaga bantuan dari Boss Phi*lip. Aku berta*nggung jawab untuk parameter terdekat. Kita sepakati beberapa aturan oke dan kau orang yang mengerti be*la diri, aku akan memberimu beberapa s*enj*ata."


Aku dengan serius mendengarkan penjelasannya, ... jika mereka sudah menemukan orangnya akan lebih cepat menentukan tindakan yang akan kami ambil.


"Baiklah, aku mengerti apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan."


"Kita akan banyak berjalan-jalan nanti menunggu tim kita sudah berkumpul semua. Menunggu perintah dari Ketua tim." Maggie yang mem*eg*ang akses komunikasi ke Anthony. "Kau boleh tinggalkan aku untuk bekerja seperti biasa."


Tidak boleh ada rutin*itas yang tiba-tiba berbeda. Harus tetap seperti biasa, jika tidak kami akan me*mic*u kecurigaan.


"Mereka sudah berku*mpul Sandra, kita membuat sandiwara untuk membuat mereka menga*wasi. Sandiwaranya adalah jalan-jalan keliling Hongkong.


Mama meneleponku kemudian.


"Sandra, pengawa*lmu sudah datang semua?"


"Sudah. Mereka sudah berkumpul semua, kami akan mencari siapa yang ada di samping kami."


"Mama sedang dalam perjalanan kembali ke Shenzhen, Mama sudah meru*bah wasiat Mama, meru*bahnya 50% atas namamu, 30% atas nama Cheng Xin, 20% lainnya atas nama dua cucu Mama. Seperti kata Kokomu, wasiat Mama akan jatuh ke nama 10 panti asuhan jika kau terjadi apa-apa padamu, juga untuk mengajarkan Cheng Xin tak ada yang bisa dia lakukan untuk menghentikan keputusan Mama. Kau dibesa*rkan oleh panti asuhan, kurasa Mama lebih rela jika itu jadi karma baikmu dari pada memberikannya ke Cheng Xin."


"Mama berniat memberitahunya?"


"Aku akan memberitahunya. Tapi setelah memastikan memang ada orang dari Ayahnya disini, tapi aku hanya mengatakan bahwa waris*annya hanya 30%, dari sebelumnya 60%. Sayangnya aku hampir pasti ada orang disini."

__ADS_1


"Kenapa Mama yakin sekali."


"Karena yang tahu alamat restoranmu cuma Bibi Yu An, dia bers*umpah dia tak pernah memberitahu mereka, berarti aku yang sudah diikuti oleh seseorang atau ada yang bisa mencari alamatmu. Mama takut ... sangat takut sebenarnya mema*san*gmu sebagai um*pan, tapi ini cara satu-satunya yang bisa kulakukan. Dia harus membayar karena sudah mencoba mencelakaimu."


"Kita akan berusaha Mama, semoga ini tidak lama jadi Mama tak terlalu kuatir." Aku berusaha membesarkan hati Mama.


"Kami harus pergi Mama, Mama punya ponsel pengawal utamaku dia yang mengaw*asi operasi dan akan melapor kepada Mama."


"Iya aku punya."


"Aku pergi dulu Mama, aku akan hati-hati, Mama jangan kuatir."


"Iya baiklah."


Kami berjalan-jalan sekarang, aku membawa mobil Oliver, dan dengan bantuan Anthony, Maggie yang menentukan rute kami. Mereka harus bekerja hati-hati mereka juga tak boleh terlihat mengikutiku. Juga mereka tak tahu berapa orang yang bekerja.


"Anthony mendapatkan satu orang. Tapi dia pikir ada satu orang lainnya, besok kita akan coba memastikannya Nona Sandra. Kau bisa istirahat hari ini. Kita aman disini."


"Kita belum tentu indentitasnya. Tapi yang terpenting adalah kita tahu siapa yang mengikutimu."


"Tapi, satu hari lagi kita akan mencoba mengkonf*irmasi semuanya. Mamamu sudah menerima laporannya, dia bilang dia ingin kepastian kita memastikannya 100% baru dia akan bertindak."


Jadi sudah di pastikan perkiraan Mama tak salah. Tinggal memastikan apa ada orang kedua.


Oliver meneleponku malam ini.


"Sweetheart bagaimana harimu." Hariku penuh hal yang membinggun(gkan, aku tahu memberitahu ini akan membuatnya terganggu atau tidak, tapi jika dia tahu dari orang lain, pasti dia akan terganggu.


"Sandra, kenapa kau diam saja? Ada sesuatu disana? Bukankah Mamamu juga disana?" Schedulenya disana seharusnya tinggal 4-5 hari lagi. Kurasa tak apa memberitahunya sekarang. "Sayang, kenapa kau tak menjawabku?"


"Sebenarnya ada sesuatu disini tapi banyak orang membantuku, aku ceritakan, tapi kau tak usah kuatir oke semuanya baik-baik saja, ..."

__ADS_1


"Sekarang kau sudah membuatku khawatir."


"Sebenarnya ini yang terjadi, ..."


Aku menceritakan bagaimana Ayan Cheng Xin muncul tiba-tiba di Hongkong, dan Cheng Xin yang ber*kera*s mencari Mama. Lalu bagaimana Mama panik dan menempatkan pengawal di sekelilingku, dan sekarang ada pengawal dan orang-orang yang mengawalku.


"Ban*g*sat tak berguna itu memang perlu dile*nya*pkan."


"Mama akan mengur*usnya, dia akan mencera*ikan suaminya dengan bukti ini, dan memaksa Cheng Xin keluar selamanya dari hidupku."


"Apa kau yakin kalian bisa mengenda*likan situasi?"


"Nampaknya ada dua orang yang dikirim, satu sudah pasti satu masih harus dikonfirmasi. Selain keuntungan mereka tak tahu latar belakang pekerjaanmu sebelumnya, bac*k up*ku adalah pengawal grade A yang punya kemampuan, Ko Derrick mengiri*mkan 3 orang back up grade A dari Singapore dan Boss Philip menambah 3 orang dari Hongkong. Jadi diatas kertas 9 lawan 2 kami menang. Begitu kami memastikan besok maka kami akan bisa mengantisipasi langkah apapun yang mereka lakukan karena sekarang bukan mereka yang menga*wasi kami, tapi kami yang mengaw*asi mereka."


"Kau perlu aku kembali?"


"Sebenarnya lebih sulit dengan kau disini, saat kau kembali nanti aku berjanji urusan ini sudah selesai. Jangan kuatir oke. Ada Mama disini, ada tim yang bertanggung jawab atas keselam*atanku, aku sudah dipasangi GPS jadi tidak mungkin hilang. Semua ini terkendali." Aku bercanda untuk meredakan rasa kekhawatirannya.


"Kau yakin."


"Aku yakin, tadinya kupikir aku tak usah memberi tahumu. Aku takut membuatmu khawatir. Tapi jika aku tak memberitahumu kau mungkin lebih marah lagi. Tapi aku yakin kami bisa mengatasi ini."


"Baiklah, aku kembali lima hari lagi. Jika kau perlu sesuatu bilang padaku, aku akan minta Philip mengirim orang tambahan. Biaya nanti kubayar. Hati-hatilah ..."


"Aku akan berhati-hati. Kau janga*n kuatir."


"Aku akan meneleponmu lagi besok malam."


Besok, semoga mereka bisa memast*ikan yang membuntu*tiku dan Mama mulai bisa bertindak. Lebih cepat ini berakhir, lebih baik.


.....

__ADS_1


Hiiii semua 3 hari ini satu satu part ya gak 2 part ...selamat liburan, selamat menjelang lebaran


__ADS_2