TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 5 Part 40. Meet Colin Knight Again


__ADS_3

POV Julie


Sekarang aku duduk di depan Colin Knight. Dia tersenyum kecil padaku. Kami bertemu saat aku punya waktu luang di LA, Thomas belum kesini. Kami menunggunya. Tak biasanya Thomas turun sendiri, biasanya dia hanya mengirim tim pelaksana operasi. Kasus kali ini nampaknya berbeda.


"Kau memang benar-benar penantang bahaya. Berapa lama kau sudah bergabung." Colin yang bertanya duluan kali ini. Kami saling tersenyum setelah mengetahui rahasia masing-masing sekarang.


"Sama denganmu kukira, kau juga penentang bahaya. Kita tak ada bedanya. Aku melakukannya untuk menyelamatkan bisnis keluarga mulai lima tahun yang lalu, saat keluargaku berada dalam krisis. Kau nampaknya mulai lebih dulu."



"Aku sudah delapan tahun bergabung, ternyata kau yang mendapatkan investor melalui jalan ini. Kau mengikuti pelatihan standart juga?" Kami pasti punya cerita yang sama satu sama lain soal latihan standart.


"Iya tapi mereka tahu aku tak boleh dilukai, latihanku tak begitu berat kurasa, banyak pengecualian untukku kecuali aku tetap harus lolos teknik meloloskan diri. Jika tidak akan berbahaya bagi diriku sendiri." Aku tertawa.

__ADS_1


"Ya, terakhir saat kita bertemu di makan siang bisnis aku sedikit curiga, tapi kupikir tak mungkin dengan putri sepertimu yang selalu dilindungi, tapi aku mungkin tak mengenalmu terlalu dalam." Banyak orang yang tahu berkata begitu bukan dia saja.


"Hmm...saat itu aku sakit hati Colin, kau tahu aku dicampakkan seperti sampah oleh tunanganku sendiri. Saat itu aku ingin sekali membalas mereka, iya, aku takut, kau tahu hidupku sebelumnya dipenuhi kemudahan. Tapi berada di bawah lebih menakutkan. Jangan cerita ke Kakakku oke, dia pasti langsung mengurungku di London. Aku sudah menanggung ini lama, dunia ini tidak seseram yang dibayangkan orang. Aku punya supports yang kuinginkan, aku baik-baik saja."


"Iya, tenang saja, lagipula bagaimana aku menceritakannya tanpa menimbulkan pertanyaan tentang siapa aku sendiri." Colin memang baik, aku dan dia walau kami tidak bersama, kurasa dia tidak keberatan menjadi teman.


"Senang bisa bekerja denganmu." Colin tersenyum.


"Pacarmu agent juga?"


"Aku bisa membayangkannya." Dia diam sebentar sebelum memulai lagi. "Kakakmu meneleponmu? Dia bertanya kenapa kita putus,5 aku tak bisa memberikan alasannya. Aku tak bisa memberikan jawaban apapun. Kubilang padanya kita tak berjalan dengan baik."


"Tidak, tapi memang aku harus mengenalkannya pada Kakak nanti. Ngomomg-ngomong, apa kau bekerja pada kasus ini sebelumnya?"

__ADS_1


"Ahh iya, dulu kami berhasil menumbangkan salah satu pegurusnya, sekarang kami harus menumbangkan pemilik utamanya. Nanti mungkin Thomas akan mengatakan padamu detailnya. Aku tak tahu cakupan detail yang akan dia berikan untukmu. Ini untuk keamananmu juga."


"Ehm baik, aku tunggu dari Thomas saja."


"Sepertinya kau akan lebih sering di NY sekarang."


"Iya, tetap saja London adalah rumah walaupun aku pindah ke sini. Tapi mereka juga sering ke NYC, aku tak akan kehilangan apapun kurasa."


"Semoga hubungan kalian lancar."


"Terima kasih Colin, kuharap kau menemukan seseorang juga. Kita masih teman bukan."


"Tentu saja, aku tak pernah berkata aku membencimu sejak awal..Kenapa kau masih bertanya. Teman baik itu lebih sulit dicari daripada musuh."

__ADS_1


Colin yang baik. Semoga dia juga mendapatkan cintanya.


__ADS_2