
POV Tata
“Tata, sini Papa mau ngomong.” Tiba-tiba saat aku pulang kantor Papa dan Tante Yun Lan sudah menungguku. Aku melihat ke Tante Yun Lan, dia bilang dia akan mengatakan pada Papa secepatnya. Kurasa sekarang Papa sudah tahu.
“Ada apa Pa? Serius sekali?”
“Papa ngomong ke Tante Yun Lan-mu, katanya kamu naksir Derrick.” Aku langsung senyum lebar.
“Boleh kan Papa? Ko Derrick kan baik banget ama Tata.”
“Lebih bagus Stevan seumur kamu.” Ternyata Papa tak menyetujui langsung pilihanku.
“Ya orang sukanya Ko Derrick, masa disuruh ke Stevan. Ko Derrick masih muda kelihatannya kok.”
“Itu udah 47 umurnya.”
“Ya, banyak kok yang umur segitu nikah lagi. Ko Derrick juga baik.” Aku masih berusaha membela Koko.
“Iyalah Pa, Derrick itu sayang anak, sayang keluarga sebenarnya. Gak macem-macem orangnya. Kariernya sudah bagus, orang kepercayaan Philips, gak ada yang gak bagus kok Pa.” Tante Yun Lan mencoba membantuku sekarang.
“Dia tidak jelas orang tuanya siapa.”
“Aku juga sebenarnya tidak jelas siapa orang tuanya, memang ada nama Papa di akta kelahiranku?”
“Tata!” Papa membentakku. Aku diam, memang begitu kenyataannya. Memang ada akta yang mengatakan aku anaknya.
“Terserah Papalah, Papa terima apa engga, aku dan Koko tetap bersama. Kalo Papa gak setuju ya sudah selamanya aku juga sendiri fine, daripada hidup Tata harus diatur-atur, dijodoh-jodohin kaya cara Papa ninggalin Mama.” Aku langsung ngomong keras. Tak kusangka Papa harus menghalangi hubunganku dengan Ko Derrick. Apa dia mau memaksakan bahwa suamiku juga harus keluarga pemilik perusahaan. Dia harus taku tak akan menerima perjodohan dengan orang yang tak kusukai.
__ADS_1
“Tata, jangan ngomong gitu. Papa cuma bilang mungkin kamu punya pilihan, bukan menentang sepenuhnya.” Sekarang Tante Yun Lan menengahi kami. Tapi aku menangkap apa yang dikatakan Papa tidak begitu.
“Selama ini aku sangka Papa benar-benar mencintai Mama, tapi ternyata Papa nyatanya memang mungkin menganggap Mama tidak bisa masuk keluarga Papa. Benar bukan?”
“Papa bukan berpikir begitu, Papa berpikir mungkin kamu perlu mencoba yang lain sebelum memutuskan.”
“Kalau begitu, Papa perlu tahu seperti Mama yang tidak pernah beralih selama hidupnya, aku juga sama, aku gak bisa disuruh suka ke orang. Papa juga tahu itu, kita udah suka ke orang terus disuruh pilih yang lainnya gimana sih rasanya Pa. ” Tante melihat perdebatan kami, tapi dia tidak mengerti karena aku memilih berdebat dengan bahasa Indonesia sekarang. “Papa aku tak mau dianggap tak menghargai Papa tapi keputusan Tata sudah bulat, dan Tata merasa sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan hidup sendiri. Gak mau dijodohin dengan si A,dikenalkan dengan si B atau C, gak mau Pa.”
“Dan ngomong-ngomong kami sebenarnya sudah bersama. Kemarin Ko Derrick sebenarnya saat Papa datang hari pertama dia mau minta izin sama Papa,tapi ada Stevan. Tante Yun bilang mau bantu ngomong dulu, tapi Papa ngomongnya gini. Tapi perlu Papa tahu Ko Derrick gak pernah mencoba merayu Tata. Tapi sama dia punya trauma ditolak keluarga yang menganggapnya tidak punya latar belakang sehingga dia berpikir lebih baik menghindariku, tapi kami saling menyukai sekarang dan mengutarakan perasaan kami masing-masing.” Sekarang aku ngomong English biar Tante Yun Lan tahu.
Tante Yun Lan menepuk pundak Papa.
“Sudahlah, kamu tak usah melarang mereka. Derrick itu ponakanku, aku tahu siapa Derrick, kamu juga tahu dia dari lama, masa kamu tidak percaya dia bisa menjaga Tata.” Papa menghela napas panjang, nampaknya masih ada ganjalan di hatinya.
“Papa, yang dekatin Tata tuh banyak. Tahu gak kemarin ada dua anak boss, mungkin seumuranlah sama Stevan ngirimin Tata bunga segede gaban. Tahu Tata pakai buat apa, buat manasin Ko Derrick biar cemburu.” Tante Yun Lan yang ketawa.
“Ta, cerita Ta, gimana kamu manasin dia.”
“Gimana Pa, panggil Derrick ke sini ngomong lah sama kita, apa Derrick udah pulang ya.” Tante Yun Lan memang mengusahakan untuk kami agar disetujui.
“Gak usahlah, nanti Papa sendiri yang ngomong ke dia.” Berarti ini artinya Papa mengizinkan hubungan kami.
“Tapi boleh kan Pa? Gak ngelarang kan? Kalo Papa suruh Ko Derrick mundur, aku juga gak akan kenalan sama siapa-siapa...”
“Kamu itu, kan Papa bilang Papa ntar ngomong sama Derrick.”
“Pasti setujulah. Gak usah khawatir Tata, ” Tante Yun Lan memotong pembicaraan kami, sekarang beralih menenangkanku. "Daripada itu, sebenarnya ada yang lebih harus di kuatirin."
__ADS_1
“Ohh? Apa?” Papa melihat Tante.
“Cherrie.”
“Cherrie? Maksudnya Cherrie Wong?”
“Iya, aku berantem sama Cherrie, Ko Derrick yang kena getahnya.” Ini juga memang harus dibicarakan. Aku yang membuat masalah.
“Itu memang dianya aja yang kebangetan...” Tante membelaku.
“Gimana ceritanya?” Papa yang bertanya sekarang. Kuceritakan Koko sudah pernah memperingatkanku siapa Cherrie, aku pertama mendengarnya dari Tante Yun Lan dan ternyata Cherrie masih mengejarnya, sampai bagaimana kami bertemu pertama kali dan aku tak bisa menahan diriku untuk bertengkar dengannya dengan mengatakan diriku adalah pacarnya padahal saat itu aku sama sekali belum pacaran dengan Ko Derrick. Selanjutnya sampai Ko Derrick yang sekarang pasang badan untuk melindungiku berantem dengan Cherrie, karena nampaknya Cherrie jadi dendam padanya bahkan menyuruh orang suruhan untuk mengikutinya.
“Dulu dia anak yang manis, kenapa dia sekarang begitu berani.” Papa terdengar sedih, kuduga karena sebelumnya dia pernah mengakui Cherrie sebagai putrinya.
“Entahlah, sebenarnya dia memang sering membuat masalah, apa kau tak tahu?” Tante Yun Lan yang menceritakan apa yang dilakukan Cherrie di Hongkong sekarang. Bagaimana reputasinya selama ini. “Apa kau tak sekalipun pernah menemuinya?”
“Menemuinya? Tidak, perselisihan sudah mereda, mantan istriku dan Wong Lee Man mengancamku jika aku berani mengusik Cherrie mereka akan bertindak, kau tahu sebelumnya aku sangat dekat dengan Cherrie. Bagaimanapun aku berpikir dia putriku, bagaimanapun kacaunya hubungan kami dalam perkawinan kami saat itu, tapi ternyata kemudian bukan, itu lebih menikam daripada perceraian...”
“Harusnya mungkin kau bicara pada Cherrie, mumpung dia sedang di Jakarta. Daripada dia mengancam Tata disini.” Tante Yun Lan memberi jalan untuk menyelesaikan perkaraku.
“Tapi Ko Derrick bilang, jika dia tahu aku anak Papa dia akan lebih dendam padaku.”
Papa diam tak menjawab.
“Aku mau bicara ke Derrick nanti agak malam. Kita makan dulu...”
\===============
__ADS_1
Hai, sorry, dikit dulu yaaa hari ini, masih repot bin rempong.
Besok diusahain agak banyakan.