
Jonny dalam waktu singkat sudah mengatur tiket dan pengawalan untuk Cherrie, aku dan Tata mengantarnya ke bandara. Sementara pengawal wanitanya akan langsung bergabung dengannya di bandara. Kami mengaturnya seperti temannya.
"Cece Tata, Ko Derrick sorry bikin kalian kesulitan kali ini."
"Sudahlah, asal Mama kamu sudah bersedia, ini nampaknya bisa Koko atasi, bukan Koko yang berdiri di depan. Nanti begitu semua dokumen pengawal kamu akan infokan kamu jadwalnya."
"Iya. Aku nunggu pengaturan Koko saja."
"Ya sudah kalau begitu nanti tunggu saja kabar."
"Liburan saja, tenangin pikiran, ntar cece telepon okay." Dia mengganguk. Kami melambaikan tangan untuknya saat dia masuk gate.
"Hmm kasihan, Papanya tangan besi punya, ke anaknya juga begitu. Gimana Cherry gak kebawa arogan selama ini."
"Ya sudah karakter mau di rubah bagaimana."
Aku diam, karakter Wong Lee Man! Sejak semalam ke khawatiran baru muncul dalam benakku, bagaimana jika Wong Lee Man menargetkan Tata untuk memperoleh informasi. Karena dia tahu aku bukan target yang mudah, istrinya lebih mustahil lagi. Melihat karakternya yang tak mau kalah dalam pertaruhan apapun, dia pasti akan memilih jalan itu. Tata adalah target termudahnya untuk memperoleh informasi.
Sialan! Kami sedang mempersiapkan pernikahan kenapa ada masalah sebesar ini. Harusnya tak kuizinkan Cherrie tinggal di rumah Tata, sekarang semuanya kacau! Baru empat hari semuanya sudah kacau! Bagaimana aku memperbaiki ini, aku menghela napas panjang.
"Ko kenapa?"
"Sementara kamu kamu didampingi pengawal dulu. Pakai mobil Koko yang satu, mobil kamu masuk garasi." Aku memutuskan akhirnya. Lebih baik mempersiapkan segalanya.
"Kenapa aku harus ada pengawal?"
__ADS_1
"Papa Cherrie bukan lawan yang mudah dihadapi, kau target yang paling mudah untuk memperoleh informasi dan menekanku. Karena mustahil dia menekan istrinya, untuk sementara pindah ke rumah Koko, sistem keamanan dirumah lebih sulit ditembus. Ada Pak Yono di rumah, dan nanti pengawalmu tinggal mengikutimu saja. Dan dia tahunya kamu tinggal di rumah yang dia datangi sekarang, setidaknya dia tak akan ketemu kamu dirumah, dirumah kamu gak ada cowo..."
"Gitu kah, ya udah aku nurut pengaturan Koko dulu lah ..."
Aku harus bicara ke Wong Lee Man itu, tapi belum apa-apa dia sudah meneleponku duluan saat aku mencapai kantor.
"Kenapa kau terlibat masalah ini, dimana Cherrie? Sebaiknya kau memberikan jawaban yang bagus, karena aku sedang kesal sekarang."
"Cherrie kemana tanya Ibunya saja. Dia sudah pergi dari rumah kekasihku, aku tak mau terlibat dengan urusanmu, jadi tak usah datang ke rumah kekasihku lagi ." Aku akan mencoba cuci tangan dengan melemparkan semua tanggung jawab ke Ibunya.
"Mencoba campur tangan saat aku ingin bertemu putriku dan kemudian kau bilang kau tak mau tahu, jawapan yang sangat diplomatis dari seorang Derrick Tan. Kutanya kau sekali lagi, dimana anakku sekarang?"
"Aku tak tahu Tuan Wong yang terhormat, dia sudah pergi tak mau menyusahkan kami, sihlakan tanya istrimu. Dia tahu jelas dimana Cherrie berada. Tanggung jawabku semalam hanya agar kau tak melanggar property pribadi kekasihku, pagi ini Ibunya sudah mengirimkan orang menjemputnya sendiri, mungkin dia pergi ke tempat Ibunya dan selesai, kami tak punya hubungan lagi dengannya. Dan jika kau menganggu kami lagi aku tak akan tinggal diam."
"Kau memang menguji kesabaranku."
Dia memutuskan telepon begitu saja. Pembicaraan tidak berlangsung dengan baik pastinya. Tapi apakah itu bisa mengubah fokusnya aku sendiri tak yakin.
Boss Philip meneleponku kemudian.
"Bilang anak buahmu yang menemani Oliver kemarin untuk ke Hongkong, Oliver memintanya jadi pengawalnya."
"Jadi pengawalnya secara khusus. Maksudmu dia tandatangan kontrak kerja pengawalan. Atau kau ingin ..."
"Tanda tangan kontrak pengawalan tentu saja, Oliver tidak akan berbuat aneh, dan aku tak akan mungkin memperlalukan pegawai sebagai lady esscort. Dia tahu batasannya. Kontrak sudah dia baca... yang penting kerjaan dia selesai. Aku tak tahu ada apa diantara mereka, tapi kontraknya adalah pengawalan pribadi bukan lady esscort, selama 30 hari. Tapi jika dia mampu menanganinya beri dia bonus 3 bulan gaji."
__ADS_1
"Oke, akan kukirim dia kesana."
Sandra baru kemarin nampaknya sampai dari Hanoi, dan sekarang dia dipanggil untuk pengawalan oleh orang yang sama. Bedanya kali ini orang itu membayar bukan kami yang menyediakan service.
Aku meneleponnya yang diangkatnya dalam dua deringan.
"Boss? Ada apa... Aku cuti hari ini."
"Kau menerima perkerjaan, besok kau harus ke HK, Oliver membayar jasa pengawalan pribadi... Dan dia memintamu."
"Hmm... begitu, ini lady esscort atau pengawalan?"
"Pengawal pribadi, kontraknya jelas. Dia tidak bisa menyentuhmu. Tapi jika kau bersedia boss memberimu bonus 3 bulan gaji. Diluar bonus tahunan."
"Dasar orang kaya terlalu banyak uang. Fine aku lakukan untuk bonus 3 bulan gaji."
"Apa yang terjadi?"
"Kau tahu dia Don Juan, merasa wanita terpesona padanya, uangnya banyak, lalu dia bertemu denganku yang menginjaknya meretakkan tulangnya dan menendangnya, dia hanya ingin membalasku. Tapi dia tak bisa apa-apa karena aku pengawalnya."
"Kau serius? Menendangnya dan meretakkan tulangnya, apa itu arti sebenarnya?" Aku membayangkan Sandra menendang dan memberinya jab dalam arti sebenarnya.
"Ohhh itu dalam arti sebenarnya, kujamin benar."
"Dan dia masih ingin memakaimu?" Sandra tertawa menangapi keherananku.
__ADS_1
"Sudah kubilang dia hanya penasaran ingin membalasku dan membuktikan dirinya benar, mengalahkan aku, ego Don Juannya terluka, dia pikir semua spesies wanita itu sama, just need his big dic*k and big car, and for that I will reward him misery till he need rethink his purpose of life once again."
** hanya perlu pe*n*is besarnya dan mobil besar(mewah) dan karena itu aku akan menghadiahinya penderitaan tak tertanggung yang membuatnya perlu memikirkan tujuan hidupnya sekali lagi.