TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA

TAWANAN GAIRAH CINTA SANG DUDA
SEASON 2 part 49. Set The Trap 5


__ADS_3

"Kita akan berlari kecil mengitari taman pelan mengikuti jalan ini." Maggie, menunjukkan arah jogging kami di Victoria Park pagi ini. Aku mengikuti arahannya dengan ekspresi riang dan bicara layaknya sedang mengobrol seru dengan teman.


Belokan kali ini nampaknya akan menjadi acara bagian terakhir yang akan membuktikan kecurigaan Anthony kepada siapapun yang mengikuti kami.



Kami berhenti dan beristirahat di sebuah bangku taman kemudian. Sementara Maggie mengawasi ponselnya.


"Tim sudah memastikan 100% orang keduanya, aku akan kembali besok pagi bergabung dengan Anthony. Mamamu sudah di beritahu, sebaiknya kita kembali ke apartemenmu karena Mamamu akan kembali, dan kemungkinan besar dia membiarkan adik dan Ayahmu untuk menemuinya. Kau mungkin harus ada disana, kecuali Mama dan Bibimu yakin bisa mengatasi mereka sendiri." Aku memang harus ada disana, aku takut mereka memukul Ibu jika terjadi pertengkaran.


"Baiklah ayo kita kembali, ..."


Kami membali ke apartment yang tidak terlalu jauh dari Victoria Park Wan Chai itu. Mama nampaknya masih di hotel dengan Bibi, aku menunggu mereka kembali ke apartment. Sementara tim Anthony sudah tahu dimana target kami tinggal.


Tak lama Mama datang ke apartment bersama Bibi.


"Mama... suamimu akan kesini?"

__ADS_1


"Iya, kurasa sebentar lagi. Mama dan Bibimu bisa menghadapi mereka. Tapi jika dipikir-pikir kita bertengkar saja sepuasnya, Mama sudah muak dengan semua ini, kita hentikan saja semua disini."


"Jadi kita tak perlu menahan diri. Kurasa lebih tepatnya Mama yang tak perlu menahan diri. Kau yang berhadapan dengan suami dan anakmu selama bertahun-tahun."


"Ya kurasa aku yang tak perlu menahan diri lagi. Tim Anthony sudah bisa mengunci pergerakan dua orang yang dikirim suamiku, tapi aku butuh bukti mereka turun tangan untuk mendapatkan apa yang aku mau. Aku sudah bicara panjang lebar dengan pengacaraku. Dia tak akan bisa mengelak, aku berhasil mendapatkan siapa kedua orang itu dan apa pangkatnya di militer."


"Akhirnya kau bisa melepaskan diri juga. Kita akan lakukan ini adik." Bibi memberi semangat ke Mama."


"Ya akhirnya aku tak akan punya ikatan dengan mereka. Seperti melepaskan duri dalam daging tapi setelah berlalu 40 tahun, sungguh sangat lama." Mama menghela napas.


"Mama, setelah ini tinggallah di Hongkong."


"Oliver kapan kembali? Dia tahu soal ini?"


"Mungkin tiga hari lagi, dia sudah tahu. Tapi aku sudah memberitahunya soal ini, sudah kubilang dia tak usah khawatir aku punya tim untuk bekerja."


"Baiklah, semoga ini selesai sebelum dia kembali."

__ADS_1


Tak lama untuk menunggu sumber masalah datang kemudian.


"Mereka sudah ada di bawah." Ibu menghela napas panjang, kami bersiap untuk konfrontasi.


Tak lama mereka masuk, dan yang pertama kulihat adalah Cheng Xin.


"Kenapa kau disini?"


"Kenapa aku tak boleh disini?"


"Jadi kau membuang anak laki-lakimu untuk anak perempuan dari kekasihmu itu?!" Ayah Cheng Xin langsung menaikkan suaranya sekarang. Nampaknya semua orang sudah di ujung kesabarannya.


"Aku membuangnya anak laki-lakiku, justru kau yang membuat dia menjadi tukang minta-minta dan menuruti semua keinginannya. Berapa banyak yang perlu kau minta dariku Cheng Xin. Dan memangnya Sandra bukan anakku?!" Mama mulai mengeluarkan semua uneg-unegnya sekarang.


"Mama, memangnya hartamu bukan untukku? Apa salahnya aku meminta sedikit."


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š

__ADS_1


bersambung besok .... hari ini cuma dikit absen doang πŸ€—πŸ€—


Selamat lebaran semuanya Mohon maaf lahir batinπŸ’™πŸ’™πŸ’™


__ADS_2